Prolog

54 2 4
                                        

"Please... I don't wanna die...."




[Footsteps]

"Hosh.... hosh.... Hosh...."

Aku masih mendengar langkah kakinya.

Ku melihat ke belakang, bayangan itu makin mendekat.

Ku berlari sekuat tenaga tanpa memperhatikan arah ataupun langkahku.

[Faster and Louder Footsteps]

[Faster and Louder Footsteps]

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

"Hosh.... hosh.... Hosh...."

Ia semakin dekat. Aku harus berlari lebih cep-













[KLANG]

"AAAGGHH!!"

Ku tersandung pipa besi yang berserakan di lantai.

"AAGGHHH F*CKK!!!"

Kakiku terkilir. Ini buruk. Dia akan segera menemukanku. Kalau aku tidak bergegas aku aka-
















[BRAK]

Seseorang menendangku.

Aku berusaha untuk bangun namun orang itu mencegahku dengan menendangku lagi.

[BRAK]














"You're a lot of trouble for a reliable puppet, aren't ya kid?" Kata orang itu.

kesakitan kakiku yang terkilir tidak sebanding dengan seberapa takutnya aku sekarang dihadapan orang ini

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

kesakitan kakiku yang terkilir tidak sebanding dengan seberapa takutnya aku sekarang dihadapan orang ini. To afraid to speak and to weak to run. Speechless, i can only stare at him with fear. Aku tidak pernah menyangka hidupku akan berakhir seperti ini. Terbaring di lantai gedung tua, di depan orang yang mencoba untuk membunuhku. Honestly, i thought i'll live an ordinary life and with an ordinary death as well.

"Melamunkan apa kau hah?"

[BRAK]

Orang itu menendangku lagi...















RESETStories to obsess over. Discover now