Jomblo Tiga Tahun [part 2]

12 5 0

Tiba di kampus, aku yang baru saja selesai memarkir motor masih sibuk meletakkan posisi helm dan menata rambut yang sedikit berantakan terkena angin ketika mengendarai motor.

"Heeeeii Vanii" ucap seseorang yang tiba-tiba datang menepuk punggungku.

"Huwaaaa" teriakku, kaget akan ulah orang tersebut yang ternyata adalah Devi, sahabatku sejak SMK kelas satu.

"Hahaha kaget yaa" tawa Devi dengan lantangnya.

"Apaan sih Dev, ngagetin orang aja. Kamu baru datang? Tumben banget. Biasa jam segini uda duduk manis di depan kelas"

"Yeee, aku uda datang dari tadi. Nggak mungkinlah aku jam segini baru datang hahaha. Aku sengaja dari tadi nungguin kamu sama Citra di gazebo parkiran"

"Kesambet apa kamu kok tiba-tiba nungguin aku sama Citra?" ucapku yang penuh rasa penasaran atas sikap aneh Devi.

"Aku lagi bahagia niih hehehe"

"Kenapa emangnya?"

"Aku baru jadian sama kak Vino" ucap Devi dengan penuh semangat lengkap dengan pipi yang memerah.

"What? Serius? Kak Vino pemain futsal yang waktu itu kamu ceritain? Gimana ceritanya?"

"Hihihi jadi begini ceritanya"

Sambil berjalan menuju kelas, Devi menceritakan setiap detail yang terjadi antara dia dan kak Vino sampai akhirnya kini mereka resmi berpacaran. Mulai dari kak Vino yang ternyata telah menyukai Devi sejak masa ospek tetapi mundur karena mengetahui bahwa Devi saat itu sudah mempunyai pacar. Namun meskipun mengetahui kenyataan pahit itu, kak Vino secara diam-diam masih memperhatikan Devi, dan tanpa sadar perasaan itu masih terus tersimpan di dalam hati kak Vino. Sampai ketika kak Vino menyadari Devi telah putus dengan pacarnya, ia langsung perlahan mendekati Devi. Selama sekitar empat bulan setelah putus, akhirnya kak Vino menyatakan perasaannya pada Devi. Dan berakhirlah mereka pada sebuah hubungan yang kini disebut pacaran.

"Wuaaahh,. Kak Vino setia nunggu banget ya" ucapku yang terkejut atas kesetiaan kak Vino dalam menunggu Devi.

"Iya, banget. Aku aja kaget waktu dengar cerita dia. Aku jadi nggak nyesel karena uda jatuh cinta sama dia hehehe" ucap Devi dengan pipinya yang semakin merah.

"Hahaha iya,. Aku ikut seneng yaa. Semoga berjodoh sama kak Vino" ucapku sambil memeluk Devi.

"Iyaa, amin. Semoga ya Van hihi"

***

Sampai di depan kelas, kulihat ramainya mahasiswa dan mahasiswi yang sedang duduk maupun berdiri menunggu kedatangan dosen. Karena masih semester awal, pengambilan KRS pun terbilang masih cukup mudah. Itulah sebabnya aku dan sahabat-sahabatku masih dapat menempuh kuliah dengan kelas yang selalu sama setiap harinya. Aku dan Devi berdiri tepat di depan pintu kelas sambil memainkan telepon genggam masing-masing. Tak lama kemudian Citra datang menghampiri kami sambil membawa sebuah kantong plastik kecil berisi kue-kue kering yang ia beli saat melewati kantin kampus yang lokasinya tak jauh dari tempat parkir.

Dosen yang sedang ditunggu pun akhirnya datang. Layaknya dosen pada umumnya, beliau membawa beberapa dokumen di tangan dengan tas ransel yang tampak penuh. Pintu kelas yang terlihat mulai tua dibuka dengan perlahan. Semua mahasiswa dan mahasiswi berbondong-bondong masuk dan mencari tempat duduk yang strategis. Dosen menyalakan komputer, mempersiapkan materi dan menyalakan proyektor. Semua mahasiswa hanya diam, bercanda dan berbincang sendiri hingga dosen siap memulai materi. Setelah hampir lima belas menit materi dimulai, terdengar suara ketukan dari pintu kelas dan seseorang membuka pintu sambil secara cepat berjalan menuju tempat duduk yang masih kosong.

Love SignWhere stories live. Discover now