9. Yoona

309 90 5
                                                  

April, 2009


Yoona mendapatkan kampus yang jauh dari Seoul, yaitu di Daejeon. Meskipun jauh dari orangtua, tetapi ia tinggal bersama kakak perempuannya yang juga sedang menempuh perguruan tinggi di kota itu. Tetap saja Yoona merasa sedih karena bagaimana pun Daejeon letaknya juga jauh dari Busan. Ia juga tidak bisa berkirim pesan lagi dengan Chanyeol, Yoona hanya bisa melihat kegiatan laki-laki itu di salah satu akun sosial medianya. Chanyeol tampak bahagia di kota barunya. Ia memiliki banyak teman dan hampir setiap hari menghabiskan momen menyenangkan bersama teman-teman kuliahnya.

Hari ini Yoona dan teman-teman kuliahnya pergi ke apartemen salah satu teman kelas untuk melepas lelah setelah ujian. Si pemilik apartemen bernama Woojae, laki-laki yang menyenangkan dan ceria. Yoona tidak terlalu dekat dengan teman-teman sekelasnya, dan ini adalah kali pertamanya ia ikut berkumpul.

Karena pemalu, Yoona hanya terdiam dan sesekali melempar senyum ketika teman-temannya mengobrol.

"Bagaimana kalau kita menonton film saja?" ujar Soowon, teman terdekatnya. Yang lain tampak setuju dengannya.

"Kau bisa mencari film yang bagus di laptopku." Woojae memberikan laptopnya kepada gadis itu.

Tiba-tiba salah satu teman laki-lakinya yang lain bernama Seungha mengambil gitar dan mulai bernyanyi. Suaranya lembut dan ia membuat suara gitar yang tenang dan indah. Tetapi Yoona tidak memerhatikannya karena ia tidak tahu lagu apa yang sedang di nyanyikan oleh laki-laki itu, dan memilih fokus untuk mencari film bersama Soowon di laptop Woojae.

"...bisakah kau menatapku dan mendengarkan apa yang akan ku katakan kepadamu..."

"Seungha, apakah kau menyukai Yoona? Sejak tadi kau memandangnya sembari bernyanyi." seru Miha sembari tersenyum menggoda. Yoona mendongak kaget pada gadis itu.

Namun Seungha tetap bernyanyi dan sama sekali tidak menjawab perkataan Miha. Yoona pun kembali sibuk, kali ini dengan ponselnya.

"Aku benar! Seungha benar-benar menyukai Yoona. Aku melihatnya sejak tadi menatap Yoona sembari bernyanyi. Seungha, apakah lagu itu kau tujukan kepada Yoona? Kau benar-benar menyukainya, kan?"

Ketika Yoona mendongak dan menatap Seungha, laki-laki itu tersenyum malu.

"Aku ingin pulang..."

Tepat sekali kakaknya mengirim pesan kepadanya kalau ia bisa menjemput Yoona karena mendapatkan pinjaman kendaraan dari temannya. Yoona pun langsung memintanya untuk menjemputnya di dekat apartemen Woojae, lalu berpamitan kepada teman-temannya tanpa memedulikan Seungha yang mungkin memandangnya.

"...tempat kakakmu menjemput cukup jauh dari apartemenku, bagaimana kalau Seungha mengantarmu sampai sana?"

"T-tidak, tidak apa-apa. Terimakasih."

"Jangan begitu. Aku yakin Seungha juga ingin mengantarmu." Woojae menoleh pada Seungha. "Kau bersedia untuk mengantarnya, bukan?"

Seungha mengangguk pelan. "Jika ia merasa sungkan kepadaku."

"Lebih baik kau di antar saja oleh Seungha," sahut Miha. "Kebetulan ia akan pergi membeli makanan. Kau bisa ikut bersamanya."

Yoona menggeleng lalu mengenakan sepatunya dengan cepat. "Sepertinya kakakku sudah menunggu. Terimakasih sebelumnya, tapi aku baik-baik saja." ia berjalan ke luar dari apartemen Woojae dan sedikit berlari meninggalkan gedung itu. Tetes-tetes air dari langit membuat Yoona mempercepat larinya dan sesekali menoleh ke belakang. Ia tidak ingin berpapasan dengan Seungha.

Yoona tidak tahu kenapa ia bersikap seperti itu. Tapi ia merasa tidak nyaman saat seseorang menyukainya, di saat ia sedang menyukai orang lain. Ia tidak ingin laki-laki itu mendekatinya lalu akhirnya malah mendapatkan penolakan darinya. Entah sejak kapan Yoona tidak pernah memikirkan laki-laki selain Chanyeol. Ia tidak bisa melupakan laki-laki itu.

[Mini Series] Love In My Memory ✔Where stories live. Discover now