16. Flashback!

1.1K 123 9

Bocah lelaki berusia sekitar 7 tahunan itu bernyanyi riang sembari mengayuh sepeda roda empatnya pelan. Hari ini untuk pertama kalinya ibunya memperbolehkan dia berkeliaran di jalanan komplek perumahan. Bukan karena takut bocah itu di culik, tapi karena takut bocah titisan siluman buaya buntung ini bikin rusuh di pekarangan tetangga.

Kevano Genandra namanya, bocah dengan sejuta ke ajaiban yang mampu membuat orang dewasa geleng-geleng kepala. Tingkahnya abnormal, bandelnya luar biasa. Bukan hanya itu di usianya yang masih kecil seperti ini, Kevan bahkan mampu membuat kaum emak-emak saling war gara-gara ketampanannya. Maklum bocah ini sudah jadi playboy pas masih jadi berudu. Jadi wajar saja para emak-emak tak kuasa menahan pesonanya.

"Lalala.. aku buang sampah.. Lalala.. aku buang sampah.." seru Kevan riang. Di sisi stang sepeda nya memang sudah bersandar indah sebuah kresek berwarna merah muda dengan isian berbagai macam limbah kemasan makanan. Ibunya tidak mau rugi dalam melepaskan anaknya begitu saja ke dunia luar, maka dari itu.. Kevan di berikan misi rahasia, yaitu membuang sampah!

Kevan yang pada dasarnya jarang keliling komplek pun langsung mengangguk setuju, ia menyanggupi misi rahasia dari ibunya. Dengan langkah girang Kevan menyambar cepat kresek sampah yang tergeletak di dapur, dan membawanya pergi bersama sepeda kesayangannya.

Dan jadilah seperti sekarang, Kevan junior yang berkeliling riang mencari tempat sampah. Maklum dari orok Kevan selalu di karantina oleh ibunya, alasannya? Ya karena anak ini biang daki.

"Ya Allah, kepan capek.." ucap Kevan sambil mengadahkan tangannya, berdoa untuk meminta petunjuk dari sang pencipta. Sudah hampir 2 jam bocah itu keliling komplek, tapi tong sampah belum juga bisa ia temukan.

"Gak ada tong sampah disini, adanya juga klinik tong fang.. apa kepan masuk aja kesitu ya? Lumayan kepan kan punya keluhan.. ganteng kepan kok kronis ya, gak sembuh-sembuh!" Ucap Kevan sebal. Ia menghembuskan nafasnya pelan dan menatap gabut kearah sekitar.

"Lalala.. aku buang sampah.. Lalala.. aku buang sampah.." nyanyian Kevan bergema lagi, sekarang bocah itu sudah frustasi mencari tong sampah. Ia memutuskan untuk meninggalkan sampah itu di tengah jalan, tapi niatnya ia urungkan karena takut sampah nya susah dapet jodoh.

"Ya ampun kepan bingung ini.." ucap Kevan kesal. Ia membuang sampah itu asal ke tepi jalan.

Kevan tersenyum lebar. Ia mengayuh sepedanya sekuat tenaga guna menghindari amukan massa. Yap gan! Kevan telah berbuat kriminal, ia membuang sampah di pinggir jalan.

"Kepan harus kabur ini.. harus kabur.. aduh kok sepedanya jadi berat ya.." ucap Kevan heran. Ia mengayuh sepedanya sekuat tenaga, tapi aneh sepeda itu seperti kelebihan beban. Apa Kevan gendut tiba-tiba ya?

"Kayaknya kepan harus diet!"

"Kenapa?" Ucap seseorang yang sontak membuat Kevan melompat indah dari sepedanya. Untungnya sepeda Kevan roda empat, jadi gak gubrak.

"S-siapa kamu?"

Kevan melotot kaget kearah bocah lelaki yang tiba-tiba berada di boncengannya. Biasanya kan kalo ketempelan itu sama mbak-mbak Khun, kok ini sama tuyul.

"Hi! Namaku Keylo! Buang sampah sembarang itu gak baik tau, kalo ketauan pemerintah kamu bisa di penjara!" Ucapnya menasehati, Kevan hanya terdiam tanpa kata. Dia masih shock.

"Kamu anaknya Limbad ya?" Bocah bernama Keylo itu mengerucutkan bibirnya kesal, ia menatap Kevan yang masih setia memasang ekspresi (0-0)

"Nyebelin!" Umpat Keylo kemudian. Ia menatap wajah Kevan kesal. "Aku kira bisa ketemu temen baru, ternyata ketemu musuh baru!"

MY STUPID ENEMY [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang