Part 3

1 1 0

"Velya bangun nak ,udah siang. Kamu sekolah nggak." Velya hanya menggeliat kecil membuat Alin-mama velya menggelengkan kepalanya heran dengan sikap anaknya yang satu ini.

"Udah ma sini biar aku aja yang bangunin." Ujar ivan yang baru saja memasuki kamar velya.

"Dibangunin pakek cara apa bang, orang dari tadi mama bangunin gak bangun-bangun."

"Urusan gampang ni ma" Ivan pun mendekati tempat tidur velya dan--.

"Kebakaran-kebakaran ,rumah kita kebakaran ,cepet bangun semuanya." Teriak ivan tepat ditelinga velya seketika membuat sang empunya terbangun dan berlari berputar-putar di atas kasur sambil teriak tak jelas.

"Tolong-tolong velya gak mau mati,mama bantuin velya keluar kamar, abang tolongin velya." Teriakan dan tingkah velya membuat sang mama dan abangnya tertawa terbahak-bahak melihatnya.

Seolah sadar akan sesuatu velya berhenti berlari dan  sadar bahwa ia sedang dikerjai oleh abangnya.

"Abangggg." teriak velya marah pada abangnya dan berniat untuk mengerjanya, tapi suara dari mamanya membuat velya mengubur  kembali hasratnya untuk membalas dendam kepada abangnya.

"Velya jangan teriak-teriak ,cepat mandi dan langsung turun ke bawah. Mama tunggu di meja makan.Se-ka-rang." Ujar alin tegas

"Iya ma" Setelah itu alin melenggang pergi keluar dari kamar velya, dan sekarang hanya ada abangnya dan dirinya.

"Untuk kali ini bang vandro selamat. Tapi pulang sekolah abang abis di tangan el." kata velya tajam dan  hanya ditanggapi dengan juluran lidah mengejek.

"Udah cepetan mandi. Lama abang tinggal." dengan segera velya berlari menuju kamar mandi untuk melakukan ritual paginya.

......

"Pagi mama alin." Sapa velya sambil mencium pipi sang mama.

"Pagi juga sayang, cepetan duduk makan baru berangkat sekolah."

"Iya ma."

"Mama aja nih yang disapa, masak abang enggak." Ucap ivan yang tidak digubris oleh velya.

"Yah maa, el kok ngambek." Tanya ivan pada mamanya.

"Salah kamu tadi ngerjain velya segala."

"Canda doang tadi el." Ujar ivan  sesekali menoel-noel pipi velya.

"Apaan sih." kesal velya

"Jangan ngambek dong el, nanti abang beliin jajan deh." Bujuk ivan

"Dari kemarin janji mulu, tapi gak di beli-beliin. Dasar cowok banyak janji."

"Kali ini janji deh nanti pulang sekolah langsung beli di indomaret tapi jangan ngambek."

Dengan mata berbinar velya mengangguk setuju, dan tidak ngambek lagi pada ivan.

"Yaudah kalian jangan ngomong terus, cepet berangkat sana." Perintah Alin.

"Iya ma ,kita berangkat dulu ya." Pamit ivan dan velya bersamaan tak lupa menyalimi tangan sang mama.

"Iya hati-hati  di jalan."
Diberi anggukan oleh mereka berdua.

...............

Di lain tempat seorang laki-laki mengerjapkam matanya berkali-kali, menerima sinar matahari yang menusuk retina matanya. Ia terbangun dan melihat ke arah jam weker di atas nakasnya. Matanya membulat sempurna ketika melihat jarum jam menunjukan angka tujuh kurang sepuluh menit. Seketika membuat ia cepat-cepat masuk kamar mandi untuk mekakukan ritual paginya.

Lelaki itu adalah Vandro. Orang yang disukai oleh velya sejak pertama mereka bertemu.

_skip_ --

"Pagi bunda, Ayah." Sapa seorang lelaki kepada orang tuanya tak lain tak bukan adalah vandro.

"Pagi juga nak." Ucap leta-bunda vandro dan bagas-papa vandro bersamaan.

"Sini nak makan dulu sebelum berangkat." ujar bundanya

"Vandro telat bun, langsung berangkat aja." ujarnya terburu-buru sambil menyalimi tangan kedua orang tuanya.

"Hati-hati ,jangan ngebut kalo naik motor." Nasihat leta.

"Iya bun."

Setelah berpamitan vandro keluar dari rumahnya dan masuk ke dalam mobilnya untuk menuju ke sekolah.

............

_Di koridor sekolah_

Entah ini kesialan bagi vandro atau kebutuntungan bagi velya. Mereka berdua bertemu di koridor sekolah saat jam pelajaran berlangsung. Saat itu velya habis dari kamar mandi dan ingin munuju kelasnya,namun di tengah perjalanan langkah kaki velya terhenti ketika bertemu seseorang yang membuat ia jatuh cinta beberapa hari yang lalu.

"Eh ketemu jodoh, telat ya kak, kok gak di hukum sih, atau jangan-jangan mau bolos." Tanya velya bertubi-tubi

"Bukan urusan lo." Ketus vandro

"Jangan galak-galak kak, nanti el makin suka loh." Vandro tak menggubris ucapan gadis di depannya itu.

"Kak vandro tuh kalo ditanya jangan diem aja, kata mama kalau orang tanya itu harus di jawab, kalau nggak di jawab nanti dosa."

"Bisa diem gak." Ketus vandro.

"Enggak, mulut itu buat bicara bukam buat diem, kan percuma kalo punya mulut gak di buat biacara." Jawab velya polos. Sangking tak bisa diamnya velya diberi tatapan tajam oleh vandro, tatapan itu tidak membuat vely takut malah terkekeh geli sontak membuat vandro bingung, biasanya jika orang diberi tatapan begitu olehnya mereka akan takut dan menunduk, tapi tidak dengan velya malah senyum-senyum tak jelas.

Cewek gila, batin vandro.

"Hee, kalian ngapain disitu, ini saatnya jam pelajaran cepat masuk kelas." Perintah seorang guru yaitu Bu Debi guru ter killer di sma ini.

"Iya bu." ucap vandro dan velya bersamaan sambil berlali menuju kelasnya masing-masing.

Dan akhirnya vandro terbebas dari cewek yang ia sebut gila itu.

............

"Mungkin itu saja pelajaran kali ini yang dapat saya sampaikan, kalian boleh istirahat." ujar seorang guru.

"Iya bu." Jawab kompak semua murid kelas 11 ipa 3.

"El bangun el." teriak lolita sambil mengguncang-guncangkan lengan velya.

"Bentar sepuluh menit lagi"

"Ihh ayo bangun, udah istirahat."

"Iya-iya ini bangun." Dengan tak ihklasnya velya membuka matanya yang terasa masih ngantuk. Dan mereka menuju ke kantin untuk mengisi perutnya yang kosong.

Di perjalanan mereka bersenda gurau dan tak luput dari beberapa pasang mata yang memandang mereka kagum dan ada juga yang memandang tak suka, tapi mereka hanya menghiraukannya.

Sesampainya di kantin velya dan lolita tidak mendapatkan tempat duduk, velya mengedarkan pandangan dan jatuh pada salah satu tempat duduk yang di tempati oleh empat sekumpulan cowok, yaitu vandro dkk. Seketika ide cermelang bersarang pada otaknya.

"Lit ayo ikut el." ajak velya seraya melangkahkan kakinya.

"Mau kemana sih." Tanya lolita.

"Udah ikut aja, nanti kita akan dapet tempat duduk." Lolita hanya menuruti ucapan velya dan mengikuti langakah velya berjalan.

"Haii semua, el boleh gabung gak, el sama lolita gak dapet tempat duduk nih, boleh ya." Bujuknya dengan menampilkan pupy-eyes nya.
.
.
.
.
.
Tbc

*jangan lupa komennya ,buat ngasi saran dan kasih tinggal tanda di vote ya.
* kalau ada yang kurang kalian boleh koreksi:)
*makasih buat kalian yang mau baca ini

WEIRD GIRL(On Going)Read this story for FREE!