Chapter11

138 78 133

Suka tidak suka, luka lah yang mendewasakan kita.
llolmrsa02
___________________________________ .
.

.
.
.
.
.

《《~.~》》

Kala malam terlihat sempurna saat bulan dan bintang saling bekerjasama menerangi bumi. Dibawah sinar rembulan yang amat indah, dua insan tengah menikmati makan malam di sebuah cafe yang kelihatannya dipenuhi dengan anak-anak remaja seusia mereka berdua.

Cahaya redup dari lampu cafe memberikan suasana hangat bagi pengunjung yang asyik dengan dunianya. Ramai para pemuda dan pemudi duduk sembari berbincang berbagai hal di cafe yang bertulisan Resto Cafe yang terpampang jelas, di bangunan kokoh yang terletak dipinggiran jalan raya tersebut. Tempatnya sangat strategis karena memudahkan pengunjung yang berlalu lalang di jalan raya, untuk mampir sebentar ke cafe yang menjual berbagai makanan dan minuman. Para pelayan cafe sangat sopan saat melayani pengunjung yang datang ke cafe. Dan itu menjadi daya tarik para pengunjung.

***

Nayra terkesima melihat bangunan megah yang menjadi tempat makan malam ia dan Andre saat ini. Nayra memperhatikan detail ruangan yang bernuansa minimalis itu. Sederhana, namun terlihat sangat elegan. Karena
keeleganannya membuat bangunan itu, terlihat megah dan indah saat dipandang. Setelah Nayra memperhatikan seisi ruangan itu, ia membuka buku menu yang terletak dihadapannya. Buku tersebut berisikan daftar-daftar menu yang disajikan di cafe tersebut. Harga-harga makanan dan minuman yang tertera didaftar menu, sangatlah standar. Tidak terlalu menguras isi dompet.

"Nay, lo mau makan apa?" Tanya Andre.

"Gue makan nasi goreng spesial aja deh, terus minumnya jus alpokat." jawab Nayra sembari tersenyum tipis.

"Oh, okey. Mbak, mbak! Sini mbak!" Panggil Andre saat melihat seorang pelayan yang tengah membersihkan meja makan pengunjung lain.

"Iya, Mas. Mau pesan apa?" Tanya pelayan tersebut saat ia menghampiri meja makan Andre dan Nayra.

"Saya mau pesan nasi goreng spesial satu, Ayam bakar satu, dan minumnnya jus alpokat dua." ujar Andre sembari menatap kearah pelayan tersebut.

"Okey Mas, Itu aja?" Tanya pelayan lagi.

"Iya, itu aja." Jawab Andre.

"Baiklah, sebentar ya Mas. Kami akan segera menyiapkan pesanan kalian." ujar pelayan tersebut, lalu berlalu setelah mencatat semua pesanan Andre dan Nayra.

Setelah kepergian pelayan cafe, suasana hening menyelimuti mereka berdua. Nayra hanya diam sembari memperhatikan jalanan yang tampak dari jendela cafe. Banyak kendaraan yang berlalu lalang di jalanan. Namun, terlihat juga pejalan kaki yang dengan gontainya menyebrang di zebra cros.

"Nay, menurut lo cafenya bagus gak?" Tanya Andre memecahkan keheningan yang sedari tadi menyelimuti mereka berdua.

"Hmmm... Lumayan, gue suka dengan desain ruangan cafenya yang begitu sederhana namun, kelihatan elegan." Jawab Nayra sembari tersenyum manis.

"Syukur deh, kalau lo suka. Jujur gue gak tau dimana tempat makan yang bagus. Karena gue emang biasanya makan disini, jadi gue ngajak lo makan disini aja." ujar Andre sedikit canggung.

Street In My LifeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang