Review Drama Go Back Couple

28 4 13
                                                  

Hari ini, ambu tadinya mau bikin cerita fiksi lagi, tapi belum sampai lima ratus kata, ambu mentok. Jadi, ya udah kita bahas drama korea ya. Kali ini ambu review Go Back Couple, drama yang tayang tahun 2017 kemarin.

Bercerita tentang pasangan suami istri yang diperankan oleh Jang Nara sebagai Ma Jin Joo. Dan So Ho Jun sebagai Choi Ban do. Sepasang suami istri, keluarga kecil yang bertahan dengan susah payah, babak belur untuk bertahan hidup.

Choi Ban do yang bekerja menjadi sales obat mati matian bekerja untuk mencari nafkah. Berbagai cara dia lalukan untuk mengambil hati calon pembeli obatnya, para dokter. Choi Ban do bahkan sampai mencatat semua tanggal ulang tahun para dokter. Apapun dia lalukan demi mengambil hati dokter dokter.

Pagi itu, di tanggal ulang tahun pernikahan mereka. Ma Jin Joo terlihat sangat lusuh dan tidak bersemangat. Apalagi saat bertanya pada suaminya ini hari apa, Choi Ban Do tidak ingat inj hari pernikahan mereka.

Ma jin joo marah dan mengambil catatan keramat milik Choi Ban Do. Dan tak sengaja buku itu terjatuh ke baskom berisi air, saat Ma Jin Joo mendengar suaminya mengatakan bahwa jika terjadi sesuatu pada buku itu, maka kita bercerai.

Hal itu membuat Choi Ban Do sangat marah. Buku catatan tentang semua pekerjaan ada di buku itu. Dan sebagian besar telah hilang. Luntur terkena air.

Ma Jin Joo juga terpukul. Mendengar suaminya seperti lebih menyayangi buku itu. Merasa tidak berharga lagi, merasa hanya terperangkap dalam rumah, dan menderita. Tidak bahagia.

Kemudian kita disuguhkan  adegan adegan yang ambu yakin, kalau ibu ibu nonton ini bakalan baper parah.

Ma Jin Joo yang harus menenangkan dan menggendong Choi So Jin, anak mereka ditengah tengah kesibukan ibu rumah tangga. Makan pun terbengkalai.

Saat harus keluar rumah untuk belanja kebutuhan sehari hari, dia minder luar biasa saat berhenti di depan kampus tempat dia berkuliah dahulu, kemudian dipandang dengan pandangan yang merendahkan oleh orang di sekitarnya.

Saat sadar mendapat tatapan seperti itu, Ma Jin Joo yang rambutnya cuma fiikat asal asalan, melihat lagi pakaiannya. Ada noda bekas muntahan So Jin. Dia lihat kebawah, ke sepatunya, sudah lusuh. Membuat Ma Jin Joo tertunduk dalam dalam sambil berusaha menyembunyikan noda di kaos lusuhnya.

Nonton bagian itu nyesek banget buat ambu. Sering kan emak emak ngalamin saat pergi keluar rumah lusuh banget. Bukan nggak mau pake baju dan sepagu bagus. Tapi mengalah dan pake uang yang ada untuk kebutuhan lain yang lebih penting.

Bukan nggak mau dandan biar seger dan enak dipandang mata. Tapi, sedikit sekali waktu yang bisa dipakai untuk sekedar mengurus diri sendiri. Emak emak itu, mandi aja ditangisin bayi kok.. Gimana mau santai dandan?

Percayalah. Nggak ada perempuan yang nggak mau cantik. Nggak ada perempuan yang seneng pake baju jelek kalau dia punya baju yang bagus.

Ma Jin Joo masih harus banyak mengelus dada saat di rumah So Jin menangis terus dan muntah muntah. Sedangkan suaminya bahkan tak mengangkat panggilan telepon darinya.

Dia pergi ke rumah sakit sendiri, merasa sangat bersalah pada anaknya melihat anaknya terkulai lemas dan jarum infus melekat di badannya.

Pulang dari rumah sakit, saat anaknya berhasil tertidur. Ma Jin Joo mendapat surat tagihan kartu kredit untuk suaminya. Ma Jin Joo heran kenapa banyak sekali tagihan motel dalam tagihan tersebut.

Kita biarkan dulu Ma Jin Joo dengan surat tagihan tadi. Sekarang, kita bahas segimana malangnya kehidupan yang harus dilalui Choi Ban Do sebagai kepala keluarga.

Choi Ban Do, dia harus berurusan dengan dr. Park Hyun Seok. Dokter yang diceritakan dalam film ini punya hobi selingkuh. Dan Choi Ban Do bertugas membersihkan jejak jejak selingkuh pak dokter satu ini. Termasuk membuat kartu kredit atas nama Choi Ban Do yang dia pakai berseliberselingkuh.

Puncaknya, saat suatu malam, Park Hyun Seok berencana kencan dengan salah satu selingkuhannya. Dokter Park mencium gelagat istrinya yang curiga, tidak mau tertangkap basah selingkuh, dokter Park memerintahkan Choi Ban Do untuk menjemput selingkuhan nya di motel.

Di luar motel, salah seorang teman Ma Jin Joo mengambil photo Choi Ban do yang tengah berpegangan tangan dengan perempuan sexy di depan motel.

Ma Jin Joo yang sedari siang sudah tertekan batinnya, membaca surat tagihan dengan pengeluaran untuk tidur di motel, mendapat pesan dan photo suaminya yang sedang bersama perempuan sexy cantik terawat di depan motel.

Badannya langsung lemas tak berdaya. Ma Jin Joo melihat pantulan dirinya di cermin yang sangat berantakan. Mata yang menghitam. Baju lusuh penuh muntahan anaknya. Merasa sangat tidak berarti.

Kemudian dia telpon suaminya. Mereka bertengkar. Choi Ban Do yang mengatakan malam ini tak bisa pulang, membuat Ma Jin Joo semakin sedih. Karena menganggap suaminya benar benar sedang berselingkuh. Padahal, Chou Ban Do tidak ingin pulang karena dia tidak ingin terlihat menyedihkan dengan luka bekas tinjuan di wajahnya. Lagi lagi, ulah dr. Park.

Mereka berdua yang sama sama berada di tititk terendah, saling berteriak akhirnya memutuskan untuk bercerai.

Keajaiban membawa mereka kembali ke belasan tahun yang lalu. Saat mereka masih kuliah.

Mereka masing masing ingin mengubah masa depan mereka. Mengejar cinta di masalalu yang mereka yakini akan membuat kehidupan mereka di masa depan nanti lebih baik.

Choi Ban Do yang dalam jiwanya telah menjadi laki laki dewasa berhasil mendapatkan cinta Min Seo Young. Gadis cantik populer kampus, penari balet.

Ma Jin Joo walaupun bukan sengaja mencari. Tapi berhasil mengambil hati Jung Nam Gil, senior ganteng di kampusnya.

Tapi pada akhirnya, setelah mereka mendapatkan cinta dari orang yang mereka kira akan membuat kehidupan mereka lebih bahagia, lebih mudah, dan lebih penuh cinta, mereka tidak mendapatkan bahagia yang sesungguhnya.

Choi Ban do berusaha lagi untuk membuat Ma Jin Joo kembali jatuh hati. Ma Jin Joo ini sudah kepalang patah hati, sulit sekali untuk membuka hati.

Lalu saat Ma Jin Joo sudah terbuka hatinya, Choi Ban Do yang menyerah. Dia rendah diri karena dia sadar selalu memberikan luka untuk Ma Jin Joo. Dia merasa Ma Jin Joo akan lebih bahagia jika tidak bersamanya lagi. Dia melepaskan Ma Jin Joo untuk mendapatkan kebahagiaan yang selama ini abai dia berikan.

Nyesek nggak sih rasanya? Kita disuguhkan sama adegan adegan yang kadang gemes banget sama kelakuan masing masing saling manas manasin, tapi habis itu mereka saling kejar lagi. Dan pas ngejar, orang yang di kejar udah give up.

Pesan paling besar dari drama ini, rumput tetangga emang selu terlihat lebih hijau dan segar. Disaat terpuruk, di titik terendah dalam rumah tangga, wajar kalau kita ingin sebentar saja berlari dari kenyataan.

Tapi, mencari orang lain tidak selalu jadi solusi paling baik. Karena nyatanya, suami istri sudah sedemikian rupa saling terikat satu sama lain, bahkan saat saling menyakiti pun tetap saling merindukan.

Bersenang senang dengan fantasi di masalalu nyatanya nggak bikin mereka mendapatkan bajagia yang mereka cari. Ada hampa yang nggak bisa diisi orang lain disana. Nggak bisa diganti oleh orang yang terlihat jauh lebih baik.

Oh iya, kalau ini ditonton barengan sama suami atau istri gitu, ini bakal ngena banget. Kita diajak buat lihat dua sisi. Suami bakal liat gambaran perjuangan istri tiap hari bergelut sama rumah tuh gimana sih? Istri yang bisa minder parah kalo diluar tuh gimana? Karena Apa? Harus gimana biar nggak kayak gitu? Istri bisa merasa dia nggak dicintai tuh saat apa?

Istri juga bisa liat sudut pandang suami yang lebih sering menyembunyikan banyak bebannya. Istri diajak melihat, suami sampe segitunya loh. Beban mereka berat. Tapi mereka juga bingung harus gimana. Laki laki tuh kasian karena mereka nggak bisa curhat ngeluarin unek unek dengan baik kayak perempuan.

Ambu nonton ini bareng sama abah. Kita nangis di scene yang beda. Ambu nangis saat Ma Jin Joo nya menderita. Abah nangis saat Choi Ban Do berjuang. Berjuang nyari nafkah, dan berjuang juga dapet Ma Jin Joo lagi.

Terus gimana? Mereka akhirnya balik lagi nggak? Tonton aja. Wkwkwkwkkkk...

#littlebees #littlebeeschallenge #littlebees28 #30haribercerita

Ambu Belajar NulisTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang