Chapter 9

157 107 185


"Thank's ya Key, lo udah bantuin ngerawat luka gue. Sebenarnya lo gak perlu repot-repot sih ngobatin luka gue, lagian ini juga cuman luka kecil" Ujar Andre tulus.

"Sans Ndre, gue gak tega aja lihat lo babak belur tadi, makanya gue kesini bantuin ngebersihin luka-luka lo" Respon Keysa sembari terseyum simpul.

"Ndre, maafin kelakuan Nayra ya, emang sih dia orangnya jutek banget tapi, sebenarnya dia tu care banget orangnya. Dia tipical cewek yang gak mau nunjukkin kepeduliannya ke orang lain, just mendem gitu" Timpal Keysa merasa tidak enak hati dengan kelakuan Nayra yang menurutnya kurang baik kepada Andre.

"No problem, lagian gue gak peduli juga sih dengan sikap dia yang sok jutek itu. Gue yakin suatu saat nanti, gue bakalan bisa ngerubah hidup Nayra menjadi lebih cerah" Ujar Andre mantap.

Keysa yang mendengar pernyataan Andre, langsung menatap kedua bola mata hitam itu. Keysa melihat ketulusan dari pemilik bola mata hitam itu. Keysa yakin bahwa pilihannya tidak salah. Ia berharap semoga apa yang ia impikan selama ini dapat terwujud. Salah satu impian Keysa ialah melihat sahabatnya bahagia.

***

"Darimana aja lo" Tanya Nayra saat Keysa sudah duduk disampingnya.

"Dari UKS" Jawab Keysa santai.

"Ngapain lo ke UKS? Jangan bilang lo ngobatin si benalu itu?" Tanya Nayra lagi sembari menatap Keysa dengan tatapan mengintimidasi.

"Iya" Jawab Keysa cengengesan .

Mendengar jawaban dari Keysa, Nayra memutar kedua bola matanya jengah.

Bel pulang sekolah telah berbunyi, seluruh siswa/i berhamburan keluar dan kegiatan belajar-mengajar pun selesai untuk hari ini.
Nayra dan Keysa keluar dari kelas, lalu berjalan bersama menuju gerbang sekolah.

"Nay, lo mau pulang bareng gue gak?" Tanya Keysa saat mereka sudah berada di depan gerbang sekolah.

"Hmmm... Nggak deh, soalnya gue mau pergi ke suatu tempat dulu" Jawab Nayra.

"Oh, okey deh. Gue pulang duluan ya, byee..." Ujar Keysa sembari melambaikan tangannya kearah Nayra.

"Bye" Respon Nayra sembari tersenyum tipis.

Nayra langsung merogoh saku bajunya dan mengambil ponselnya. Saat membuka ponsel, Nayra langsung memesan taxi online. Sebelumnya Nayra sudah mengabari Kang Dendi untuk tidak menjemput Nayra di sekolah, karena Nayra ingin pergi ke suatu tempat. Dari kejauhan, Andre memperhatikan Nayra yang kelihatannya sedang menunggu sesuatu. Andre pun berniat menghampiri Nayra dengan motor sportnya. Andre berhenti tepat di depan Nayra berdiri.

"Lo lagi ngapain? Kok belom pulang juga?" Tanya Andre tepat di depan Nayra.

"Kepo!" Jawab Nayra tanpa memperdulikan perasaan Andre.

Tak lama kemudian, taxi pesanan Nayra datang. Ia langsung memasuki taxi tersebut, ketika taxi tepat berada kedepannya. Taxi pun langsung melaju saat Nayra sudah berada di dalam taxi. Andre yang merasa khawatir dengan Nayra, langsung mengikuti taxi tersebut diam-diam. Setelah sampai di tempat tujuan, Nayra pun langsung turun dan meberikan selembar uang kertas berwarna merah kepada supir taxi tersebut.

***

Lagi-lagi, Nayra tidak ada bosan-bosannya untuk mendatangi danau. Danau itu menyimpan beribu kenangan Nayra dengan seseorang yang sangat ia rindukan. Kenangan suka maupun duka yang dulunya mengisi kehidupan Nayra. Saat ini, Nayra tengah menatap kosong pemandangan danau yang berada didepannya. Ia mengingat-ingat lagi kenangan 5 tahun silam. Yang mana kenangan itu terputar secara otomatis dibenak Nayra.

Street In My LifeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang