Chapter 7

204 159 181

"Lo kenapa Key? Ada masalah apa? Coba cerita sama gue, siapa tahu gue bisa kasih solusi tentang permasalahan lo," ujar Nayra sembari menatap Keysa penuh iba.

"hiks hiks hiks.... Nayy! Gue gak jadi ke Korea! Gue gak jadi nonton konser BTS, padahalkan gue mau jumpa oppa Jungkook....
Hiks hiks hiks...." jawab Keysa yang membuat Nayra tiba-tiba memasang wajah yang amat datar.

"Gue kesal sama nyokap gue! Padahal dia udah janji sama gue, bakalan beliin tiket konser! Nyatanya apa? Gue di PHP in!" timpal Keysa lagi.

"Lo, nyuruh gue datang kesini cepat-cepat, sampai-sampai lo ngekepslok chat! Yang seakan-akan lo emang mau bicarakan hal penting ke gue! Tapi, rupanya apa? Lo malah bahas beginian ke gue! Pakek acara nangis histeris segala! Udah kayak orang yang kehilangan suaminya aja," bentak Nayra kesal dengan Keysa yang hampir ngebuat dia panik setengah mati.

"Ihh Nayra! Kok lo malah marah-marah sama gue! Seharusnya lo ngehibur gue dong, bukannya malah marah-marah ke gue!" ujar Keysa yang tidak terima dibentak Nayra.

"Key, lo bisa berfikir gak? Gue tu sempat khawatir sama lo, gue kira e-lo ada masalah besar, makanya lo sampe ngechat gue kayak gitu," ujar Nayra sedikit merendahkan suaranya.

"Yaa, lo gak perlu lah bentak-bentak gue. Kan gue orangnya paling gak bisa dibentak Nay, lo tau kan itu? Tapi sorry yaa, gue sampe buat lo khawatir. Habisnya gue kesel plus bete sih, sama nyokap gue. Jadi gue butuh lo untuk nemenin gue refresing," jelas Keysa yang merasa menyesal karena membuat Nayra khawatir.

"Humm ya," jawab Nayra singkat.

"Lo maafin gue kan Nay?" tanya Keysa sembari memasang wajah penuh penyesalan.

"Hahh, iya." jawab Nayra dengan wajah datar.

"Aaa.... Makasih ya dearr...." ujar Keysa senang karena Nayra memaafkannya. Akhirnya, Nayra dengan lapang dada, mau menemani Keysa hari ini untuk menebus kesalahannya yang tadi sempat membentak Keysa. Mereka berdua pun, berjalan-jalan bersama menghabisi waku libur.

***

Di lain tempat...

Andre kembali datang ke rumah Nayra. Andre berniat ingin mengajak Nayra jalan. Saat Andre sudah berada di rumah Nayra, Andre mengetok pintu rumah Nayra beberapa kali.

Beberapa saat kemudian, mbok Siti pun membukakan pintu dan mempersilahkan Andre masuk.

"Mbok, Nayranya mana?" tanya Andre saat ia telah duduk di ruang tamu.

"Oh, Non Nayra? Non Nayra tadi izin keluar Den... Katanya mau ketemuan sama Non Keysa," jawab Mbok Siti.

"Owalah.... Udah dari tadi ya Mbok?" tanya Andre lagi.

"Iya Den.... Setengah jam yang lalu Non Nayra pergi," jawab Mbok Siti.

"Ooo.... Makasih ya Mbok," ujar Andre sedikit kecewa karena batal mengajak Nayra jalan.

"Iya Den, sama-sama. Ngomong-ngomong, si Aden ni, suka ya sama Non Nayra?" tanya Mbok Siti terus terang.

"Ahh Em-bok, kepo aja urusan anak muda," jwab Andre sedikit malu-malu.

"Ehh Aden.... si Mbok bukannya kepo, cuman penasaran aja atuh Den sama perasaan Aden..." ujar Mbok Siti seraya menyugukan makanan yang berada di atas meja.

"Yaelahh Mbok, apa bedanya Mbok?" seru Andre geleng-geleng dengan jawaban Mbok Siti.

"Tapi, ya Den.... Aden mesti tau, kalau sebenarnya Non Nayra adalah gadis yang baik dan penurut. Ia selalu mendengarkan semua omongan Mbok. Apalagi Non Nayra dari kecil si Mbok yang rawat, jadi si Mbok paham betul dengan sifatnya. Emang sih, Non Nayra sedikit jutek dan cuek tapi, sebenarnya dia anak yang ramah dan penyayang," ujar Mbok Siti mendeskripsikan sifat dan perilaku Nayra kepada Andre.

"Mbok! Andre mau nanya, tadikan Mbok bilang, kalau Nayra dari kecil, si Mbok yang rawat. Emangnya orangtua Nayra kemana Mbok?" tanya Andre penasaran dengan kisah Nayra.

"Kedua orangtua Non Nayra sudah pisah lama, pada saat umur Non Nayra genap 2 tahun. Tuan atau papa Non Nayra, merupakan pengusaha sukses di London. Tuan pun, dengan terpaksa harus tinggal menetap dan menjadi warga negara London. Saat Nyonya sedang mengandung Non Nayra, yang mana kandungan Nyonya saat itu, berusia enam bulan. Nyonya pergi ke London menyusul Tuan. Nyonya tinggal bersama Tuan di London dan melahirkan Non Nayra disana. Nyonya kembali lagi ke Indonesia sembari membawa Non Nayra, yang masih berusia 2 tahun. Ketika Nyonya kembali lagi ke Indonesia, Nyonya mengatakan kepada saya bahwasanya Nyonya dan Tuan sudah pisah. Saya yang mendengarkan pernyataan Nyonya, sontak kaget tidak menyangka bahwa mereka sudah pisah. Nyonya tidak menceritakan alasan mereka pisah kepada saya. Mulai sejak itu, Nyonya sering mengurung diri di kamar.
Pada saat Non Nayra genap berumur tujuh tahun, Nyonya pergi meninggalkan rumah tanpa pamit, kepada saya dan Non Nayra. Nyonya hanya meninggalkan secarik kertas diatas nakas, yang mana Nyonya menitip pesan kepada saya untuk menjaga dan merawat Non Nayra. Nyonya tidak memberitahukan kemana dia pergi, ia mengatakan bahwa suatu saat nanti, Nyonya akan kembali lagi untuk menemui Non Nayra," ujar Mbok Siti menjelaskan panjang kali lebar kisah miris Nayra.

Andre tak menyangka bahwasanya Nayra merupakan anak yang Broken home. Ternyata setelah dipikir-pikir, kehidupan Nayra tidak beda tipis dengan Andre. Tapi, lebih mirisan Nayra karena ia sudah lama tidak bertemu dengan mamanya, ditambah lagi ia tidak tau dimana mamanya kini berada.

"Terus Mbok, gimana dengan papanya Nayra? Apa ada kabar dari papanya Nayra selama ini?" tanya Andre penasaran tentang kabar papanya Nayra.

"Tuan tidak pernah sekali pun menghubungi Non Nayra, saat Tuan sudah pisah dengan Nyonya," jawab Mbok Siti mulai meneteskan air mata mengingat kemalangan nasib Nona nya itu.

"Yaa ampun.... Apakah mama sama papa Nayra gak rindu sama anaknya sendiri? Sampe setega itu ninggalin dan gak ngehubungin anaknya sama sekali," ujar Andre yang tidak habis pikir dengan jalan pikir kedua orangtua Nayra. Tapi Andre, merasa kagum dengan Nayra. Nayra bisa menyembunyikan kepedihan dan luka yang amat dalam ini sendirian, tanpa membaginya dengan orang lain.

"The Power Of Girl," batin Andre.

"Okeyy Mbok, makasih atas infonya mengenai Nayra. Andre bakalan bantu Nayra untuk bertemu kembali dengan kedua orangtuanya," ujar Andre sembari menyemangati Mbok Siti yang tampak putus asa dengan keadaan yang menimpa Nayra.

"Iya Den, sama-sama. Mbok ceritain ini semua ke Aden, karena Mbok percaya bahwa Aden bakalan menghidupkan kegelapan dalam diri Non Nayra," seru Mbok Siti sembari tersenyum.

"Sip Mbok, Andre gak bakalan kecewain kepercayaan yang Mbok kasih ke Andre. Kalau gitu Andre pamit pulang dulu ya Mbok? Daa Em-bok...." pamit Andre kepada Mbok Siti lalu, berlalu pergi.

🍁

🍁

🍁


"Okeyy Readers, maafin kejahilan Author ya? Yang sempat bikin kamu penasaran dengan Keysa:) Semoga kalian gak marah ya sama Author:("

"Kisah masa lalu Nayra yang dicertakan diatas, itu baru sebagian dari masa lalunya. Because masih banyak lagi misteri masa lalu Nayra. Maka dari itu, jangan bosan untuk update terus ceritanya, and jangan lupa vote serta comentnya:)"

#SalamSayangAuthor😙

Street In My LifeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang