13

796 44 7

Srett...

Dian terkejut saat tirai uks terbuka, bukan apa2 dian kira itu andra dan dian bisa jelasin semua nya agar andra tidak lagi salah paham kepada ayah nya dan juga tante dian yang berujung andra benci dan balas dendam pada dian.

Tapi dugaan dian salah, yang membuka tirai bukanlah andra melainkan rizky dengan raut muka yang menujukkan rasa khawatirnya.

"Dian kamu ngga papa kan? Gimana cerita nya bisa luka gitu sih?Mana tuh bocah songong katanya mau nungguin?" Tanya rizky beruntun dengan nafas yang terengah-engah karna sedari tadi berlari dari kelas menuju uks.

"Tarik nafas dulu ki" bukan nya menjawab dian malah terkekeh karena sikap rizky yang menurut nya berlebihan.

"Jawab dian!"bujuk rizky.

"Oke,aku ngga papa, luka ini gara2 aku ngga hati2 jadi terkena paku meja, dan andra aku yang suruh andra keluar"bohong dian.

"Oh gitu, lain kali hati2 ya jangan bikin khawatir lagi"ucap kiki, tangan nya perlahan menyentuh tangan dian yang terluka.

"Ki aku mau ke ruang kepala sekolah"

"Ngapain?"

"Ada urusan sama pak winata"

"Aku temenin"

"Ngga"

"Aku temenin atau ngga aku izinin kamu keruang kepala sekolah"ancam rizky.

"Yauda tapi kamu diluar aja yaa"pasrah dian yang langsung dijawab anggukan kepala oleh rizky.

***

Tok tok tok

"Masuk"suara winata terdengar jelas di telinga dian dan juga rizky, yaa mereka sedang berada di depan ruang kepala sekolah sekarang.

"Kamu disini aja ki" ucap dian.

"Iya bawel"jawab rizky.

Perlahan dian membuka pintu ruangan winata dan masuk kedalam ruangan nya.

"Dian? Ada apa nak?" Sapa winata dengan nada sedikit terkejut.

Yaa winata memang mengenal Dian padahal winata tidak begitu hafal dengan siswa yang berada di sekolah nya, tapi karna Dian adalah wanita pertama yang andra bawa kerumahnya winata jadi ingat bahkan hafal dengan dian.

"ada yang mau saya bicarakan, bisa kita bicara pak?"tanya dian hati2.

"Silahkan duduk"jawab winata ramah.

"Pak saya ponakan tante vanni" ucap dian to the point.

"Apa!? Sebentar apa kamu Dian prisia putri?" Kaget winata ingatan nya langsung berputar pada memori 2 tahun yang lalu.

Dian menganggukkan kepala sebagai jawaban.

"Dan pak saya tau kejadian 2 tahun lalu, walaupun saya tidak melihat langsung tapi tante vanni sudah menceritakan semua nya, dan waktu kejadian itu saya berada di kantor bapak ingin mengantarkan dokumen tante vanni yang ketinggalan, saat di parkiran saya tidak sengaja bertemu andra yang sedang mengejar tante kirana yang menangis, tanpa sengaja tante kirana menabrak saya lalu tante kirana menatap saya dan bertanya 'siapa kamu' dan yang paling buat saya terkejut tante kirana tampar saya saat saya jawab kalo saya adalah ponakan tante vanni dan mau mengantar dokumen nya yang ketinggalan. awal nya saya kaget pak tiba2 saya dimarahin, di caci maki sama tante kirana juga andra yang ikut membentak, tapi setelah saya bertemu tante vanni dan tante vanni ceritain semua nya akhir nya saya paham pak alasan kenapa tante kirana dan andra marah kepada saya"jelas dian panjang lebar.

DiandraTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang