17. Beloved Enemy

1.1K 136 7

Keylo menghembuskan nafasnya pelan. Senyumnya tak henti terukir sejak tadi pagi. Ini gara-gara Kevan! Cowok itu hobby sekali membuat Keylo panas dingin.

Flashback on-!!

"Van, ayok berangkat.. udah telat ini!" Keylo mendengus kasar, ia menatap kesal kearah Kevan yang masih mengancingkan baju seragamnya. Kevan hanya tersenyum lebar, ia menatap sekilas kearah Keylo dan berkata. "Bentar Key.. tenang aja tar lu gue anterin sampe kesekolah tepat waktu."

"Sekarang udah mau jam setengah tujuh pagi Van!" Kevan menghembuskan nafasnya pelan, Keylo ini memang cerewet dan tidak sabaran.

"Yaudah bantuin gue biar cepet."

"Bantuin apa?"

"Lu pakein gue celana, gue kancingin baju."

"Ogah!" Tolak Keylo mutlak, ia menatap wajah Kevan tajam. "Lu punya tangan sendiri kan? Pake!"

"Tangan gue lagi ribet ngancingin baju.. kalo lu gak mau bantuin gue, berarti lu harus tungguin gue.." ucapan Kevan sukses membuat Keylo memutar bola matanya malas, Kevan itu selalu saja membuat Keylo tidak punya pilihan lain selain menuruti nya. Ia menyebalkan!

"Yaudah gue bantuin, awas aja lu jangan macem-macem!"

"Macem-macem?"

Keylo menghembuskan nafasnya pelan untuk yang kesekian kalinya. Ia menatap wajah Kevan pekat sambil berkata tajam. "Ya, jangan kentutin gue! Jangan usilin gue! Awas aja lu.."

"Iya.. iya.." Kevan mengangguk cuek. Terserah saja dah, yang penting cepet.

Keylo mengambil celana Kevan yang telah Kevan siapkan di sisi ranjang. Ia mulai memakaikan celananya kepada Kevan. Untung saja Kevan memakai dalaman boxer hitam, jadi anunya gak kecetak terlalu jelas di mata Keylo.

Keylo menghembuskan nafasnya saat dia berhasil melakukan tugasnya dengan baik. Namun nafasnya kembali tertahan saat melihat resleting celana Kevan belum ia naikan ke atas.

"Van resleting lu anuin dulu.."

"Lu gak liat gue lagi ribet Key?" Ucap Kevan sambil memasang dasi seragamnya. Ia nampak kesusahan, membuat Keylo mendengus kasar untuk yang kesekian kalinya.

"Yaudah, lu anuin resleting celana lu, gue pasangin dasi lu.. ya?"

Kevan mengangguk pelan. Ia membenarkan posisi celananya dan menarik resletingnya keatas. Sementara Keylo dengan telaten memasang dasi Kevan, membuat Kevan tersenyum tipis melihat ekspresi serius Keylo.

"Ngapain lu senyum-senyum?"

Kevan menggeleng, cowok dengan tubuh tegap itu memeluk pinggang Keylo lembut. "Gue sayang lu Key.."

"Gue bosen dengernya.."

"Tapi gue gak bosen bilang gitu.."

"Serah." Ucap Keylo cuek. Kevan tersenyum lebar. Ia menatap wajah Keylo pekat. Keylo yang kena tatapan maut pun hanya mampu terdiam. Ia balas menatap manik Kevan tajam.

"Gue bakal milikin lu.. gue gak bakal lepasin lu sampai kapanpun.." ucap Kevan disertai sebuah ciuman lembut di bibir Keylo. Keylo hanya tersenyum tipis saat bibir Kevan mulai melumat dan menggigit kecil bibirnya.

Kevan mengakhiri ciuman manisnya di pagi hari, ia tersenyum lebar dan menangkup pipi Keylo lembut. "Suatu hari nanti.. bales ciuman gue ya Key.." ucap Kevan yang di sambut hangat anggukan kecil dari Keylo. Ia melepaskan tangan Kevan dari pipinya, dan memeluk tubuh tegap itu erat.

MY STUPID ENEMY [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang