6

948 55 9

"Gue tau lo bakal jadi lo yang dulu ndra, dan gue tau lo pasti ada rasa sama dian, dan lo hanya butuh waktu ndra"

DEWI ANGELA

Andra memejamkan mata nya dengan headseat ditelinganya, sesekali andra melirik ke arah dian yang sama sekali tak melirik nya bahkan mata dan kepalanya selalu menunduk, yaah kenapa andra heran bukankah ini yang selalu dian lakukan.

Andra tau ada raut wajah yang berbeda dari dian, andra tau dian pasti masih terluka dengan kata2 andra kemarin, andra sendiri tau letak kesalahan dia dimana. Andra merasah bersalah sekarang, namun andra tetaplah andra, rasa gengsi nya jauh lebih tinggi dari pada rasa bersalah nya.

"Wehh weh buncit dateng woy" teriakk adam sambil lari larian menuju kelas, yahh adam itu ketua kelas di kelas 12ips2, dan buncit itu presetan nama dari bu cita guru fisika.

Seketika lamunan andra buyar karna teriakan adam, dian pun ikut mengangkat kepala nya dan menatap lurus kedepan, dian menoleh ke kanan dan tanpa sengaja manik matanya bertemu dengan manik mata andra yang sedang menatap nya lekat.

Mata meraka saling terkunci untuk beberapa detik sebelum kemudian dian memalingkan wajah nya memutuskan kontak mata dengan andra.

Tak lama kemudian ibu cita atau yang sering dipanggil buncit itu masuk kedalam kelas 12ips2 dengan mengandeng wanita di sebelah nya yang mengenakan baju putih abu-abu atau bisa di sebut seragam sma tersebut, kelas mendadak hening tanpa suara.

"Selamat pagi anak2, kita kedatangan murid baru, ayo perkenalkan diri" ucap bu cita saat telah duduk di kursi gurunya.

Seketika kelas jadi berisik karna ocehan2 siswa kelas 12ips2 mengenai siwa baru.

"Cantik banget anjirr"

"Doi baru gue njirr"

"Wahh gebetan baru"

"Dempul nya ketebalan mba"

Yaa kira2 seperti itulah celotehan2 siswa kelas 12ips2 mengenai siswi baru.

"Ehm nama gue DEWI ANGELA kalian bisa panggil gue Dewi, gue pindahan dari amerika, semoga kita bisa berteman baik" ucap dewi memperkenalkan diri, yahh siswi baru tersebut ialah DEWI ANGELA wanita yang di tolong dian dan wanita yang begitu dekat dengan andra.

"Oke bagus dewi, ada yang mau ditanyakan" tanya bu cita kepada suswa.

"Nomer whattsapp nya berapa" jawab adam asal sontak membuat seluruh isi kelas ketawa kecuali dian dan andra.

"Sudah sudah, kamu bisa duduk di bangku kosong dewi" ucap bu cita.

Dewi hanya mengangguk sebagai jawaban dan sekarang mata nya fokus pada satu meja yang kosong yaitu meja yang bersebelahan dengan meja dian dan juga andra, dewi berjalan menuju meja nya saat melewati meja  dian dan andra dewi sekilas melirik dian dan memberi nya sebuah senyuman manis lalu dijawab senyuman yang tak kalah manis oleh dian.

Dewi duduk di kursi nya dan mengeluarkan buku beserta alat tulisnya.

"Oh jadi pacar andra sekolah disini"gumam dian dalam hati

"Eh eh anjirr ngapain gue mikirin andra coba gapenting banget"batin dian lalu mengenggeleng2kan kepalanya.

"Sinting lo?"tanya andra menghina karna melihat tingkah dian yang aneh dengan menggeleng2kan kepala nya.

Dian sama sekali tidak menghiraukan andra, hati nya masih terlalu sakir saat mengingat setiap perkataan yang andra lontarkan untuk nya kemarin. Baginya kemarin andra sangat keterlaluan, andra selalu seenaknya dalam hal bicara, tapi yang kemarin andra benar2 keterlaluan.

DiandraTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang