Pengalaman Ambu dan BLW

26 9 10
                                                  

Sudah pernah dengar tentang Baby Led Weaning?

Itu loh metode pengenalan makanan yang membiarkan anak belajar makan sendiri. Hah? Sendiri?
Iya, anak dibiarkan memilih makanan apa saja yang dia makan, dan seberapa banyak dia makan.

Ambu bukan mau menjelaskan apa itu BLW dan bagaimnaa tata caranya. Ambu hanya mau berbagi tentang pengalaman ambu saat mengenalkan Terang MPASI menggunakan metode BLW ini.

Sebelumnya ambu pernah cerita kan, kekurangan ambu saat membesarkan serta mengasuh Haura membuat ambu banyak sekali belajar.

Salah satunya metode makan ini. Saat Haura bayi, ambu sebagai ibu yang ingin selalu menyajikan makanan sehat bergizi dan terjamin kebersihan serta kesehatannya tentu ambu berusaha memasak dan mengolah semua makanan dengan tangan ambu sendiri.

Ambu masih ingat, makanan pertama Haura itu jeruk medan peras. Eh itu minuman ya, hehehhee...

Setelah itu ambu bikin bubur saring dari bubur beras, wortel dan dada ayam. Karena bayi dibawah satu tahun idealnya belum mengkonsumsi gula dan garam, ambu mengganti gula dan garam sebagai pemberi rasa menggunakan rempah rempah. Tentu saja bukan rempah yang punya sensasi rasa pedas dan panas.

Mungkin, Haura dulu nggak suka sama makanan yang ambu sediakan. Dan salahnya ambu, tetap ambu jejalkan. Ambu takut dong anaknya kurang gizi karena makannya sedikit.

Waktu makan adalah salah satu waktu yang paling penuh emosi untuk ambu dan Haura. Sedikit sekali momen makan yang menyenangkan untuk kita berdua.

Ambu yang sudah kehabisan cara demi membujuk Haura makan. Stress karena takut Haura sakit kalau makan hanya sedikit. Takut berat badannya turun. Takut dianggap ibu yang gagal membesarkan anaknya. Makanya hati hati berkomentar tentang anak orang lain ya. Sebelum kamu bilang, ibunya sendiri sudah tau kok kalau anaknya kurus.

Haura yang semakin lama semakin pintar untuk berkelit saat sendok mulai menghampiri mulutnya. Makannya diemut. Padahal ambu kasih bubur saring.

Maklum anak pertama, disaat anjuran makan usia delapan bulan sudah bubur tim, ambu masih takut menyediakan bubur tim untuk Haura. Karena Haura belum bisa mengunyah. Belum terlihat mengunyah makanan. Jangankan mengunyah, bubur saja seperti susah selalu untuk ditelan.

Menyuapi Haura kadang bisa sampai memakan waktu dua jam. Dan itu nggak sampai habis. Menguras emosi dan menguji banget kesabaran. Lah masaknya sampai semua perabot keluar kok. Kukusan, panci, blender, saringan, semuanya ikut berjuang. Demi makanan sehat terjamin kualitasnya untuk anak tercinta. Dan setelah semua kehebohan itu, hanya beberapa suap yang berhasil masuk perutnya. Gimana gak gemes.

Haura tumbuh jadi anak yang cukup picky eater. Sampai sekarang, susah sekali membujuk Haura makan dengan lahap. Mungkin karena pengalaman makan Haura tidak pernah menyenangkan.

Ambu bukan ingin membanding bandingkan antara Haura dan Terang. Ambu hanya mencoba memperlihatkan bedanya waktu makan yang menyenangkan, dan tidak menyenangkan.

Sebelumnya ambu nggak tahu sama sekali tentang BLW. Adik ambu yang baru melahirkan sedang rajin mencari banyak referensi tentang MPASI.

Disana dia mendapatkan BLW. Kemudian bersama teman teman yang sama sama sangat tertarik pada BLW membentuk sebuah grup untuk saling berbagi info tentang BLW.

Lama kelamaan grup ini berkembang. Karena informasi tentang BLW masih minim sekali saat itu, mereka sepakat untuk menjadi wadah yang memberi banyak informasi tentang BLW. Terbentuklah akun instagram ceritablw. Kemudian mereka menerbitkan buku Cerita BLW. Buku tentang BLW pertama yang berbahasa indonesia.

Mempunyai adik yang menjadi salah satu founder BLW, membuat ambu sangat teracuni untuk mencoba metode ini untuk Terang.

Makanan pertama Terang saat itu kentang kukus. Terang duduk di booster seat, semangat sekali Terang saat kita dudukkan dikursinya. Saat ambu kasih kentang nya di mangkok, dia pegang pegang dan mainkan kentangnya. Ambu udah greget sekali ingin suapi Terang.

Lama sih, tapi akhirnya kentang itu masuk juga ke mulut Terang. Terang emut, hisap, seperti saat menyedot ASI. Dan saat kentangnya dia keluarkan dari mulut, kentang nya berkurang. Berarti ada yang dia makan dong. Hehehe berhasil alhamdulillah.

Hari hari selanjutnya ambu kasih labu manis kukus, ubi rebus, semangka, melon. Seminggu pertama ini dikasih hanya satu menu. Biar dia gak bingung aja sih.. Banyak yang langsung disajikan lebih dari satu jenis.

Minggu kedua mulai ambu sajikan beberapa jenis makanan. Tapi memang dasarnya Ambu kurang sabaran. Belajar memperkenalkan BLW itu berantakan banget. Banyak makanan terbuang dan tercecer. Yang tentu saja kita harus punya waktu ekstra untuk beres beres setelahnya.

Jadi ambu mix BLW Terang ini. Ambu mix teori BLW sama gaya ambu sendiri. Ambu tetep kasih beberapa potong makanan untuk Terang nikmati sendiri, sambil ambu suapi dengan menu yang sama. Tekstur yang sama. Hanya disuapi saja, menghindari terlalu banyak makanan tercecer. Yah BLW dengan improvisasi mungkin ya.

Suasana makan tetap ambu bikin santai. Terang makan bareng saat kita juga makan. Itu salah satu ilmu dari BLW juga. Makan bersama, dengan meja yang sama. Karena ambu nggak punya meja makan, jadi ambu abah lesehan, dan Terang makan di booster seat. Diusahakan sejajar aja pokoknya.

Alhamdulillah ada peningkatan dari pola makan Haura. Terang bisa makan nasi di usia 11bulan. Masak dengan menu keluarga. Cuma ambu pisahkan dulu untuk Terang, baru setelahnya ambu kasih gula garam, merica untuk ambu abah dan Haura.

Umur satu tahun, Terang makan apa yang kita makan. Ikan, ayam, daging sapi, sayur, buah, semua Terang suka. Ambu sering norak kegirangan saat Terang asyik nonton sambil ngemil sayuran rebus. Terang nyemil sayuran kayak kita nyemil keripik. Keliatannya asyik dan enak banget deh.

Ambu juga nggak tahu pasti. Ini karena metodenya yang beda, suasana makannya, atau Terangnya aja yang doyan banget makan. Heheheheh...

Tapi, yang jelas bikin suasana makan yang nyaman, buat anak bahagia saat makan, nggak memaksakan saat anak masih menolak makan, itu paling berpengaruh apapun metode makan yang menjadi pilihan.

Yang penting bahagia dulu. Anak yang sudah bahagia saat makan, dia akan menikmati waktu makan. Waktu makan yang dinikmati membuat anak lebih santai. Setelah itu, anak akan merasa makan adalah kebutuhan, bukan tuntutan. Dia juga terbiasa dan tahu kalau udah duduk di kursi nih, berarti mau makan.

Kesalahan saat Haura, ambu d terlalu fokus untuk menghabiskan makanan. Untuk memindahkan makanan dari mangkok ke perut Haura. Aahh lagi lagi, banyak sekali kesalahan ambu dalam membesarkan Haura.

Semoga bermanfaat dan ada pelajaran yang bisa diambil.

I love youuu 💕💕💕

#littlebees #littlebeeschallenge #littlebees25 #30hari bercerita

Ambu Belajar NulisTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang