14. Musuh baru (2)

1K 131 5

"Jalannya sepi amat ya cuk!" Ucap Gilang sambil membuka kaca mobil Randy. Ia menatap gabut kearah sekitar. Kevan yang di tugaskan menyetir pun hanya menghembuskan nafasnya pelan. Pikirannya sedang kacau saat ini.

"Van, mau gantian gak nyetirnya?" Tawar Randy. Gilang yang ada di sebelahnya pun menganggukkan kepalanya cepat. "Hooh Ran, gantiin si Kevan nyetir gih! Kayaknya tuh anak masih di landa galau akut, liat aja kayak gak fokus gitu. Gue masih pengen hidup!"

Kevan hanya mendengus kasar. Ia fokus ke jalan tanpa mendengarkan semua ocehan Gilang, yang terpenting saat ini Kevan ingin hidupnya tenang. Mungkin memang benar, berharap kepada Keylo hanya akan membuatnya galau tujuh turunan.

"Sialan si kampret omongan gue gak di dengerin!" Ucap Gilang sebal.

"Lu kayaknya kalo ngoceh kayak gitu di chat, pasti udah di read only sama si Kevan.." balas Randy sambil terkekeh geli. Gilang hanya cemberut kesal. Ia memeluk boneka Minion kecil yang baru dia beli tadi pagi erat-erat.

Suasana di mobil Randy pun kembali tenang. Gilang tidak mengoceh lagi, Randy hanya bisa diam karena dia tidak mempunyai topik untuk di jadikan bahan gossip. Dan Kevan? Cowok itu masih di landa galau akut tingkat miris!

Semuanya jadi sunyi, tak ada suara.. sampai sebuah teriakan keras mengundang kaki Kevan untuk menginjak pedal rem secara tiba-tiba.

"WHUAAAAAAAAAA DARREL! ANDRA!"

Kevan melototkan matanya kaget, saat Keylo menyebrang jalan tanpa permisi. Ia membuka sabuk pengamannya refleks dan keluar untuk menyusul langkah Keylo yang terlihat sedang terburu-buru.

Sementara Gilang disana menjerit histeris. Ia memukul-mukul kepala Randy spontan. "Heh bagong! Kehed! Gue bilang juga apa! Gantiin si Kevan nyetir tai!"

Randy yang mendapat benturan cukup keras di jidatnya pun hanya mengiris pelan. Ia melindungi kepalanya cepat dari pukulan bertubi-tubi dari Gilang.

"Kehed siah Randy! Gelo maneh!"

"Kenapa jadi aing sih anjir!"

***

Kevan mengatur nafasnya pelan. Ia bersembunyi dibalik pohon dan menatap wajah Keylo pekat. Cowok yang masih berseragam sekolah itu sedang menjongkokan tubuhnya di semak-semak pekarangan orang. Kevan heran, Keylo seperti bersembunyi.. tapi, bersembunyi dari siapa?

"Oy bocah kemana lu!" Ucap Noah sambil memaksakan kaki kecilnya untuk berlari lagi. Ia berhenti spontan saat melihat temannya sudah kelelahan menyusulnya di belakang.

"Noah.. Epan capek!" Ucap seorang bocah yang lebih pendek dari Noah. Ia menepuk-nepuk pundak Noah dan berjongkok di sebelahnya. "Noah.. Epan pengen kentut!"

"Aishh Epan kentut disana aja gih! Jangan deket-deket Noah!"

Bocah gemuk yang diketahui bernama Epan pun menganggukkan kepalanya cepat. Ia ngacir ke semak-semak sekitaran tempat Keylo bersembunyi dan melepaskan bom kentut nya disana.

Keylo yang terkena radiasi boom kentut pun sontak keluar dari persembunyian. Ia mengibaskan tangannya cepat untuk mengusir sekumpulan gas beracun yang masih menguasai area tempatnya berdiri.

"Nah keluar juga lu bocah!"

"Heh!" Keylo melotot galak. Jika dengan cara kabur tidak bisa membuatnya lolos dari anak-anak barbar ini. Maka jawabannya adalah melawan! Keylo tak perduli meskipun mereka akan mengadu ke emak/abahnya nanti, yang terpenting.. anak nakal harus di kasih pelajaran!

"Lu bocah sialan! Jangan salahin gue kalo lu gue pukul ya! Lu yang mulai duluan!" Ucap Keylo galak. Epan yang pada dasarnya penakut pun langsung ngacir dan berlindung di belakang Noah.

MY STUPID ENEMY [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang