Hold Me Tight

57 9 7
                                                  

[ Taehyung ; Hold Me Tight ]
.
.
.

Taehyung, si seniman dengan nama tenarnya Vante, duduk termenung sendirian di kursi taman Sungai Han.

Ia baru saja bertemu dengan sang kekasih -ah, lebih tepatnya mantan- satu jam yang lalu.

Matanya sembab karena habis menangis. Pernyataan putus sepihak dari sang cinta membuatnya mati kaku di tempat. Rasanya kebas di hatinya tak bisa hilang.

Angin malam Sungai Han yang dingin tak ia hiraukan walau bibir tebalnya sudah menggigil kedinginan. Ia menyandar pada bangku taman itu. Menatap langit yang penuh bintang. Sedikit kesal sebab agaknya langit tak mendukung patah hati terparahnya ini.

Taehyung jelas takkan mampu melepas Hwang Nara semudah itu. Ia sudah memelas, mengemis hati Nara yang terlihat biasa saja saat ingin putus dari Taehyung.

"Kau terlalu sibuk dengan studio dan dunia hitam putihmu itu, Tae. Aku muak. Kau bahkan melupakan hari jadi kita yang ketiga," ujar Nara sambil berdiri di depan Taehyung yang coba meraih jemari lentik kasihnya. Nara menjauh, tak ingin di sentuh Taehyung.

"Akhiri saja sampai disini. Lagipula, kemarin aku lihat kau jalan dengan Seohee."

Taehyung menggeleng. Saat itu ia terpaksa karena tak mungkin membiarkan Seohee pulang sendiri setelah rapat proyek kerja mereka selesai.

Taehyung mencoba berargumen, tapi telapak Nara yang terangkat di udara menginterupsinya.

"Cukup. Aku tak mau dengar alasanmu. Cari wanita lain sana," ujar Nara sambil lalu. Taehyung memandang punggung Nara pedih. Matanya berkaca-kaca.

Tak tahukah Nara bahwa kegilaannya pada pekerjaan itu karena ingin mencari uang yang banyak untuk membangun rumah mereka?

Tanpa sadar air matanya meluruh. Ia sudah jatuh hati pada Nara. Cinta mati, tepatnya. Gadis itu orang pertama yang mendukung semua kesukaannya akan memotret.

Hwang Nara adalah alasan Taehyung untuk bertahan dengan hobinya walau orang tua pria itu menentang. Menjadi fotografer tak bisa menjamin dia hidup enak, itu alasan orang tuanya. Dan memang benar. Taehyung tak bisa mengajak Nara makan di restoran mahal sekalipun.

Tapi, ia berusaha. Ia giat mengumpulkan uang dan menjual hasil potretnya hingga akhirnya bisa membuat studio sendiri. Rencananya ia akan membeli rumah setelah studionya mulai terkenal.

Namun, apa yang ia dapat setelah tiga bulan meninggalkan wanita itu dengan alasan sibuk mencari tabungan masa depan?

Ia sudah pamit pada Nara sebelumnya. Sudah meminta gadis itu sabar karena Taehyung ingin benar-benar serius padanya. Nara sudah setuju untuk sabar tiga bulan lalu.

Sayangnya, pertemuan pertama mereka setelah tiga bulan berlalu berakhir dengan remuknya hati pemuda Kim itu.

Nara memilih pergi. Menyerah atas kesungguhan Taehyung membawanya ke hubungan sakral. Nara tak tahu Taehyung sudah menyiapkan cincin di balik saku jaket denimnya.

Siap melamarnya saat itu juga.

...

Sudah seminggu sejak insiden diputusnya Taehyung terjadi. Pemuda yang selalu kelihatan tampan dan segar itu mendadak berubah jadi mayat hidup yang diisi nyawa kosong.

Kantung mata terlihat jelas di bawah matanya. Rambutnya kelihatan kering karena belum keramas. Beberapa sahabat Taehyung sudah coba menghibur, tapi gagal total.

Taehyung dan seluruh bagiannya sudah dibawa pergi oleh Nara.

Pemuda Kim itu diam di sudut kamarnya. Jadwalnya memotret acara pernikahan pukul 3 ia lewatkan karena tak mampu.

Tubuhnya berbalut jas formal. Rambutnya sudah diberi semir rambut dan ditata klimis. Namun, saat melihat dirinya di cermin membuat Taehyung dihantam batu besar.

Ia tak mau ke acara pernikahan. Harusnya ia saat ini sedang bersama Nara dan mencoba gaun dan jas untuk pernikahan mereka. Sayangnya, itu semua hanya angan Taehyung.

Tak akan ada Nara dengan gaun pengantin cantik dan janji sakral bersamanya sampai maut memisahkan. Taehyung tak kuat membayangkan Nara menikah dengan pria lain.

Ia tergugu lagi. Sumpah, rasanya sakit di hatinya makin berasa.

Ia lirik kameranya di samping tubuh. Kamera pertama dan paling berharga karena kamera itulah saksi bisu perjuangan Taehyung dalam mendapatkan hati Nara. Kamera itu khusus untuk Naranya. Berisi ratusan foto Nara yang Taehyung ambil candid ataupun dengan kesadaran penuh.

Diraihnya benda itu dengan tangan gemetar. Ia benci kelihatan sakit dan menderita sendirian. Dia juga ingin lupa seperti Nara. Dia juga ingin biasa saja seperti sahabat-sahabatnya saat putus cinta.

Tapi, tak bisa. Ia tak sanggup keluar dari bayang-bayang kisahnya dan Nara.

Kim Taehyung berakhir tidur di lantai dengan memeluk kameranya hingga pagi.[]

Cerita ini dibuat untuk Lalaaaapr yang sudah berpartisipasi dalam memberikan judul.

Thanks for being you! 💜

Xoxo,
Kacoo.

ɱɛɱɛɳtѳ. [ ɓtร ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang