1. THOSE DREAMS

1.3K 78 4
                                          

Seorang pria muda tengah tertidur di atas kasur mewahnya. Mata tertutupnya bergerak-gerak gelisah, kepalanya menggeleng perlahan. Keringat mulai muncul di sekitar dahinya, bibirnya bergerak-gerak tak jelas seakan ingin berteriak namun ada sesuatu yang menahannya, membuat bibirnya terkunci rapat.

"Kau sebaiknya musnah dari dunia ini..kau tidak berhak dipanggil ayah oleh anak itu. Seharusnya sudah kulenyapkan kau dari dulu"

"Kau yang brengsek..beraninya mengkhianati orang yang sudah menampungmu dan memberimu hidup layak selama ini..anak itu adalah anakku, tidak akan pernah ada yang akan mengakuimu sebagai ayahnya, bahkan anak itu sekalipun.."

"Sialaaan kau..!!"

BUGH!

Dalam mimpinya, dia melihat ada seorang anak kecil bersembunyi di dalam almari tua ketika pertengkaran antara dua pria dewasa itu terjadi. Anak kecil itu menahan tangisnya, menutup rapat mulutnya, berusaha tidak bersuara ketika dia melihat lewat celah kecil, salah seorang dari pria dewasa itu, yaitu pamannya sendiri, terjatuh setelah dipukuli bertubi-tubi dengan keras.

JLEB!

Anak kecil itu menutup mata dan memalingkan wajah begitu melihat sebilah pisau tajam tertancap di dada sang paman.

Keadaan menjadi hening sekali.

Terdengar suara langkah kaki berat mendekati almari tempat anak kecil itu bersembunyi.

Si kecil itu tak berani bergerak sedikitpun, dia bahkan menahan nafasnya, takut jika pria jahat yang menyerang pamannya itu akan menemukannya. Sudah pasti nasibnya tidak akan lebih baik dari pamannya yang terbujur kaku bersimbah darah itu.

"Hahhh..berantakan sekali di sini..gara-gara kau, aku jadi harus membereskan semuanya..seandainya tadi kau mau menurutiku, aku mungkin akan berubah pikiran untuk tidak membunuhmu.ckk..dan aku masih harus mencari bocah kecil itu, dimana dia bersembunyi? Gara-gara kau, dia lolos dari cengkeramanku.."

Pria bertubuh tinggi berpakaian serba hitam dengan masker berwarna hitam yang menutupi wajahnya itu menyeret tubuh tak berdaya itu keluar dari kamar.

Ingin sekali anak kecil itu berlari menghampiri pamannya, merebutnya dari si pria jahat itu namun dia hanya membeku di tempatnya, seluruh tubuhnya kaku. Menyadari bahwa dirinya tak bisa berbuat apapun, akhirnya tangisnya pecah, dia memanggil lirih pamannya yang sudah dibawa pergi itu....

"..pa..man..paman..PAMAN!!"

Pria muda itu terbangun dari mimpi buruknya dengan nafas terengah-engah, keringat bercucuran di dahi dan pelipisnya. Dia menutup wajah dengan kedua tangannya lalu mengusapnya kasar, mencoba mengenyahkan mimpi buruk itu dari pikirannya.

"Argh! Sial! Mimpi itu lagi.." dia menarik rambutnya kencang, kesal dan marah pada dirinya sendiri yang begitu pengecut saat itu.

"Yaa..Kim Hanbin! Hanbin..kau tidak apa-apa? Buka pintunya!" terdengar pintu kamar yang digedor kencang.

Dengan langkah malas, Hanbin, sang pria muda itu membuka pintu kamarnya dan tiba-tiba seorang pria tinggi menerobos masuk, hampir saja mereka berdua jatuh bertubrukan.

"Hei..Koo June..tidak bisakah kau mengetuk pintu pelan-pelan? Kepalaku sakit gara-gara kau berisik sekali sepagi ini.."

"Aku mendengarmu berteriak memanggil pamanmu tadi..kau bermimpi lagi tentangnya? Kau tak apa?"

Koo June, pria tinggi yang barusan masuk itu adalah sahabat dan sekretaris Kim Hanbin. Dia terlihat khawatir dengan keadaan Hanbin yang berantakan. Mereka sedang berada di apartemen Hanbin sekarang, June baru saja datang lalu bergegas ke kamar Hanbin setelah mendengar tuan mudanya itu berteriak di kamarnya.

BINHWAN_PERHAPS LOVE_Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang