Pernah jatuh

1.2K 204 31
                                                  


Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Awalnya aku sangat membenci buku-buku dan segala hal mengenai tentangnya. Bukan tanpa sebab, karena aku pernah memiliki trauma mendalam dengan buku saat pertama kali jatuh hati.


Saat itu aku masih duduk di Sekolah Menengah Atas, tahun pertama dengan semangat dan mimpi memiliki kisah bak cerita cinta picisan.


Dia adalah seniorku, sosok yang membuatku jatuh hati untuk pertama kalinya. Sosok yang membuat semangat belajarku bertambah berpuluh kali lipat agar bisa menarik perhatiannya. Namun akhirnya ia juga lah yang menghilangkan minat belajarku.


Masa itu umurku belum genap 17 tahun, bagiku cinta di atas segalanya dan aku berusaha sekuat tenaga untuk menggapai hatinya. Diam-diam aku mencurahkan seluruh isi hatiku di dalam buku.


Setiap hari aku menulis satu halaman. Hingga hari ke-30 saat buku itu penuh, maka dengan mengumpulkan segudang keberanian aku menemuinya dan mengungkapkan perasaanku. Memberi satu buku yang sudah kupersiapkan lama untuknya.


Namun, sungguh di luar dugaan.
Keesokan harinya, ia menyebarkan perasaanku yang tertuang di dalam buku pada sepenjuru sekolah. Menginjak dan menghancurkan segenap hatiku untuknya.


Hingga disisihkan dan bahkan diolok-olok oleh orang yang tidak ku kenal.


***


Harus ku akui, aku tidak tampan dan memesona. Tubuhku kurus, dan wajahku tidak menarik. Namun saat itu aku tidak menyadari, kalau ternyata kebanyakan orang-orang hanya menilai dari rupa saja.

Sayang sekali aku masih begitu naif.


Hingga sampai titik di mana aku lelah dan menyerah karena caci maki dan hinaan karena perasaan tulusku di anggap terlalu lancang dan berani bahkan tidak tahu diri. Pada sosok yang sangat populer di sekolah.


Sebulan sejak pernyataan cintaku, aku pindah sekolah.

Aku menutup buku, menyimpan rapat-rapat kisah paling buruk semasa remajaku.


***


Mungkin cerita itu hanya akan menjadi kenangan masa lalu bagi segelintir orang. Mereka akan mengingat sosok naif yang begitu pemberani akan perasaannya. Dan mungkin saja beberapa orang lainnya akan melupakannya begitu saja. Lupa sudah membuat orang terpuruk sedemikian rupa.


Lain halnya dengaku. Orang yang telah mereka padamkan kisah cinta masa remajanya. Hal itu begitu membekas untukku.


Menjadi trauma tersendiri untuk jatuh hati kembali pada orang lain.


***


5 tahun berlalu sejak mimpi buruk itu.


Semua telah berubah drastis. Dan aku sudah berada di tahun ke 3 perkuliahan. Belajar dari kesalahan dulu, kini sangat jauh berbeda aku begitu populer di kampus.


Benar kata orang, pengalaman lah yang akan membuat kita belajar menjadi lebih baik. Dan aku benar-benar menjadikan hal itu sebagai acuan untuk semakin berkembang. Dan terimakasih pada masa pubertas yang berhasil membuatku jadi berbeda dari saat sekolah dulu.


Meski begitu populer dengan banyak orang yang jelas-jelas tertarik, tidak membuatku mudah kembali jatuh hati.


Bahkan, aku tidak pernah lagi jatuh hati. Karena terlalu takut. Rasa takut yang mengukungku untuk tetap dalam kesendirian.


Entah sudah berapa pernyataan cinta yang kutolak. Pernah sekali aku mencoba namun sayangnya kilas balik hujatan dan olokan membayangi kepalaku.


Mungkinkah cupid tidak akan menjodohkanku dengan seseorang?


***



Tahun ketiga ternyata tidak lebih baik dari tahun-tahun perkuliahan sebelumnya. Waktu kuliah lebih sedikit, namun tugas, proposal dan jurnal menumpuk untuk dikerjakan.

Pola hidupku berubah. Dari sebelumnya kampus-mall menjadi kampus-perpus.

Aku diharuskan menjadi pelanggan tetap sebuah perpustakaan kota, untuk mengumpulkan bahan jurnal penelitian.


Dan di sanalah sebuah keajaiban terjadi.

Untuk pertama kalinya dalam 5 tahun aku jatuh hati. Pada sosok yang duduk di balik meja dengan wajah serius membaca buku. Kaca mata bulat yang membingkai tampak sebagai pemanis.


Dia, yang tidak menyadari keberadaanku bahkan sudah merebut seluruh atensiku.


Akhirnya!

Aku menemukannya, bahkan tanpa aku berusaha mencarinya.




Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Curahan hati:


Aku mau curhat,😭
Udah seminggu ini aku stuck banget, nyoba ngelanjut Dawn, Stranger, Soulmate juga ga jalan-jalan..

Dan skrg aku nyoba nulis cerita baru, mungkin bakal sejenis Insecure. Dengan cerita yang berbeda. Maafkan kalau hutang makin numpuk.


Enjoy ya!


Serendipity - OngNielTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang