Part 6

42K 592 8

30.05.2019

Aku mengikuti arah pandang Edward, dan benar bahwa ada ayahnya di sekumpulan orang tersebut. Sepertinya tidak ada salahnya aku kembali mengulang masa lalu kami. Bercinta secara hebat dengan Erward.

"Aku ingin berbaring sejenak memulihkan tubuhku. Sepertinya aku memang sudah terlalu banyak minum."

Sontak mendengar ucapanku membuat senyum Edward semakin merekah. Dia mengangguk cepat mengiyakan, merasa mendapatkan keberuntungan karena begitu mudahnya mendapatkanku. Seperti masa lalu, ketika aku lari melampiaskan kesedihanku kepadanya. Aku akan kembali pasrah berada di bawah kungkungannya untuk meredam rasa frustasiku.

Edward memeluk pinggangku dan menuntunku memasuki lift. Sepanjang lorong hotel dia berusaha menciumku namun aku tegaskan supaya hal tersebut tidak pernah terjadi seperti sebelum-sebelumnya. Dia hanya bisa menjamah tubuhku melewatkan satu hal itu.

"Aku bisa mengerti. Kau tidak akan menyesal telah bertemu denganku malam ini, Olivia." ucap Edward sebelum akhirnya menjamah tubuhku menggunakan lidah serta jari-jari tangannya.

Aku hanya terbaring pasrah, sesekali melenguh merasakan nikmat atas rangsangan yang dia berikan. Sudah hampir dua minggu lamanya aku tak mendapatkan kepuasan seks, mengharap bahwa malam ini aku bisa menuntaskan kebutuhanku bersama Edward. Partner seks-ku di masa lalu.

Merasa siap tertanda banjir cairan pelumas di vaginaku, Edward langsung mengarahkan penis tegangnya ke arah lubang vaginaku. Ahhhh shit! Terasa sangat nikmat mendapatkan penetrasi untuk pertama kali. Edward memperbaiki posisi kami, sebelum akhirnya mulai secara perlahan menggoyangkan pinggulnya.

Kedua payudaraku yang ikut bergoyang tak lepas dari tangkupan kedua tangannya. Sesekali dia mengulumnya, seraya tetap secara intens mendorong masuk keluar penisnya yang menimbulkan suara kecipak peraduan. Ranjang pun ikut bergoyang, mengiringi permainan kami yang menimbulkan suara lenguhan, rancauan, serta teriakan penuh kenikmatan.

"Emmmh eh heh heh. Kau menikmatinya bukan?"

"Yes. Yes, Edward. Lebih keras! Lakukan lebih cepat lagi!" pintaku semakin keras mencengkeram sprai untuk menahan goyangan tubuhku karena hentakannya.

Tubuh kami berdua telah banjir oleh keringat. Posisi ini begitu membosankan, namun Edward mampu membuatnya terasa menyenangkan. Aku tak cukup kuat jika harus mengambil posisi lain untuk mengimbangi permainan seks ini.

"Aaaaah shit! Emh emh engggh." Rancauku merasa kesakitan berbalut nikmat ketika Edward menunggangiku dari belakang.

Sepertinya dia tidak menyukai posisi ini. Hanya sementara bertahan lalu kembali dia membalik tubuhku dan melanjutkan permainannya. Semakin keras dan cepat hentakannya, membuatku berteriak lantang menyebutkan namanya. Aku memintanya berulang kali untuk memanaskan permainan ini.

Berlutut diantara selangkanganku, Edward membuka lebar kedua kakiku. Dia memegang kuat kedua lututku ketika menggoyangkan penisnya untuk mengeksplorasi dalam vaginaku. Aku menyukainya. Mungkin karena aku telah lama tak mendapatkannya.

Aku hampir sampai, namun sungguh sial dan sangat mengesalkan ketika justru Edward mencabut miliknya. Dia melepaskan karet pengaman dari penisnya, lalu menyemburkan cairan spermanya ke atas perutku. Sial! Aku gagal mendapatkan orgasmeku, sedangkan penis miliknya sudah lemas tak mungkin lagi bisa membantuku mendapatkan kepuasan.

Permainan ini membuatku merasa tak adil. Hanya dia yang mendapatkan kepuasan. Aku terpaksa keluar dari ruangan setelah membersihkan diri, meninggalkan Edward yang terbaring lemas tak menyadari kepergianku. Sepertinya dia telah terlelap dalam tidurnya. Kau sungguh payah, Edward.

696969

Dengan perasaan yang teramat kesal aku mengemudikan mobilku dengan kecepatan tinggi supaya segera sampai di penthouse. Aku bahkan tak lagi memperhatikan penampilanku yang teramat sangat berantakan. Gaun malamku sudah tak serapi sebelumnya, begitu juga dengan high heels yang sekarang ini entah berada di mana. Aku hanya bertelanjang kaki berjalan memasuki lift yang membawaku menuju unit penthouse-ku.

Lonely Sexy Woman #3 [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang