Prolog

15.9K 252 2

               Aku berasal dari kaum yang terkenal dengan semangatnya yang membara dan hasrat yang menggebu. Orang-orang menyebutku gila; namun pertanyaan yang muncul belum kunjung terjawab, apakah kegilaan merupakan kecerdasan yang tertinggi atau bukan – apakah begitu mengagungkan – apakah begitu mendalam ? - semua tidaklah tumbuh dari pikiran semata, namun berasal dari puncak kekuatan intelektual.

              Mereka yang bermimpi di siang hari memiliki kesadaran lebih tinggi terhadap berbagai hal yang luput dari pandangan mereka yang hanya sanggup bermimpi di malam hari. Dalam padangan mereka yang kelabu mereka menangkap sekilas keabadian dan getaran-getaran, dan dalam terbangun, mereka sadar telah berada di tepi rahasia besar. Dalam sekejap, mereka mampu memahami kebaikan yang diajarkan oleh kebijaksanaan dan hanya sedikit pengetahuan mengenai keburukan yang mereka resapi. Meskipun demikian, mereka tampaknya mengarungi samudera “ cahaya tak terlukiskan “ yang begitu luas membentang tanpa petunjuk arah atau tanpa kayuh, persis seperti petualangan dalam karya masterpiece Dante Alighieri , “Divina Commedia”.

              Jika memang begitu, maka kita pun dapat menyebutkan bahwa aku memang gila. Walaupun demikian, aku dapat memahami bahwa terdapat dua kondisi yang berbeda dari keadaan mentalku ini  

-          Yang pertama, kondisi pemahaman yang jelas tak perlu diperdebatkan.

-          Yang kedua, kondisi yang dipenuhi dengan bayangan dan keraguan, mengacu pada masa kini serta kenangan-kenangan yang telah membentuk masa-masa kehidupanku pada tahap yang kedua.                                                                                                                                                                    

         Maka dari itu, ketika aku bercerita mengenai kisah-kisah dari masa-masa terdahulu, percayalah; dan begitu aku mengangkat kisah dari masa kemudian, perhatikan saja sekilas hal yang dianggap penting, atau bahkan abaikan saja sepenuhnya, atau, jika kalian masih bingung, maka anggap saja bagaikan teka-teki Oedipus.

EleanorBaca cerita ini secara GRATIS!