Chapter 1

677 339 600

Kringg...kringg...kring..

Bel sudah berbunyi tiga kali menandakan waktu istirahat. Semua murid sudah berhamburan pergi keluar menuju kantin. Tetapi, tidak dengan Nayra Chelsea Olifiya seorang gadis cantik dengan mata bulat yang berwarna coklat . Ia memilih untuk pergi ke taman belakang sekolah tempat biasa ia kunjungi ketika bel istirahat pertama berbunyi.

Nayra membuka lembaran pertama novel yang kemaren baru dia beli bersama teman sebangkunya Keysa Larissa. Keysa adalah orang yang ceria, terbuka, dan mudah bergaul. Beda halnya dengan Nayra. Nayra lebih suka berdiam diri dan tertutup. Ntahlah, mungkin Nayra belom bisa melupakan masanya lalu itu.

"Nay, dari tadi gue ngomong lo diemin terus sih," ucap Keysa dengan memajukan bibirnya manyun. Nayra yang mendengar itupun akhirnya melihat siempu suara yang kini tersenyum puas.

"Ayok kawanin gue nonton pertandingan basket, antara sekolah kita melawan sekolah Jaya Putra. Please kali ini aja Nay, ya? " Ajak Keysa dengan mimik penuh harap untuk menarik simpati Nayra agar mau ikut menonton pertandingan basket bersamanya.

"Okedeh sebentar aja yaa," ucap Nayra, disambut dengan senyuman lebar Keysa. Memang sedikit sulit untuk membujuk Nayra yang sudah dianggap sebagai sahabatnya ini. Tetapi, dengan sifat Keysa yang pantang menyerah akhirnya memberikan hasil yang memuaskan baginya.

                          ***
Setibanya Nayra dan Keysa dilapangan bola basket, mereka memilih duduk dikursi paling pojok sebelah kanan. Karena tidak ada lagi kursi yang tersisa didepan.

"Huaaaaa..."

"Subahanallah"

"Ciptaan tuhan tiada duanya"

"Ah bang Andre gantengnya"

"Lihat tuh anak SMA Jaya Putra, si Reza gak kalah ganteng anjirr"

"Setia ama babang Andre"

"Semangat SMA Pelita!"

"Semangat!"
Begitula kurang lebih hebohnya sorakkan penonton yang menyemangati sekolahnya masing-masing.

Setelah 1 jam lama berlangsungnya lomba basket, akhirnya kejuaraan basket diraih oleh SMA Pelita dengan skor 25:20. Sebagian dari para penonton mengucapkan selamat kepada tim pemenang dari sekolah kami dan sabagian ada yang bubar karena kecewa tim sekolah mereka kalah.

"Nay tungguin gue ya sebentar," kata Keysa disertai anggukan Nayra.

Keysa berjalan menghampiri Johan yang merupakan salah satu anak basket yang sedari tadi ia perhatikan. Tampak dari jauh Keysa sedang berbincang dengan Johan dan bersalaman lumayan lama membuat Nayra bosan.
Nayra berjalan menjauhi lapangan tetapi tiba-tiba tubuhnya beradu oleh seseorang membuat ia terjatuh kelantai.

"Eh sorry gue gak sengaja,"ucap Andre dan membantu Nayra berdiri.

"Iya ngga papa." ucap Nayra dan berlalu pergi.

Andre melongo melihat kepergian Nayra yang biasa-biasa saja setelah ia tidak sengaja menabraknya. Bagaimana tidak? Seorang The Most Wanted Boy sekolah sekaligus bad boy yang memiliki kadar ketampanan diatas rata-rata dengan tubuh putih dan hidung yang mancung, yang mampu membuat para kaum hawa berteriak histeris ketika melihatnya. Namun, semua itu lenyap karena satu kaum hawa yang tidak menganggapnya ada.

Daven Eston, dan Jonathan Reynold akhirnya mampu menyadarkan Andre dari lamunannya mengenai Nayra. Daven Eston yang biasanya dipanggil Dev dan Jonathan Reynold yang biasanya dipanggil Johan adalah sahabat sekaligus team basket Andre. Mereka bertiga adalah Bidadara dari SMA Pelita.

"Ngelamun bae kenapa? Gak biasanya ya gak Han?" tanya Dev kepada sahabatnya.

"Gapapa gue cuman heran aja, ada juga ternyata cewe yang gak terhipnotis oleh ketampanan gue," jawab Andre yang masih melihat kearah perginya Nayra yang sudah menghilang sedari tadi membuat Dave dan Johan saling bertatap muka penuh tanya.

                          *****

Yahh Akhirnya...
Sekian dari Chapter satu ini hehehe..tunggu lanjutannya
Jangan lupa vote dan comentnya:)

Street In My LifeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang