Part 23 - Musnah

101 28 24
                                    

Inilah aku yang selalu menikmati rasa cinta dalam diam.

...

Semua siswa/i mulai memasuki kelas, suasana luar sudah sepi karena mata pelajaran akan segera berlanjut.

Setelah istirahat kedua bukannya masuk kedalam kelas, Riko malah berjalan menaiki tangga menuju ke rooftop.

Tak disengaja Fajri yang sedang berjalan menelusuri kelas melihatnya dari kejauhan, ia habis dari kantor manggil guru mapel  terakhir untuk segera memasuki kelas X IPA 5.

"dia kan cowok songong yang waktu itu, ternyata dia sekolah disini juga" batin Fajri menebak

"mau kemana dia" lanjutnya sambil melihat jam tangannya yang seharusnya semua siswa masuk kedalam kelas.

Lalu Fajri melanjutkan jalannya yang sempat terhenti dan tak mau menghiraukan pria itu.

🍁🍁🍁

"eh.. Mo! Riko kemana?" tanya Aldo

Bimo menjawab dengan menggidikan bahunya bertanda tidak tahu.

"tumben dia akhir-akhir ini kalo bolos gak bilang dulu sama kita" ucap Aldo

"paling ke ruang musik kalo gak ke rooftop" jawab Bimo

"mana sekarang pelajaran bu Erna lagi, gak ada takutnya dia" oceh Aldo

"udah ah, dia juga yang dihukum" ucap Bimo tak peduli

"selamat siang jelang sore" sapa bu Erna saat memasuki kelas.

"juga bu" jawab anak-anak

Bimo mengumpat-umpat saat mengeluarkan ponselnya dan mengetik pesan yang ingin dikirim ke Riko.

Bu Erna mulai mengabsen satu persatu nama murid.

For : Riko

"Ko dimana sih lo? Sombong lu mentang-mentang jago Fisika malah bolos. Inikan pelajaran bu Erna gak ada kapoknya dihukum bu Erna"

From : Riko

"bilang aja ijin"

Tak lama nama Riko disebut

"Riko, kemana lagi Riko?" tanya bu Erna ketika melihat bangku Riko kosong

"eeuu.. Anu bu.. Itu.." ucap Bimo grogi

"bolos lagi?" tebak bu Erna

"katanya sih ijin" jawab Bimo

"ijin kemana? Mana surat ijinnya?" tanya bu Erna tegas

"gak ada bu" jawab Bimo

"gak percaya ijin, paling dia bolos" samber salah satu gadis, sudah gatel ingin meluapkan muaknya.

"ssttt.. Lo berani berhadapan dengan tuan brandal Riko" ucap teman sebangkunya berbisik

"ngapain takut" bantahnya

"buka buku paket kalian halaman 53" perintah bu Erna tak pedulikan Riko kemana, karena ia mengejar waktu.

🍁🍁🍁

"Radit! Tugas kamu mana?" tanya guru Matematika setelah memeriksa satu persatu.

"katinggalan dirumah pak bukunya" jawab Radit dengan murung

"ketinggalan apa pura-pura lupa gak ngerjain?" tanyanya

"pura-pura lupa itu lebih sakit daripada bener-bener lupa pak" ceplos Radit

"malah curhat kamu" ucap pak Jojo

"dihh dasar bucin/bucin lo" serang anak-anak lain

"bapak jadi teringat sama mantan bapak, dia sungguh kejam ninggalin bapak demi laki-laki lain. Sekali berjumpa ketika bapak nyapa, dia pura-pura lupa dan pura-pura tidak pernah kenal bapak. Sakit hati bapak" curah pak Jojo sambil manyun membayangkan ilustrasi kejadiannya.

Rindu tak Terbalas (End) Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang