The Devil's Take Me | 31 - What a Heartbreak!

2.4K 159 35

HOLAAAA!!!

RICHARD UPDATE!!!!

Jam berapa kalian baca ini?!

***

Playlist: Halsey - Without Me

Playlist kalian:

______________________

Selama dalam perjalanan menuju ke The Smith–bekas tempatnya bekerja untuk memenuhi janjinya dengan Emily kemarin, pikiran Barbara tidak henti-hentinya melayang pada kejadian semalam.

Barbara yakin 100 persen jika dirinya sadar dan mencium bau parfum wanita yang sangat kentara–bukan cuma samar-samar.

Tetapi, lagi-lagi ia menepis pikiran buruk itu dengan mengingat jika pria itu mencintainya. Ya, Richard mencintainya. Bahkan dia melamar Barbara di depan makam kedua orang tuanya. Romantis bukan?

Jadi... bisa dipastikan jika Richard tidak selingkuh darinya, mungkin.

Uh oh... memikirkan itu saja membuat kepalanya pening!

"Nona... kita sudah sampai." teguran dari sang supir membuat Barbara keluar dari pikirannya dan segera keluar dari dalam mobil setelah mengucapkan terima kasih.

Jika biasanya Richard sendiri yang mengantarnya, kali ini pria itu tidak bisa. Pagi tadi ia sudah pergi dengan Sawyer, pria itu bilang jika mereka ada meeting penting dengan investor dari China.

Tapi... mengingat tentang semalam, membuat berbagai pikiran buruk bercokol di kepala Barbara. Atau jangan-jangan...

No! Stop it, Barbara! He loves you! suara di dalam hatinya kembali berperang dengan pikirannya. Ish! Bisakah suara-suara menyebalkan itu dihilangkan saja?!

Setelah masuk ke dalam restoran, Barbara langsung mendapatkan tempat duduk di dekat jendela dengan mudah. Tentu saja, ini masih pagi. Hanya ada beberapa orang yang sedanh breakfast.

"Barbara?"

Panggilan itu terdengar tak lama setelah ia mendudukan dirinya. Ia mendongak dan mendapati David Smith–mantan atasannya sedang menatapnya dengan bingung.

"Hai, emmm... Dave?" sapa Barbara canggung, ia mendadak tidak tahu harus memanggil apa mantan bosnya ini.

Mengabaikan sapaan balik wanita itu, David memicingkan matanya menatap Barbara. "Apa yang kau lakukan disini? Bukankah kau kemarin sudah resign?" tanya David.

Barbara meringis pelan, apakah karyawan yang sudah resign tidak boleh masuk ke sini lagi?

"Aku... sedang menunggu Emily. Kita punya janji untuk bertemu disini kemarin, apakah dia sudah datang?"

"Sepertinya belum–ah, itu dia!" kata David seraya menunjuk ke arah pintu kaca transparan yang baru saja dibuka.

Emily yang baru saja masuk langsung melangkahkan kakinya menuju meja Barbara setelah melihat sahabatnya itu melambaikan tangannya.

"Hai, Barb! Apa kau sudah menunggu lama?" ucap Emily ketika ia sudah mendudukan bokongnya.

Barbara menggeleng seraya tersenyum tipis. "Tidak, aku baru saja sampai."

The Devil's Take MeWhere stories live. Discover now