Insan dibalik tulisan.

33 2 0
                                                  

Jelas-jelas,kita adalah hubungan dua orang yang samar. Yang dimensi nya tak lagi dapat dijelaskan rumus apapun. Dan tetap saja,rasaku masih menjadi suatu bilangan matematika yang tak terhingga. Dalam hatiku kadang,aku ingin tahu bagaimana diriku dari sudut pandangmu,sudut pandang yang tak dimiliki seorang-pun yang lain di dunia ini.

Aku masih harus tertatih-tatih memikirkan apa yang harus dibicarakan. Demi Tuhan,aku tak pernah ingin membuat-mu bosan. Aku sangat tak ingin kalimat-kalimat perintah itu keluar lagi.

Tetap kuperiksa daringku setiap menit,yang kulihat tetaplah nihil. Pesan-pesannya tak pernah sampai padaku. Kau simpan dimana?Atau memang tak ada? Atau jangan-jangan,daringku yang rusak hingga kemarau pemberitahuan?

Sampai pada bagian ke-10 ini,tak pernah ada orang yang tahu ini untuk siapa. Atau siapa yang benar-benar ada dalam hati dan otak-ku setiap kali kuhantamkan jari-jariku di keyboard ini. Mereka tak benar-benar tahu,hanya menebak-nebak. Dan akan tetap kubiarkan begitu,agar bukunya menjadi sesuatu yang sama seperti ikatan kita.

Yang pasti,orang itu adalah orang yang aku tak pernah ingin ia bersama orang lain,walau ia juga tak bersamaku. Orang yang aku tak ingin ia menjadi milik orang lain,meski juga ia bukan milikku. Orang yang tak pernah menjadi milikku untuk dilepaskan,tapi ia lepas.

Aku akan bilang,tak peduli sekeras apapun perasaan diungkapkan,itu akan percuma jika pihak lainnya tidak mendengarkan.

Dan kita, aku adalah orang bisu yang coba berteriak padamu yang tuli. Bagiku tak pernah ada alasan untuk tidak mengejar seseorang yang membuatku merasakan sesuatu. Saat pertama bertemu saja,aku sudah seperti pertama kali memutar lagu,dan mengetahui bahwa lagu itu akan menjadi favorit-ku. Dan tiba-tiba,kamu menjadi segala sesuatu yang aku pedulikan.


GaduhTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang