[2] Bermulai

229K 14.8K 1.8K
                                    

HAPPY READING!!
.
.
.
.


"Jangan minum lu."

Zelinda langsung menatap orang disebelahnya itu malas. "Yakali, tadi aja gue baru di ceramahin gara-gara bolos. Sial banget kan gue." Ujarnya, ia mengambil soda yang sudah di tuang ke gelasnya itu lalu meminumnya.

Semua orang tertawa mendengarnya. "Lagian ngapain si beb lo bolos-bolos kaya tadi? Mending lo bolos ngajak gue, tadi mah enggak sama sekali." Amanda ikut angkat bicara.

"Gue juga diajakin Naya, sialnya tu orang malah ninggalin gue pas ketemu Satpol-PP di lapangan. Mana gak bilang-bilang lagi, ya gue kan kaget dan baru sempet lari. Eh, malah ketangkep." Jawabnya, jika diingat itu benar-benar kejadian yang memalukan.

Kini memang mereka sedang berada di sebuah bar, merayakan hari ulang tahun salah satu teman Venus dan ternyata semua teman-temannya pun di undang tentu begitu juga dengan dirinya. Meskipun sudah beberapa kali ia masuk kedalam bar namun Zelinda sama sekali belum pernah minum, banyak teman-temannya yang memaksa dirinya agar mencoba tetapi Zelinda berusaha untuk menolak dan memegang teguh jika perilaku nakalnya masih dalam batas wajar.

Dirinya pun tahu diri bagaimana asal usul keluarganya, ia tidak mau mempermalukan orangtuanya karena ulah gilanya ini. Cukup dengan membolos, Zelinda pikir itu masih dalam batas wajar untuk anak seusia kita bukan? Ya begitulah.

"Ya maap, gue udah keburu takut makannya lari gak liat lo. Lagian udah SMA lo lari kaya bocah aja sampe ada adegan jatoh segala." Cibir gadis yang bernama Naya itu, orang yang membuat jalan Zelinda sesat sampai saat ini, canda Naya.

Zelinda mendengus tak suka, memang pada dasarnya dia saja yang salah pergaulan jadi ikut sesat seperti sekarang. "Dah ah gue mau pulang, bahaya bokap pulang gue gak ada di rumah. Mulut Zeen apalagi, mau di sumpel seratus juta pun kalo bokap nanyanya maksa dia bakal buka mulut." Ujarnya, ia melirik jam dinding yang tak jauh dari tempat dirinya berdiri sekarang dan menunjukkan pukul 10.30 WIB. Zelinda yakin Ayahnya pasti sudah pulang.

Amanda dan Naya ikut berdiri. "Pulang sama Venus?" Tanya mereka.

Zelinda mengangguk, ia mengambil tasnya yang berada di meja. "Tuh anak mana lagi?" Matanya menyapu seluruh sudut ruangan yang mereka pesan itu.

Kaki Zelinda melangkah menuju meja dimana teman-teman Venus berkumpul. "Cil, si planet mana? Kok gak ada?" Tanya Zelinda pada laki-laki yang didepannya ini.

Laki-laki yang bernama Acil itu mendongak menatap Zelinda. "Anjir lo masih disini Zel? Bukannya udah pulang bareng Lala sama Revan?" Tanya Acil sedikit terkejut.

Kening Zelinda malah berkerut sekarang. "Maksud lo? Kan gue dari tadi duduk disitu sama Naya Amanda, keasikan ngobrol gue jadi gak fokus liatin tuh buaya. Mana si Venus? Gue mau pulang." Jawabnya.

Terlihat semua wajah didepannya ini sedikit panik. "Di-dimana ya? G-gue gak tau Zel, tadi dia izin ke toilet tapi gak balik-balik." Ujar salah satu laki-laki yang duduk di pojok.

Zelinda sudah mulai curiga. Dia mengambil ponselnya lalu mencoba menghubungi pacarnya itu, kebiasaan Venus memang seperti itu jika dibiarkan duduk bersama teman-temannya sendiri.

"Sialan." Umpat Zelinda saat mendengar suara operator mengatakan jika ponselnya tidak bisa di hubungi.

Mata Zelinda langsung menyorot tajam kearah semua laki-laki didepannya ini. "Jujur ke gue sekarang. Cewek mana yang dia bawa, dan kasih tau gue nomor kamar yang dia pesen." Ujar Zelinda dengan suara menekan.

I LOVE U KETOS!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang