Chapther 2

213 7 0

Selamat Membaca dan menikmati cerita ini

***

Pagi hari ini aku dapat bernafas lega, setelah satu minggu lebih aku mendapat hujatan bertubi-tubi di akun media sosial. Kini ocehan-ocehan menyakitkan itu tidak lagi ada atau setidaknya menyurut setelah kak Afiffah memberi pernyataan melalui akun resminya.

'ini hanya salah paham, Adikku dan tunanganku adalah sahabat mereka tidak berselingkuh. Aku tahu seberapa dekat mereka dan ini baik-baik saja, tidak ada perselingkuhan diantara mereka.'

Sebuah kalimat yang disusun dengan indah oleh Kak Afiffah untuk meredahkan amarah orang-orang. Ada yang mengerti tapi masih ada juga yang mencibir dengan mengatakan tidak mungkin sahabat sedekat itu. mereka memang terlalu berani menilaiku, mengaggapku adalah orang yang paling bersalah meskipun aku juga tidak mengatakan bahwa akulah orang yang paling benar di situasi ini.

Hujatan orang-orang diluar sana memang sudah menyurut tapi tidak untuk Ibu, hingga kini dia masih marah padaku. Meskipun Kak Afiffah sudah memberinya pengertian tapi dia masih enggan untuk mengerti. Dia memang tidak mengungkit di depan Kak Afiffah bahwa aku beberapa kali meminta mengganntikan posisi Kaki Afiffah tapi setelah Kak Afiffah i berlalu dari hadapan kami dia akan menyinggungku dengan perkataan halusnya.

"aku tidak pernah berharap untuk melahirkan gadis selicik dirimu, seperti ini caramu untuk menggeser posisi Kakakmu."

Ibu berfikir itu adalah caraku untuk merebut Kak Afiffah, aku sudah menjelaskan padanya berkali-kali bahwa ini tidak seperti itu aku membela diriku pada Ibu, tapi tetap saja dia tidak percaya bahwa ini adalah sebuah kesalapahaman. Kehilangan kepercayaan dari orangtua adalah hal yang termenyakitkan untukku..

Sudah hampir seminggu ini aku tidak bertemu lagi dengan Refal. Aku tidak berusaha untuk membuat hubungan ini menjadi rapat setelah renggang karena kejadian di malam itu. aku juga tidak tahu bagaimana reaksinya melihat berita itu, perusahaan tempatnya bernaung yang juga milik ayahnya tidak mengkonfirmasi apa-apa terkait berita ini. Mereka terlihat biasa-biasa saja karena mungkin tidak berpengaruh besar dengan kegiatan perusahaan.

"Aliyah tolong Kakak, siang ini datanglah ke Butik, aku akan memberikan alamtnya jika kau sudah sampai. Kakak benar-benar mohon kau datang. Kakak masih berada di luar kota."

Sebuah pesan masuk dari Kak Afiffah. Dia selalu seperti ini. Tidak pernah menjelaskan secara to the point mengenai sesuatu. Dia selalu menjelaskanya di saat waktu-waktu yang mendesak.

"aku pasti akan datang." Balasku singkat.

***

Siang harinya aku sampai di butik yang dimaksud Kak Afiffah, setelah mengirim pesan pemberitahuan pada Kak Afiffah bahwa aku sudah sampai, Kakak kemudian memberitahuku apa yang harus aku lakukan

Mataku membulat tidak percaya ketika sampai di butik yang dimaksud Kak Afiffah. Apa maksudnya memintaku datang ebuah butik ternama. Apa dia benar-benar tidak bisa menunda waktu feeting baju pengantinya. Dengan sedikit cangguh aku melangkahkan kakiku ke dalam butik tersebut. Butik yang khusus menjual wedding dress. Semua pegawai butik menyapaku dengan ramah.

"Mbk Aliyah .., anda sudah di tunggu desainer Lizy untuk feeting di lantai 3." Seseorang pegawai mendekat ke arahku dan mengarahkanku ke lif. Dia ikut mendapingiku masuk ke dalam lif dan menakan angka 3 dari total 15 laintai gedung ini.

Sebuah pintu di buka dan menampakan gaun-gaun pernikahan kelas mahal, hampir semua berekor panjang mataku tertuju pada sebuah gaun yang menjadi icon utama di sebuah etalase yang tertara keterangan duplikat dari gaun putri Diana. Aku berdecak kagum, siapa kira-kira yang berniat membeli baju seperti itu ? menurutku itu terlalu berlebihan meskipun jujur yang memakainya akan terlihat mewah dengan sentuhan seni payet yang rapi.

Rahasia Hati WanitaWhere stories live. Discover now