Chapter 12

117 64 80

Bukan aku yang ingin terus mengingatnya...
Tetapi kenangan itu yang terus memaksaku untuk tak boleh melupakannya...
llolamrsa02
____________________________________
.
.
.
.
.
.
.

《《~.~》》

Flash Back!

Derap langkah seorang gadis memenuhi koridor sekolah yang telah dipenuhi oleh siswa/i yang sibuk dengan berbagai aktivitasnya. Langkah gadis tersebut, berakhir di pintu kelas yang bernametag VIIA. Yups! Ini merupakan sekolah menengah tingkat pertama. Yang mana siswa/i beranjak dari tingkat anak-anak ke tingkat pendewasaan. Gadis itu, langsung memasuki kelas yang mana, menjadi tempat ia belajar selama satu tahun kedepan nanti.

Dengan tatapan kosong, bak mayat hidup yang tak memiliki tujuan hidup lagi, gadis itu duduk di bangku kosong dipojok sebelah kanan dekat jendela. Hari pertama di bangku SMP, semua siswa/i memperkenalkan diri mereka kepada teman baru mereka di sekolah.

Beda halnya dengan gadis yang senantiasa diam menatap dingin kearah luar jendela. Padahal, seluruh teman-teman kelasnya asyik berkenalan dengan teman sebangku mereka. Tak lama kemudian, seorang guru memasuki kelas tersebut. Keheningan pun, langsung tercipta ketika guru tersebut memasuki kelas yang awalnya, terdengar bising karena para siswa/i asyik menyapa dan berkenalan dengan teman baru mereka.

***

Nayra Chelsea Olifia. Itulah nama gadis yang terkenal dingin di kelas barunya itu. Nayra dikenal dingin di kelasnya karena tak pernah sedikitpun para siswa/i itu mendengar satu patah kata, yang keluar dari mulut gadis cantik yang memiliki bola mata coklat tersebut.

Suara Nayra hanya terdengar jika guru yang mengajar mengabsen nama Nayra. Sedikit aneh dengan sifat seorang gadis yang menginjak masa puber seperti Nayra. Apalagi, ini merupakan awal kehidupannya di jenjang SMP. Selama sebulan ia berada di kelas tersebut, hanya tatapan sinis dan penuh makna yang Nayra dapatkan dari para teman-teman kelasnya. Tak heran, orang bakalan menatap aneh Nayra yang tidak mau berinteraksi dengan orang lain. Tidak seorangpun yang mau berteman dengan Nayra karena sifat dinginnya yang tak mau sedikitpun mengukir senyum di bibir mungilnya.

Dan pada suatu ketika, kelas mereka didatangi anak baru dari luar kota. Seluruh siswi yang berada di dalam kelas tersebut bersorak excited, saat melihat seorang pria berwajah tampan masuk kedalam kelas mereka.

Pria tersebut memperkenalkan dirinya kepada seluruh teman barunya yang berada di dalam kelas tersebut. Haikal Pramana Frenshcatio. Pria asal Francis ini, sangat menghebohkan seluruh siswi SMP Dirtajaya.

Seluruh siswi berusaha menarik perhatian Haikal dan berlomba-lomba mendapati pria tampan itu. Seluruh siswi, mulai dari kelas 7-9 menyukai Haikal yang memiliki kadar tampan diatas rata-rata. Sampai-sampai, ada siswi yang menyatakan secara terang-terangan kepada Haikal bahwa, dirinya menyukai Haikal. Tapi, ada seorang siswi yang sama sekali tidak terpikat dengan ketampanan Haikal. Terlebih, ia hanya masa bodoh dengan kehadiran Haikal, yang duduk disampingnya. Siswi itu, adalah Nayra.

Nayra tidak merespon kehadiran pria tampan yang memilih duduk disampingnya itu. Jangankan untuk berpikir menyukai Haikal, menatap wajah Haikal saja, ia enggan. Dan sikap Nayra menjadi daya tarik Haikal untuk mendekati cewe yang dikenal dengan sebutan ice gril di sekolah tersebut.

***

Bel istirahat terdengar jelas dari meja piket. Seluruh siswa/i langsung berhamburan keluar kelas dan menuju kantin. Tak heran, setiap sekolah akan mendapati kantin ramai saat bel istirahat berbunyi. Karena sekolah mana, yang akan mendapati kantin sekolahnya sepi, jika jam istirahat? Begitu juga, dengan sekolah Dirtajaya yang terkenal memiliki siswa/i cerdas dan kompoten. Tapi, mereka akan tetap memenuhi kantin saat jam istirahat dimulai.

"Hai, nama gue Haikal," sapa Haikal sembari menjulurkan tangan kanannya kearah Nayra.

Nayra tidak membalas juluran tangan Haikal, malahan ia beranjak dari tempat duduknya untuk keluar dari kelasnya. Haikal melongo melihat kepergian Nayra yang ia anggap sedikit aneh. Haikal pun, menyusul Nayra. Haikal tak mau berhenti sampai disitu, karena ia merasa penasaran dengan gadis cantik yang duduk disebelahnya. Nayra pergi ke kantin dan memesan nasi goreng dan segelas teh hangat. Tiba-tiba, Haikal menghampiri meja tempat Nayra makan.

"Eh, Nay! Gue ikut makan bareng lo ya?" tanya Haikal sembari menarik kursi yang berhadapan dengan Nayra. Nayra hanya diam sembari menyantap pesanan yang telah dihidangkan oleh Buk kantin.

"Buk, saya pesan mie ayam satu, Buk! Sama segelas teh es nya ya, Buk." sahut Haikal sembari tersenyum lebar kearah Buk kantin.

Seluruh siswa/i di kantin memperhatikan kedua insan yang aneh itu. Banyak yang heran melihat Haikal yang dengan sabarnya menghadapi gadis ice seperti Nayra. Beberapa lama kemudian, pesanan Haikal datang. Haikal pun langsung menyantap pesanannya tersebut dengan lahap.

Tidak ada satu kata pun, yang terlontar dari bibir Nayra. Nayra sama sekali tidak menganggap akan kehadiran Haikal dihadapannya. Selesai menyantap habis makanan favoritenya itu, Nayra langsung beranjak dari tempat duduknya menuju kasir kantin dan membayarkan semua makanannya tadi. Setelah itu, Nayra langsung menyelonong ke kelas tanpa menunggu Haikal selesai makan.

"Buset ya, tuu cewe! Dingin amat kek es batu! Gak nyangka gue, selama gue makan dihadapannya, sekali aja dia gak ada natap gue! Serasa makhluk ghoib gue!" celetuk Haikal.

Haikal pun menghabiskan makanannya. Setelah menyantap makanannya sampai ludes tak tersisa, Haikal pun langsung beranjak menuju kelas. Dengan langkah gontai, Haikal memasuki kelasnya dan langsung duduk di bangku sebelah Nayra.

Hening, hanya keheningan yang kerap melanda diantara mereka berdua. Tidak akan ada obrolan jika tidak Haikal yang memulai duluan. Walaupun Haikal memulai duluan pembicaraan, tak pernah sekali pun Haikal mendapat respon dari gadis cantik yang duduk disebelahnya. Sampai-sampai Haikal pernah berfikir kalau Nayra itu bisu. Tapi, sungguh aneh kalau orang bisu bisa menjawab hadir saat diabsen. Benar-benar Nayra itu, merupakan orang yang irit dalam berbicara menurut Haikal.

***

"Eh, e-Non... Udah pulang non?" sahut Mbok Siti saat melihat anak majikannya itu, masuk kedalam rumah.

"Iya, Mbok." jawab Nayra sembari tersenyum simpul.

"Yaudah, si Non langsung naik aja ke kamar. Mandi, habis mandi langsung turun untuk makan malam ya Non?" ujar Mbok Siti sembari mengusap bagian kepala Nayra dengan lembut.

Beberapa lama kemudian, terdengar ketukan pintu. Mbok Siti langsung menghampiri asal suara ketukan pintu tersebut. Mbok Siti langsung membukakan pintu tersebut, dilihatnya seseorang dibalik pintu tersebut terseyum manis kearah Mbok Siti saat Mbok Siti membukakan pintu tersebut.





"Hmm, siapakah yang datang kerumah Nayra? Siapa hayoooo? Ada yang tahu? Hehee penasaran ngga ni? Kalo penasaran kuy ikutin terus cerita author selanjutnya yaa"😊

👉CommentNextInHere👉

Nah! ini dia ujut Haikal Pramana Frenshcatio👇👇

Nah! ini dia ujut Haikal Pramana Frenshcatio👇👇

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Street In My LifeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang