Travelling

37 6 0
                                                  

Siapa sih yang nggak suka jalan jalan. Pergi melihat tempat tempat baru. Mencari pengalaman baru. Melepaskan banyak beban. Mengisi lagi semangat yang sempat merosot. Memperbaiki mood. Menepi dari hiruk pikuk keseharian yang kadang membuat ingin meledak.

Sudah tahu dong ya, banyak banget manfaat travelling untuk keluarga. Banyak banget ini.

Bisa menguatkan bonding antar orang tua dan anak. Saat bepergian jauh, akan banyak waktu untuk saling bertukar informasi. Saling berbagi rasa, berbagi pengalaman. Kadang kejadian atau hal hal baru yang didapat anak selama perjalanan juga bisa jadi topik pembicaraan gang menarik.

Bisa untuk ajang belajar anak anak.
Dijalan, saat melewati daerah baru, tentu kita melihat perbedaan perbedaan yang biasanya tidak kita temui. Anak anak belajar tentang barang atau makanan khas dari suatu daerah. Oleh oleh apa yang mencerminkan daerah itu, anak anak bisa belajar dijalan. Ambu juga mengajarkan dan mengenalkan Haura tentang sholat jama' disaat bepergian seperti ini.

Trevelling juga memberikan nuansa baru buat pasangan suami istri untuk sejenak melepaskan diri dari rutinitas. Abah terlepas dari deadline pekerjaan, yang selama ini duduk di depan layar, sekarang dibelakang kemudi. Ambu yang biasanya masak menyiapkan menu untuk abah dan anak anak, punya kesempatan untuk bebas tugas masak sementara.

Badan lebih segar, lebih semangat,  otot otot lebi rileks, anak anak yang lebih bahagia. Aahh rasanya ingin travelling terus ya, hehehehe. Tapi travelling pun harus penuh perencaan untuk ambu dan abah. Banyak yang bilang kami berdua lebay dalam mengatur uang. Nggak sedikit yang nyinyir dan itu sampai ke telinga ambu atau abah. Tapi banyak juga yang jadi ikutin.

Kali ini ambu mau berbagi tips travelling nyaman tanpa beban ala ambu abah ya. Oh iya, tiap keluarga pasti punya tips masing masing, dengan pertimbangan dan prioritas yang berbeda. It's ok, ambu nggak akan memaksakan cara ambu ini untuk teman teman yang sudah punya pola dan cara jitu tersendiri.

Abah bukan karyawan. Bukan orang yang setiap bulannya pasti mendapatkan sekian rupiah. Itu artinya, pendapatan abah, nggak pernah sama. Nggak ada jaminan bulan depan keluarga kami mendapat jumlah uang sama dengan pendapatan bulan ini.

Karenanya kami harus mengupayakan punya dana pegangan. Untuk jaga jaga kalau bulan depan sepi. Kami membuat batasan untuk pengeluaran setiap bulannya. Membuat beberapa post pengeluaran rutin.

Nah, travelling atau uang refreshing kalau ambu bilang, ini dari sisa sisa semua post yang ada. Sisa selama satu bulan, ambu gabung. Kemudian ambu simpan untuk "jalan jalan".

Nonton, berenang, jajan di tempat yang bikin anak anak seneng, main di playgroud, ambu ambil dari sisa uang ini.

Nah, itu kan dipakai untuk jalan jalan, main yang masih dalam kota lah ya. Untuk jalan jalan jauh, ambu punya tabungan mati lagi.

Ambu yang selalu seneng persiapan sesuatu, bersatu dengan abah yang sangat visioner. Itu bikin kita jadi pasangan yang perfectionist banget tentang pengeluaran. Bukan pelit ya, tapi harus optimal saat kita mengeluarkan uang. Biar gak mubazir.

Jauh sebelum pergi liburan, kita udah hitung perkiraan pengeluarannya. Saat sudah ada angka yang dipegang, kita ukur dengan kemampuan finansial kita saat ini. Kira kira nabung berapa lama untuk bisa merealisasikan keinginan itu.

Kenapa? Biar kita nggak ada perasaan bersalah pake uang sekian untuk bersenang senang. Juga nggak bingung nanti setelah pulang travelling kita makan apa. Nggak galau karena uang Habi ditengah bulan. Karena ya si uang yang dipake memang sudah ada.

Contoh nyatanya. Agustus 2018 kemarin kita ke taman safari Bogor. Rencana ini udah kita matangkan di bulan Juli 2016. Ambu sudah hitung anggaran kita foya foya disana. Saat itu kita dapet angka sekitar empat juta.

Buat ambu dan abah itu gede banget. Tapi pengen kan, ambu tuh suka banget sama Taman Safari. Terus kita nabung. Ambu nabung dari uang belanja seminggu lima puluh ribu. Ambu pikir, ibu ibu yang lain bisa kok arisan seminggu kima puluh bahkan ada yang dua ratus ribu. Ambu juga bisa. Toh kalau dihitung lebih detail.

Seminggu lima puluh ribu. Sebulan ambu bisa dapat dua ratus, kadang dua ratus lima puluh ribu. Hitung aja setaun dapat berapa, dua tahun dapat berapa.

April 2018, tabungan mencapai target. Karena menjelang bulan puasa dan masih sering hujan, kita undur waktu pergi ke Agustus. Sebenernya karena Juni dan Juli itu nggak bisa booking kamar untuk nginep di taman safari sih.. Hehehe masih penuh sama keluarga yang mau habisin libur lebaran.

Booking dari awal Juli, kita dapet tanggal cantik. Tujuh dan delapan Agustus. Wow, berarti sepuluh tahun anniversary pernikahan ambu abah nanti disana. Ambu seneng banget. Banget. Banget. Banget.

Dulu, sebelum nikah, ambu punya keinginan untuk honeymoon di kamar karavan taman safari. Belum bisa terealisasi saat masih pengantin baru. Maklum, belum bisa nabung, masih mepet sana mepet sini uangnya.

Jadi pas dapet tanggal kosong tanggal 8 Agustus itu ambu seneng banget. Akhirnya setelah sepuluh tahun, ambu bermalam juga sama abah di taman safari. Hehehhee maafkan ambu norak banget.

Seneng banget rasanya pas nyampe dan masuk kamar karavan. Rasanya tuh kayak mimpi jadi kenyataan. Bahagia ambu memang receh banget. Ambu norak abis pas disana. Tiduran di kasur nya aja bikin seneng. Padahal sama aja kok sama kasur di rumah.

Mungkin wajah ambu terlalu sering berbinar. Dan itu terlalu jelas terlihat. Nggak bisa ditutup tutupi. Berulang kali abah liat ambu terus senyum, kemudian bilang

"Seneng pisan bu?"

Hehehehe.. Iyaaa seneng banget. Apalagi liat anak anak yang matanya berbinar binar, sambil terus tersenyum.. Rasanya bahagia banget.

Jadi ya, teman teman, kalau kita bukan atau belum termasuk orang yang bisa pergi liburan kapan saja. Bukan orang yang tanpa pusing mikirin pengeluaran buat liburan. Rajin dan konsisten lah menabung ya..

Ambu disana nggak perhitungan. Anak anak bebas mau apa aja, karena memang uangnya kan sudah dipersiapkan jauh jauh hari. Kalau nggak ditabung dulu, mana berani ambu beli popcorn harganya tiga puluh ribu satu cup.

Mana tega ambu merelakan uang dua ratus ribu untuk ditukar jadi empat tiket untuk ngasih makan pinguin. Nggak akan tega.. Dua ratus ribu gitu loh. Dibeliin daging ayam dapet berapa kilo?? Hehehhehe

Tapi serius, kalau lagi liburan jangan dipikirin habis berapa. Senang senang aja. Toh kita udah berkorban menyisihkan uang dari sejak jauh jauh hari kan. Sekarang waktunya menikmati keiritan kita kemarin kemarin.

Dan senangnya lagi, uang kita nggak habis. Sudah termasuk bensin, juga oleh oleh buat keluarga, masih sisa loh.. Kalau mobil, kita pinjem punya Kakeknya anak anak.

Intinya konsisten dan sabar. Mungkin ada yang punya pengeluaran lebih besar, bisa lebih pendek waktu untuk menabungnya. Ya Alhamdulillah, nunggunya nggak terlalu lama. Anggap aja arisan. Arisan bayar sekian setiap minggu bisa kan?

Ajak pasangan tahu juga rencana ini. Biar pas emak emak khilaf lihat gamis diskon, tergoda lama uang liburan ddulu untuk gamis, suami bisa mengingatkan.

Sekian, terima kasih banyak sudah meluangkan waktunya buat baca tulisan ambu kali ini.

Love youuuu 💕💕💕

#littlebees #littlebeeschellenge #littlebees24 #30haribercerita

Ambu Belajar NulisTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang