√Prolog

76 5 0
                                        


Pemuda dengan senyum lebar melangkah masuk melewati gerbang besar yang masih terbuka lebar. 

"Karena gue itu pinter, jadi pasti gue masuk kelas nak baek". ucapnya sungguh percaya diri.

Pemuda itu maju paling depan untuk melihat namanya. Pemuda itu nampak senang saat melihat namanya berada di kelas 11 IPA 2.


12. Iqbal Dwi Payanto.


"Nah kan bener, pasti nama gue tu gak jauh-jauh".  Saat Iqbal  hendak pergi. Jidat lebarnya langsung beradu dengan gadis dihadapannya. "Aduh mbak kalo jalan tu jangan digas terus dong".  iqbal melebarkan matanya saat tau gadis cantiklah yang ia tabrak. 

"Eh, maaf-maaf rem nya blong". Ucap gadis yang masih menggunakan masker itu.

Iqbal diam sejenak terpukau. "Gapapa kok, gue yang salah, anu....". 

Gadis itu mengulurkan tangan kanannya dan satu tangannya bergerak untuk membuka masker yang ia kenakan. "Gue Ella!". Kata gadis itu sambil tertawa puas saat melihat senyum Iqbal perlahan pudar.

"Ya elah, si bambank ternyata".  Iqbal langsung menarik tangannya, hal itu membuat tawa Ella semakin keras. 

"Makannya lo tu jadi orang jangan dikit-dikit langsung sambet". Kata Ella membuat Iqbal memajukan bibirnya kesal. "Lagian lo kok juga gak tau kalau itu gue?". 

"Mana gue tau, kan biasanya lo pake kacamata dan sekarang enggak".

"Itu kacamata baca doang gublu, mana gue pake". Disela-sela tawanya Ella menyadari seperti ada yang kurang. Iqbal itu tetangganya dan Iqbal itu punya kembaran. 

Yah, walau banyak yang bilang gak mirip......

"Nia mana?". Iqbal menoleh kebelakang. Saat melihat belakangganya kosong Iqbal langsung panik.

Ekspresinya sama seperti ibu-ibu yang kehilangan anaknya waktu belanja di Pasar.

"Adek gue ilang!". katanya panik.  "Tadi perasaan ada dibelakang gue deh". 

Ella menghela nafas panjang. Pemuda dihadapnnya ini ternyata kurang memperhatikan sekitar. "Yaudah liat aja dikelas, siapa tau dia dah duluan". Kata Ella berusaha menenagkan Iqbal. "Ayok ke kelas, gue sekelas ama lo!".


____


"Nah tuh Adek lo!". Kata Ella sambil menunjuk Nia yang sudah duduk manis dan beradaptasi dengan orang-orang baru.

Ella tak mempedulikan Iqbal yang baru saja masuk kelas dan langsung berteriak seperti orang gila memarahi Nia.

Saat melangkah Masuk gadis berkepang itu tak sengaja menyenggol bahu gadis lain. Ella tersenyum canggung sedangkan gadis itu hanya melirik dan langsung berjalan menuju lapangan upacara karena upacara sebentar lagi dimulai.

Ella menggaruk tengkuknya bingung. Tapi untung saja ia bertemu dengan Rainna teman sekelasnya dulu.

Ella dan Rainna memasuki kelas. 

Keadaan kelas benar-benar ramai....

Ada yang berteriak-teriak karena rebutan bangku.

Iqbal yang masih setia memarahi Nia yang masa bodo.

Ada yang ngadain reunian dadakan.

Ada juga yang sibuk mempromosikan barang dagangannya.

Bahkan ada juga yang dengan tidak tau malunya nge-vlog dan berlarian kesana kemari memperlihatkan keadaan kelas.


Tadinya Ella pikir 11 IPA 2 adalah tempat anak-anak pintar yang pendiam dan tak jauh beda dengan kelas unggulan.


Ternyata......

Benar-benar parah. Kelas yang Ella kira akan tenang dan damai malah terlihat sebaliknya. 


'Bener-bener 180 derajat beda banget sama yang gue bayangkan!'.


Kesan pertamanya saja sudah membuat Ella ingin melarikan diri. Bagaimana ia bisa menanganinya selama setahun penuh?.....


"Rain kita bisa minta tuker kelas gak sih?". kata Ella pusing sendiri. "Gue pengen kelas yang gak ribut, biar gue bisa tidur".

Rainna menggeleng. "Kalo gue tau dah dari tadi gue minta tuker kelas anjir!". 



---

Vote and comment oke👍

-Biyabena

Crisp ClassWhere stories live. Discover now