The Devil's Take Me | 32 - Understanding

Start from the beginning

"Kau... selalu... mengagetkanku..." terengah-engah Barbara mengucapkan keluhannya, kini dirinya pun masih berada di dalam rengkulan Richard.

"Itu jadi hobi baruku sekarang," katanya. "Setelah menciumu dan memasukimu." lanjut Richard dengan seringaian menggoda.

Barbara jadi mengingat kejadian tadi siang. Soal Richard dan... wanita lain di restoran. Ya Tuhan! Kenapa dadanya kini terasa sesak?!

"Benarkah?" Barbara mengeluarkan pancingannya.

"Tentu saja. Bibirmu itu seperti candu." Richard mengakhiri ucapannya dengan memberi kecupan di bibir Barbara.

Bohong.

Kalau misalkan memang seperti itu, kenapa Richard malah pergi-atau mungkin bisa disebut berkencan dengan wanita lain? Belum lagi, sehari sebelumnya tercium harum parfum wanita di jas dan kemeja pria itu. Seperti kedua orang yang memang baru saja berpelukan dalam jangka waktu yang cukup lama. Sekitar 2-3 menit, mungkin?

Dan kini Barbara tahu. Jika dia sudah harus mewaspadai dirinya sendiri dengan tidak terlalu jatuh dengan tingkah laku manis–yang sayangnya dilakukan Richard pada semua wanita–kepada dirinya.

"Kenapa diam?" pertanyaan pria itu membuat Barbara keluar dari pikirannya.

Sedikit gelagapan, ia menjawab. "A-ah tidak, aku hanya memikirkan jika masakan–OH TUHAN MASAKANKU!" Barbara segera melepaskan rengkuhan tangan beton Richard di tubuhnya dan mengecek masakannya yang sekarang sudah sedikit berasap. Dan untungnya masih bisa diselamatkan dan masih bisa dimakan.

Dasar Devil meyebalkan!

Dan sayangnya Si Tuan Devil menyebalkan itu akan resmi menjadi suaminya besok pagi!

***

Barbara mematut dirinya di depan cermin setelah selesai memoles lipstik berwarna matte pada bibirnya. Dirinya sudah cantik dengan dress berwarna peach dan juga polesan make up yang tidak terlalu tebal.

Setelah dinner mereka selesai, 30 menit setelahnya Richard bilang jika Ayah dan Ibunya mengundang Barbara untuk datang ke mansion utama keluarga Adams yang bersarang di New York. Untuk menanyakan tentang kesiapan pernikahan mereka besok, terutama untuk Barbara dan kegugupannya. Juga Richard bilang undangan ini untuk merayakan sesuatu–lelaki itu tidak bilang apa. Jadi ia hanya menurut ketika lelaki itu menyuruhnya bersiap.

"Sudah siap, my lady?"

Suara itu muncul seiringan dengan sepasang lengan yang tiba-tiba merangkak di perutnya juga sebuah kecupan yang sangat lembut dilehernya.

Meskipun jantungnya berdegup kencang sekarang, tapi logikanya melarangnya dan berbisik 'Don't fall fot this Devil!'

"Jangan membuat kissmark, please..." eluh Barbara ketika bibir Richard sudah mulai merayap di lehernya.

Tetapi yang ia dapat malah kekehan menggoda lelaki itu. "Lehermu terlalu indah jika dibiarkan kosong seperti itu." katanya menggoda, mulai menuruti ucapan wanita itu dengan menjauh dari leher Barbara walau sebenarnya ia sangat enggan. Justru sekarang ini dirinya hanya ingin mengurung Barbara di dalam kamar dan membuat leher–oh tidak, seluruh anggota tubuh wanita itu penuh dengan kissmark darinya. Ingin menunjukkan jika Barbara hanya miliknya. Wanitanya.

Dan sekitar 45 menit setelah rencana nakal Richard yang sayangnya gagal, mereka sudah sampai di landasan pribadi mansion keluarga Adams yang berlokasi di New York. Tentu saja dalam waktu secepat itu mereka harus menaiki helikopter pribadi milik Richard. Tetapi tampaknya pria itu tidak mau jika sampai wanitanya sakit seperti kemarin dan berpengaruh pada kandungannya. Maka dari itu, Richard menyiapkan satu orang dokter kandungan yang diambilnya dari Adams Hospital.

Ketika mereka turun, bodyguard yang berjumlah 6 orang itu sudah berjajar rapi menjadi dua bagian. Mereka semua kompak menyapa Richard dan Barbara ketika keduanya melewati mereka yang hanya dibalas anggukan dari pria arogan itu sedangkan Barbara hanya tersenyum seperti biasa.

Saat Richard dan Barbara masuk dari sayap bagian barat mansion, ia langsung menarik Barbara mendekat dan berbisik. "Jika kau sekali lagi berani tersenyum kepada mereka, aku akan menghiasi lehermu dengan tandaku." ancam pria itu sebelum mereka akhirnya sampai di ruang makan yang sudah terisi oleh Charles Adams dan Kimberly Adams–istrinya, sekaligus calom mertua Barbara.

"Hi, Barbara! Oh my god! Long time no see, Honey! Aku merindukanmu! Richard selalu menyembunyikanmu dengan berbagai alasan ketika aku ingin berkunjung." ujar Kimberly dengan seringai dan tatapan menggoda di akhir ucapannya.

Sedangkan Barbara hanya tersenyum kikuk. Ya! Dia selalu menyembunyikanku di balik selimutnya! batin Barbara berteriak.

Sedangkan Charles Adams hanya menyapa Barbara dan menanyakan bagaimana kabar dirinya.

"Sebenarnya aku mengundang kalian kesini untuk merayakan kepulangan adik Richard dari Swiss. Dia baru saja menyelesaikan kuliahnya–."

"HI, EVERYBODY I'M HOME!!!"

Suara cempreng itu memotong ucapan Kimberly dan seketika Barbara terperangah dan terbengong-bengong melihat siapa sang pemilik suara cempreng tersebut.

Apalagi ketika wanita yang katanya adik Richard ini beralih menatapnya dan Barbara mendapati raut terkejut serta binar dari mata wanita itu.

"Astaga! Kau pasti Barbara kan?! Oh, Lord... Kemana saja si bodoh itu selama ini?! Kenapa dia baru menemukan wanita secantik dirimu sekarang?" ujarnya dan langsung memeluk Barbara erat-erat. Membuat perutnya yang sudah buncit itu beradu dengan perut ramping wanita yang sedang memeluknya ini.

Sedangkan Barbara dengan kikuk membalas pelukan wanita yang ia ketahui namanya adalah Riley Adams.

Uh oh... jadi, wanita yang ia lihat kemarin di restoran bersama Richard adalah adiknya Richard?! Dan bau parfum yang menempel ditubuh pria itu juga parfum dari adiknya ini–karena Barbara masih bisa mengingat baunya ketika tubuhnya dipeluk dengan Riley.

Astaga! Astaga! Dirinya sudah salah paham dan menuduh pria itu macam-macam.

Tetapi, ini semua bukan salahnya sepenuhnya. Lagipula siapa suruh Richard tidak pernah bercerita jika pria itu memiliki seorang adik perempuan.

Ya, this is not all of her fault, right?!

Wanita selalu benar.

TO BE CONTINUE
________________________

HOLA!!! ARVI HERE!!!

First, Selamat Menjalankan Ibadah Puasa! Happu Fasting! Mohon maaf lahir & batin ya🙏🏻😇

Oiya, aku mau kasih tahu buat kalian selama bulan puasa ini mending Richard aku update kapan?

Pas sahur?

Pas buka?

VOTE YA!!!

JANGAN LUPA KLIK BINTANG DIBAWAH DAN KOMEN!!!

With Love,

Arvi Mendes a.k.a Istrinya Shawn Mendes❤️

The Devil's Take MeWhere stories live. Discover now