part 1

20 1 4

Author

"Hehhh anak kebo bangun lo. Ini hari pertama lo masuk sekolah. Bangun gak!" Teriak ivan sambil mengguncang-ngguncangkan tubuh velya. Sedangkan yang di teriaki malah menutup telinganya dibawah bantal.

"Oh maunya gitu, yaudah telepon papa nih ya biar balik ke Los Angeles lagi." Ancaman ivan seketika membuatnya velya membelalakan matan dan langsung bangun dari tidurnya.

"Eh iya-iya bang el udah bangun nih jangan di laporin ke papa ya please."  Bujuk velya dengan menampilkan pupy eyes-nya.

"Hmm yaudah sono lo mandi. Bau tau nggak badan lo."

"Ih abang masak di bilang bau sih." menyorotkan tatapan kesal. "yaudah el mandi dulu ya jangan ditinggal nanti el aduin ke mama loh." Sambung velya seraya mengambil handuk di lemari.

"Iya, cerewet banget sih adek gue ya tuhan." tabah ivan sambil memutar bola matanya malas. Lalu velya segera belari menuju kamar mandi untuk melakukan ritual paginya.

********
Sekolah....

"Gara-gara lo nih dek kita jadi telat kan. Gerbang udah ditutup lagi."

"Lah kok jadi el yang di salahin sih bang." Kesal velya tak terima.

"Ya lo kan tadi telat bangun trus mandinya lama pula. Terus gimana nih, kalau bolos pastinya mama bakal marahin kita."

"El punya ide bang, el kan disini anak baru. Jadi el akan turun dari mobil terus ngomong ke satpam sekolah mau daftar sekolah disini." Ucap velya memberikan ide.

"Seterah lo deh asal bisa masuk." Pasrah ivan. El turun dari mobil dan berbicara dengan satpam sekolah. Ivan juga tidak tahu apa yang velya bicarakan dengan satpam tersebut sampai akhirnya gerbang sekolah di bukakan.

"Gimana bang hebat kan el, kayak ginian mah kecil." Sombong velya membanggakan diri seraya masuk ke dalam mobil.
Ivan hanya menjawab dengan dehemam dan memutar bola matanya jengah.

*****
Setelah dari parkiran ivan mengantarkan velya untuk keruang kepala sekolah untuk mengurusi data- data yang akan membuat velya ditentukan masuk di kelas mana.
Dan ternyata velya masuk di kelas 11 ipa 3. Kelas yang hampir berdekatan dengan abangnya yaitu kelas 12 ipa 1.
Velya dan Ivan memang cukup pintar, tapi velya dia sering bolos di sekolah lamanya dan malas untuk belajar katanya kalau belajar mulu nanti takut kepintaran dan yang lainnya gak kebagian untuk jadi pintar. Karna sering di paksakan untuk belajar, velya akhirnya membuat kesepakatan dengan papanya jikalau dia tinggal di indonesia bersama abangnya dia berjanji akan giat belajar dan gak bakal sering membuat ulah ,dan papa velya setuju dengan kesepakatan itu, tapi jika velya melanggarnya, papa velya tak segan-segan untuk menjemput velya untuk pulang ke Los Angeles lagi. Mereka berdua pun setuju dengan kesepakatan itu dan akhirnya velya sekarang berada di sini di Indonesia untuk tinggal dengan abangnya.

Setelah keheningan menyelimuti mereka akhirnya velya membuka suara.

"Bang disini pulangnya jam berapa." Tanya velya.

"Yaelah dek baru aja masuk sekolah udah tanyain jam pulang."

"Memastikan aja elah abang."

"Udah-udah lo diem aja, sekarang ini waktunya mapel dimulai ,kalau kita berisik disini bisa dihukum. Lanjut jalan." perintah ivan diangguki oleh velya dan akhirnya sampailah mereka di depan ruang kelas yang akan menjadi tempat belajar velya di sekolah.

"Makasih bang."

"Iya dan jangan lupa belajar yang pinter, jangan bolosan." Nasihatnya pada velya.

"Siap kapten." Balas velya dengan tangan hormat.

"Yaudah masuk sana, gue juga mau masuk kelas." Ucap ivan seiring berjalan meninggalkan velya di depan kelas 11 ipa 3 .

WEIRD GIRL(On Going)Read this story for FREE!