Benang merah selalu terikat pada setiap jari kelingking semua manusia di Bumi. Dan aku percaya, benangku terhubung padanya.
***
Aku membenarkan ransel milikku di depan meja resepsionist hotel, agak kesusahan dengan ponsel terjepit diantara bahu dan telingaku. Aku mengeluarkan kartu debit dan memberikannya pada resepsionist. Resepsionist itu segera mengambilnya.
"Nde, Hyungie~ aku tidak akan telat makan," balasku pada Mark-hyung yang amat cerewet mencercaku dengan segala jenis wejangan. Astaga, "Hyung byuntae!" Aku ingin sekali menimpuknya jika ia benar-benar berada di sampingku. Yang benar saja, mengatakan hal senonoh! Aku masih polos, tahu!
Meski ya, sudah pernah ciuman sih, hehe.
"Iya-iya." Aku masih mengangguk-mengangguk mendengar orasi berkepanjangan dari Mark-hyung. Kau mau tau, dia tidak berhenti memberondongku dengan ocehan keibu-ibuannya itu dari sejak bandara.
Aku mengambil kunci yang disodorokan resepsionist dan mematikan ponsel ketika Mark-hyung menyuruhku istirahat terlebih dahulu.
.
Aku tengah menyantap makan malamku di beranda kamar, sengaja, aku ingin sembari menatap bulan yang indah sekali di langit sana. Aku menatap langit, terpikirkan bahwa masih terlihat sama ketika aku masih di Korea, namun aku merasakan bahwa aku sangat dekat denganmu. Kita berada di negara yang sama ah~.
Sebentar lagi Yu-chan, aku pasti akan menemukanmu. Aku yakin, benang merahku hanya antara aku dan kamu.
.
.
.
"Baiklah, darimana aku harus mulai mencari?"
Pagi harinya... Aku bergumam sendiri. Menatap kertas yang di klip beberapa lembar yang isinya adalah peta negara Jepang, jalur kendaraan umum dan kereta, dan alamat lengkap Yu-chan.
Yu-chan tinggal di daerah Osaka. Dari Tokyo, jika aku ingin jalur tercepat, aku bisa naik Shinkansen, sekitar kurang dari 3 jam. Ini mudah. Baiklah, semangat Ty, yash!
Tapi di pikir-pikir lagi, pasti akan lebih mudah jika aku tadi malam mengambil penerbangan langsung ke Osaka /crying.
Aku menggendong ranselku keluar dan cek out hotel.
Sekarang aku berada di dalam kereta menuju Osaka. Dari yang aku tanyakan tadi --aku bisa bahasa Jepang ahaha, jadi aku leluasa berbicara dengan orang-orang disini meski memang belum terlalu fasih-- kereta akan melakukan 3 pemberhentian. Pertama Stasiun di Hikari, Kodama, dan Nozomi sebelum akhirnya berhenti di Osaka.
Sembari menunggu itu, aku memanfaatkan waktu dengan membaca peta tunggal Osaka. Mengingat-ngingat kembali kenanganku. Ini bukan pertama kalinya aku pergi Jepang. Tapi ini pertama kalinya aku pergi ke negera orang sendirian. Tambahan, hanya demi bertemu satu orang yang aku rindukan. Selesai membaca peta, aku menyantap roti yang kubeli sebelumnya di minimarket. Aku menatap ke arah luar jendela kereta. Melihat pohon-pohon mulai bewarna-warni. Musim semi ah~ bunga sakura.
Karena menunggu 2,5 jam lebih itu membosankan, aku memilih tidur dan menyetel penghitung waktu untuk 2,5 jam ke depan.
Lalu aku terlelap, kemudian terbangun dengan begitu cepat karena getar di ponselku. Ah, tidak terasa, pikirku.
"Pemberhentian selanjutnya, Stasiun Shin-Osaka, para penumpang harap agar menyiapkan diri." Suara muncul dari pengeras suara. Aigo, pas sekali.
Aku segera menyiapkan diri duduk di dekat pintu keluar. Aku merasakan kereta mulai bergerak lambat beberapa saat sebelum berhenti dengan sepenuhnya di sebuah stasiun.
KAMU SEDANG MEMBACA
[OS] My Red Thread
RomanceBenang merah... aku percaya milikku selalu terikat padamu. [Yuta x Taeyong] BoyxBoy⚠️ 19/Mei/2019
![[OS] My Red Thread](https://img.wattpad.com/cover/188094390-64-k681835.jpg)