007

232 56 10
                                                  

Aku pulang saat matahari sudah berani menampakkan diri. Merasa kecewa karena tak bisa bertemu Yoongi pagi ini.

Kuambil dua botol susu yang diletakkan di samping pintu dan membawanya masuk. Tubuhku beberapa kali terlonjak saat kubanting ke atas kasur kecilku.

Aku malas keluar, tapi juga ingin bertemu seseorang.

Iya. Tebakan kalian benar. Aku ingin bertemu Min Yoongi.

Melihatnya dengan segala tingkah kakunya itu membuatku terhibur. Dia sedikit mencerahkan hari-hari hitamku.

Namun, mataku tak bisa diajak kompromi setelah satu menit memilih berbaring di kasur tanpa niat berganti pakaian.

Semalaman terjaga dan harus waspada membuat syaraf-syaraf dalam badanku ingin diistirahatkan.

...

Sore datang dan aku ingin menghirup udara bebas di taman. Dengan baju kelewat santai, aku melangkah pelan di area taman yang lumayan ramai.

Netraku tanpa sengaja melihat figur punggung seseorang yang familiar. Rambut hitam dan kulit putih bak salju itu mengingatkanku pada Min Yoongi.

Dengan sedikit berlari, aku mendekatinya dan benar saja, dia Min Yoongi yang selalu mengantarkan susu di pagi hari.

Dia balas memandangku kaget. Kupikir dia menganggapku penguntit karena selalu muncul di hadapannya.

"Kau?" Suaranya yang serak seperti pemabuk terdengar pelan.

"Hai, Yoongi! Boleh aku duduk di sini?"[]

ɓɭɑck cɑt. [ ɱiɳ yѳѳɳgi ] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang