Mikrokosmos

84 11 15
                                          

I'm in love with Hogwarts!au.
...

[ Jungkook ; Mikrokosmos ]
.
.
.

Jungkook tak mau bangun dari kasurnya di asrama Slytherin sejak makan malam satu jam yang lalu. Padahal, semua hyung kesayangannya sudah datang dan membujuk Jungkook dengan berbagai makanan. Jungkook biasanya langsung luluh jika begitu, tapi kali ini agaknya tak mempan.

Yoongi yang jengah lantas menghampiri si bungsu. Jubah Ravenclaw kebesarannya sudah lepas dan bertengger di kursi kamar itu.

"Kau ini kenapa sih, Kook? Ada masalah apa?"

Jungkook diam saja. Bergelung dalam selimut dan memunggungi kakak-kakaknya. Matanya berkaca-kaca.

"Hyung ada rapat prefek lima menit lagi, Kook. Yoongi hyung, Tae, tolong urus Jungkook," ujar Namjoon si prefek Ravenclaw. Empat di antara mereka pamit duluan karena memang keempatnya prefek dari masing-masing asrama.

Jungkook menyingkap selimutnya dan menampakkan wajahnya yang keruh.

"Pasti habis dijahili anak Gryffindor kan kau?" tanya Taehyung yang duduk di jendela kamar.

Jungkook menggeleng kecil. "Bukan itu."

"Lalu, kenapa, Kook?"

Jungkook gugup. Ia takut Yoongi hyung akan marah karena mendengar alasannya yang kekanakkan.

"Aku iri pada hyung-hyung semua," cicit Jungkook tanpa berani menatap Yoongi yang melotot terkejut.

Taehyung menyahut tak habis pikir, "Apa yang perlu dibanggakan dari kami, sih? Lihat aku! Kau iri dengan sikap tak bisa diaturku, hm?"

Yoongi menjitak kepala Taehyung yang memang hanya berjarak sejengkal darinya. Taehyung mengaduh sakit, sedangkan Yoongi mendelik marah.

"Kalian semua keren. Jimin hyung, Hoseok hyung, Namjoon hyung, dan Seokjin hyung jadi prefek asrama mereka. Yoongi hyung selalu dapat peringkat 1 di Ravenclaw bahkan mungkin Hogwarts karena kejeniusannya. Tae hyung pandai sekali bermain Quidditch dan bahkan ahli dalam Ilmu Pemeliharaan Satwa Gaib. Aku merasa tak punya apa-apa untuk dibanggakan." Jungkook meringkuk di balik selimutnya. Menyembunyikan wajahnya lagi karena malu dan sedih.

Yoongi mengulum senyum maklum. Jungkook belum tahu saja seberapa irinya dia pada bocah bongsor di hadapannya.

"Kook, pernah mendengar kata-kata ini? Semua orang selalu punya cahayanya sendiri. Tak terkecuali kau. Kau belum tahu saja pesona dalam dirimu."

Taehyung mengangguk walau tak ada yang melihatnya. Bibir tebalnya gatal untuk tak menyahut, "Jungkookie tak sadar ya kalau kau itu punya kekuatan super?"

Jungkook melongo tak percaya, sedangkan Yoongi hanya bisa memejamkan mata menanggapi keanehan sahabat sejak kecilnya itu.

"Kekuatan super? Apa, hyung?"

"Membuat hyungddeul dan semua orang lemah. Kau tak sadar ya kalau kau itu si bungsu kesayangan Hogwarts? Lihat saja Mr. Kang yang galaknya minta ampun itu bisa luluh hanya dengan menatap matamu. Kau luar biasa, Kook!"

Yoongi kali ini menaikkan alisnya kaget. Omongan Taehyung tumben ada benarnya.

"Tapi, Jungkook ingin sesuatu yang lebih hebat lagi!"

Yoongi membalas dengan elusan di pucuk kepala Jungkook yang tertutup selimut, "Hyung lihat kau berpotensi di Ilmu Ramuan, Kook. Kembangkan kesukaanmu itu dan hyung yakin tak lama lagi kau akan jadi ahli Ilmu Ramuan di Hogwarts."

Jungkook tampak goyah. Ia menyingkap selimut dan menatap hyungnya.

"Benarkah?"

"Tentu. Selama kau ada niat dan usaha, pasti jalannya akan semakin mudah."

"Seperti niat dan usahaku dalam melepas buckbeak ke halaman Hogwarts, Kook," sahut Taehyung dengan senyum kotak bodohnya.

"Dan berakhir mendapat detensi dari Mrs. Bae? Oh, patut dibanggakan, Tae," sindir Yoongi yang membuat Taehyung mencebik sebal.

Jungkook tertawa kecil. Menarik atensi dua orang yang lebih tua di kamarnya itu. Lantas, si bungsu duduk dan tersenyum lebar.

"Terima kasih, hyung. Aku jadi termotivasi untuk sekeren kalian. Tunggu saja!"

Yoongi dan Taehyung tersenyum kecil. Jungkook mereka yang enerjik dan ceria sudah kembali.[]

Cerita ini dibuat untuk RaeRa1112Kang dan taecax yang sudah berpartisipasi dalam memberikan judul.

Thanks for being you!💜

Xoxo,
Kacoo.

ɱɛɱɛɳtѳ. [ ɓtร ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang