3

1K 56 9

"Tuhan, boleh aku mengeluh malam ini? Aku janji hanya malam ini, aku terlalu capek dengan semua nya. Tuhan, boleh aku menyerah? Aku terlalu takut mengahadapi ini semua sendiri."

                                DIAN PRISIA PUTRI

***

Kring kring....
(Anggep aja bunyi bel sekolah)

*Bel pulang sekolah

"Horeee" teriakk beberapa siswa kelas 12ips2 padahal didepan nya masih ada ibu zahra guru matematika yang terkenal dengan rajin dan killer nya.

"DIAM!!,oke pelajaran hari ini cukup sampe disini, jangan lupa kerjakan tugas kalian." bentak bu zahra yang lalu pergi meninggalkan kelas 12ips2 dengan barang2 nya yang ia bawa.

"SIAP BU"teriakk hampir seluruh siswa kecuali andra.

Yahh setelah kejadian tadi siang bersama dian andra jadi tidak fokus, dia bahkan tidak mendengar atau menjawab pertanyaan dari teman2 nya yang ia lakukan hanya diam dan melamun.

Dian yang duduk disebelah andra pun merasa akan perubahan andra tapi sedetik kemudian dian langsung membuang jauh2 pikiran nya tentang andra, bukankah bagus jika andra diam dan tidak membuli nya.

Dian langsung membereskan buku2 nya yang ada dimeja nya, hari ini dian ingin pulang cepat kerumah. Setelah membereskan buku2 nya dian bangkit dari bangku nya, namun dian bingung andra masih setia duduk di bangku nya, lalu bagaimana dian bisa lewat? Pikir dian.yuppss dian duduk di sebelah tembok dan sebelah lagi andra, jadi jika dia ingin keluar dia harus ngelewatin andra? Tidak, dian tidak bisa dian terlalu takut berhadapan dengan andra, dian hanya bisa berdiri dengan kepala tertunduk sekarang.

"Woy bro minggir tuh sih dian mau lewat" ucap ARDHAN RICHARDO sahabat andra.

"Iyaa tuh, hari ini lo kenapa sih banyakan diem gitu, bukan lo banget sumpah" kali ini KEVIN ALVARO yang bersuara karna gemas dengan perubahan sahabat nya tersebut.

Tak menghiraukan pertanyaan dari sahabat2 nya, andra malah mengangkat kepala nya menatap dian yang berdiri tepat disamping nya dengan wajah tertunduk takut dan tangan yang memainkan tali tas nya.

Degg...

Tubuh dian gemetar saat manik mata nya bertemu dengan manik mata tajam andra, dian takut sekarang jika andra marah karna dian telah berani membentak nya waktu istirahat, dian terlalu takut jika harus berurusan dengan andra, dian hanya ingin sekolah layaknya siswa lain, dian hanya ingin tenang, punya banyak teman dan tidak seperti sekarang.

"A-andra eh- i-itu a-aku"

"Bilang mau lewat aja susah bangett cih." belum selesai dian ngomong andra langsung memotong nya

"Ma-maaf per-permisi"gugup dian
"Sana loh gabetah gue kalo satu tahun harus berbagi meja sama lo" bentak andra langsung berdiri meninggalkan dian dan kedua teman nya.

"Dian lo yang sabar yaa, andra sebenernya baik kok, dulu dia ngga gini" ucap ardhan tak tega melihat dian ketakutan.

"Iya bener kita juga gatau kenapa andra berubah tapi yang pasti lo harus sabar yaa" yakin alvaro menepuk pundak dian.

DiandraTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang