001

462 86 33
                                                  

Aku bangun cukup pagi hari ini. Semalam kuhabisi tubuhku untuk bekerja di depan komputer. Syukurlah aku tak kesiangan seperti kemarin.

Dok! Dok!

Suara ketukan membuatku bingung. Pasalnya, jika itu pengantar susu, dia tak mungkin datang sepagi ini.

Pria tambun dengan bau rokok itu sering datang pukul 9 dan aku bersyukur karena ia tak suka menunggu.

Aku bangkit dengan malas, meraih jaket di gantungan pintu dan memakainya asal.

"Selamat pagi," ujar si pengantar susu. Suaranya berbeda.

Suara pria tambun pengantar susu tak pernah kedengaran begitu dalam walau nada malas masih ada di sana.

Aku membuka kelopakku dan mendapati presensi asing di depan pintu.

Ekspresinya datar, warna kulitnya putih pucat, dan dia kelihatan tak peduli saat menyodorkan dua botol susu ke arahku.

Aku meraihnya dengan kaku. Dia lantas menaikkan masker hitam di dagunya tinggi-tinggi. Yang bisa kulihat hanya mata sipitnya yang seperti kucing.

"Semoga harimu menyenangkan."[]

ɓɭɑck cɑt. [ ɱiɳ yѳѳɳgi ] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang