Pengajuan proposal

731 18 0

follw dan vote jangan lupa ya

awas baper!


Pengajuan proposal

Jam dinding antik yang berdiri disudut ruang tamu menunjukkan sekarang tepat jam delapan pagi, biasanya jam segini nyonya dirumah putih itu sedang sibuk memberikan hak-hak yang semestinya didapat oleh tubuhnya, hak sholat sunnah dhuha. Dari pagar terlihat seorang masuk, memang pada pagi itu pintu pagar belum ditutup, entah karena bik Sopia lupa atau memang karena sangat sibuk di dapur. Maryam juga deikian, ia sibuk menemani anaknya makan pagi sambil lari-larian dikejar oleh pembantunya Sari.

"Assalamu'alaikum" sayup-sayup terdengar suara orang mengucapkan salam dari arah pintu depan, awalnya Maryam tak menggubris. Setelah 3x terdengar ucapan salam dan mjerasa yakin ada seorang yang datang barulah ia berjalan keluar.

"Waalaikum sallam"

Jawab Maryam sambil mendekati pintu depan. Di depan rumah dari kaca jendela terlihat seorang gadis berhijab sudah duduk rapi dengan masih menggunakan jas putihnya. Maryam menerka-nerka, siapa kira-kira orang itu.

"Cari siapa ya?" tanya Maryam penasaran

Gadis itu terkejut, ia langsung berdiri dan menyalami tangan Maryam.

"Maaf, Uminya ada? Saya muridnya"

"Oh, mau ketemu Umi, ada. Tapi, Umi lagi sholat. Tunggu dulu aja ya"

"Baik"

Maryam pergi meninggalkan gadis itu, ia kedapur dan meminta Bi Sopia menyiapkan segelas the hangat untuk tamu didepan serta membawa toples yang berisi rengginang untuk disajikan sebagai cemilan tamu.

Setelah setengah jam menunggu, Umi akhirnya keluar dari kamarnya. Maryam segera memberitahu bahwa didepan sudah ada seorang yang menunggu Umi. Tanpa menunggu lagi, Umi langsung keluar. Setelah dipastikan siapa tamunya, Umi siti langsung meminta gadis itu masuk dan mengobrol diruang tamu membawa the dan setoples rengginang masuk bersama.

Maryam sedikit penasaran, sebenarnya siapa gadis itu, ia ingin keluar, hanya saja merasa tidak enak, mungkin ada hal penting yang gadis itu ingin beritahukan kepada Umi dan tidak ingin orang lain mengetahuinya. Maryam paham betul dengan privasi. Setelah sekitar 20 menit, sang tamu pamit pulang. Umi mengantarkannya sampai pagar.

Umi masuk kerumah, meletakkan sebuah map plastic berwarna kuning ke dalam lemari, kemudian duduk di meja makan disebelah Maryam.

"Tadi itu siapa, Mi?"

"Oh, itu tadi murid Umi"

"Ada keperluan ya?"

"Iya"

"Apa, Mik?"

"Lihat aja map nya kalau mau tau"

"Boleh Mi?"

"Boleh atuh!"

Maryam segera berdiri, menuju ke lemari putih itu dan mengambil map yang tadi Umi simpan. Ia melihatnya seksama. Lembar demi lembar ia buka, ia juga membacanya berulang. Baru kemudian paham.

^^^

Tepat jam setengah Sembilan malam, suasana rumah sudah hening. Maryam sudah tertidur pulas menemani anaknya yang juga sudah bermimpi, terlihat dari senyum-senyum di bibir balita itu saat Nininya mengintip dari pintu kamar. Suami Umi khadijah juga sudah tertidur, mungkin karena lelah tadi siang mengurusi kambing yang lagi-lagi melahirkan di kandang.

Dzikir Cinta (Selesai)Where stories live. Discover now