MY SORROW

263 23 3
                                                  

   Siang hari yang cerah dengan udara yang tidak terlalu panas,mungkin akan sangat menyenangkan bagi sebagian.Namun,tidak dengan gadis berambut coklat dengan iris mata heterokom.Ia sedang berlari menjauh guna menghindari kejaran para penduduk.

   "Hey jangan kabur!Dasar monster!Warna matamu aneh.Jangan-jangan kau itu monster sungguhan?!!"Ucap para penduduk marah sambil menggejar gadis itu.

   Gadis itu terus berlari tak tentu arah berusaha menghindari kejaran,namun sayang ia malah mengambil suatu jalan setapak yang buntu.

   "Tolong aku...apa aku harus mati di tangan orang-orang yang mengejarku?Siapa saja tolong..."Batin gadis itu.Berharap agat ada seseorang yang menolongnya.

   Ia berangsur-angsur mundur merapat ke arah tembok rumah yang menjadi ujung jalan yang ia lewati.Ia benar-benar terpojok.

   "Hahahahaa...lihat monster ini!Dia sudah tak berdaya dan terpojok~"Ucap salah satu warga berbadan gempal dengan kumis tebal yang terlihat menyeramkan.

   "Tolong lepaskan saya!Saya bukan monster.Saya hanya manusia biasa."Ucap sang gadis dengan nada yang sangat memohon.

   "Melepaskanmu,huh?!Itu sama saja melepaskan bahaya yang mengancam semua makhluk,"Bentak pria tadi tepat di depan mukamu.Kau terkejut dan menjauhkan dirimu.

Buaghh...buaghh...buaghh....

   "S-sakit....maafkan saya.Saya berjanji tak akan muncul di arena ini lagi,"Ucapnya menunduk menatap ke bawah tanah yang ia duduki.

~~~~~~

   Mendengar suara aneh.Koi menarik Kaeru yang sedang berbelanja buku diskonan menuju ke asal suara itu.

   "Kakeru,kau dengar suara itu?"

   Kakeru menatap Koi dengan wajah bingung."Suara apa?"

   "Sudahlah.Ikuti aku saja!"Perintah Koi,menarik tangan Kakeru menuju ke sumber suara.

   Koi dan Kakeru berjalan cepat menuju tempat itu.Semakin lama suara yang terdengar di telinga mereka semakin jelas.

   "Kita habisi saja gadis monster ini!"

   "Ya kau benar.Kita habisi saja dia sekarang!"

   Kakeru dan Koi yang semakin penasaran mempercepat langkah mereka.Mereka terkejut begitu mengetahuinya.Koi terlihat shock dan sedikit khawatir dengan apa yang dilihatnya.Sedangkan Kakeru hanya diam berusaha memikirkan sesuatu.

   "Maaf,saya bukan monster!"Gadis itu berteriak berusaha menyangkal perkataan para penduduk yang sedang marah.

   "Kau berbohong!Buktinya kami melihatmu sedang menggunakan---"Ucapan salah satu warga itu terpotong.

   Kakeru berteriak berusaha menyelamatkan si gadis."Ada apa ini?!"

   Sontak para warga berhenti memojokan gadis itu ke jalan buntu.Kakeru berlari ke arah sang gadis dan berdiri di depannya sambil merentangkan kedua lengannya,berusaha melindungi si gadis dari amarah penduduk.

   Koi berlari mengejar partnernya."Kakeru ada apa?"

   Kakeru menatap Koi lalu mengisyaratkan agar ia membantunya untuk melindungi si gadis.

   "Jauhi gadis ini!Atau kulaporkan ke polisi dengan alasan kalian menghakimi dan menghabisi seorang gadis yang tak bersalah?"Ucapo Koi tenang namun menusuk.

   Para warga yang mendengar itu ketakutan karena tidak ingin dilaporkan ke polisi.Mereka menjauhi Koi,Kakeru,dan gadis itu.Pulang ke rumah masing-masing.

I WILL [NOT] BE YOUR STARLIGHT FOREVERTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang