KALANDRA 👟 04.

33 5 8

Ariana Grande- One Last Time
Khusus part ini lagunya Ariana 😊

. . .
Nggak semua mantan itu adalah musuh.

KALANDRA?

Kalian pasti sudah tahu, siapa dia,  ya dia adalah mantan pacarku.Aku Erika, mahasiswi FPBI,  aku kenal Kala, sejak semester 4 lalu, dia begitu memikat, wajahnya seperti anak baru lulus SMA.

Aku hanya bisa tersenyum getir, ketika aku melihatnya lagi  tadi saat  di depan kelasku. Kupikir dia datang untukku, tapi aku salah, dia bukan datang menemuiku, malu rasanya tapi aku bisa apa ? Meminta maaf juga sudah tak berlaku untukku.

Andai saja waktu itu aku tidak bertindak bodoh dan meninggalkannya, mungkin saat ini aku tengah asik makan di kantin berdua bersama Kala.

"Cie ketemu  Kala, seneng pasti seneng," goda Kia.

"Kiara, plis, nggak usah bahas Kalandra," protesku,  Kiara itu menyebalkan, andai saja dia tahu kalau aku masih menyukai Kala. Tapi buat apa ? Toh Kala sudah muak mungkin denganku.

"Ini kelakuan kamu di belakang aku Rik? Tega ya,  Ya Allah, aku pikir kamu baik Rik, ternyata bener kata Bang Ravi, aku kecewa sama kamu Rik."

Ucapan Kala waktu itu terus membuatku resah, rasanya aku benar-benar membuat kesalahan besar, membuat Kala kecewa. Entahlah.

Dia jauh lebih percaya pada Abangnya itu dari pada aku kekasihnya. Aku kesal, bahkan saat aku ingin jalan bersama dengannya diam-diam Bang Ravi menjadi penguntit kami, siapa yang tidak kesal coba.

Aku sudah berulang kali memberitahu Kala, tapi dia hiraukan, saat itulah aku benar-benar menyerah dengan Kala, yang selalu di awasi oleh Abangnya itu.

Dia tidak sadar apa, kalau dia itu anak kuliahan, bukan anak SMP atau SD, yang harus terus di awasi. Sejak itulah aku mulai berbohong ketika kami ingin kencan, atau membuat janji yang lain.

"Aku jemput kamu ya, kamu di mana Rik?"

"Ngga usah La, aku  lagi banyak tugas, maaf ya nggak bisa temenin kamu latihan."

Itu terakhir kalinya aku dan Kala berkomunikasi, sampai saat ini pun aku masih menyesali atas perbuatanku sendiri, aku menyingkirkan orang yang mau menerimaku dengan tulus, sedangkan aku malah melukainya dan menerima orang yang selalu acuh padaku, seperti Neandro, aku bersama Andro tapi pikiranku selalu pada Kala.

"Kamu itu milik aku, ngepain sih mikirin cowok nyebelin kaya dia, kamu tahu, kan, aku jauh lebih populer darinya. Ingat itu !"

Sebenarnya bukan ancaman Andro yang aku takuti, tapi Andro begitu kasar padaku, sesak dan mungkin Kala akan mentertawakan aku jika dia tahu aku sekarang.

Untuk kali pertamanya aku bisa melihat wajah Kala setelah hampir setahun aku berpisah dengannya.

Aku selalu ingat ucapan Tante Mentari jika aku berkunjung ke rumahnya, beliau begitu ramah, manis, dan baik. Ibu yang selalu sabar dengan anak-anaknya. Kebetulan saat itu aku juga bertemu dengan Bang Ravi, kakak kedua Kala, dia tampan, maskulin, dan keren.

Tapi tidak dengan ucapannya yang begitu pelan tapi menusuk. Ya itu pertama kalinya aku merasa kalau Bang Ravi sangat menyeramkan.

"Kalau sama Kala, harus sabar, dia manja, tapi dia setia kok, kamu perempuan pertama yang Kala kenalkan ke Tante."

Wanita pertama? Iya memang benar, selama aku mengenal Kala, dia selalu  baik dan sangat perhatian padaku. Dia rela menjemputku padahal dia sendiri tidak ada mata kuliah. Sweet? Sepertinya begitu.

KEY [COMPLETED]Read this story for FREE!