2. Chanyeol

582 116 13
                                                  

Pulau Jeju – Januari, 2006


"Apa yang kita lakukan di sini sebenarnya?" tukas Jongin seraya cemberut. "Tempat ini seharusnya menjadi tujuan untuk para siswi saja, mengapa kita juga harus ikut?"

Sehun menepuk kepala Jongin. "Kau berisik."

"Tapi aku benar, kan? Chanyeol. Kau juga merasa bosan, kan?"

Chanyeol memerhatikan beberapa boneka beruang yang di tempatkan di kotak kaca. "Menurutku boneka-boneka itu tampak lucu."

Tiba-tiba terdengar suara dari guru mereka bahwa waktu untuk melihat-lihat sudah habis. Mereka di haruskan untuk segera kembali ke bus karena mereka akan berangkat untuk jadwal selanjutnya. Jongin buru-buru menyeret Chanyeol dan Sehun ke luar dari tempat itu.

"....dimana Yiahn dan Jiwon?"

"Mereka sudah masuk ke dalam bus."

"Kau bercanda? Kita akan tertinggal! Ayo!"

"Tenang saja, Yoona. Kita tidak akan tertinggal karena masih banyak—"

BUGH!

Chanyeol menoleh ke belakang karena terkejut. Seseorang baru saja menabrak punggungnya. Seorang gadis berambut panjang yang tidak sengaja menabraknya saat sedang berlari.

"Astaga. Aku baru saja ingin bilang kepadamu untuk tidak berlari." ujar gadis berambut sebahu. Lalu ia membungkuk pada Chanyeol. "Maaf, Seonbae, temanku ini tidak sengaja."

Chanyeol menggeleng. "Tidak apa-apa."

"Seharusnya kau lebih berhati-hati lagi, nona." Jongin memperingatkan sembari tersenyum menggoda. Sehun memutar bola matanya.

"Terimakasih, Seonbaedeul. Ayo." ia segera menarik tangan gadis berambut panjang itu pergi.

Sebelum mereka menjauh, Chanyeol sempat mendengar perkataan gadis berambut panjang kepada teman disampingnya.

"Gawat! Sepertinya tali braku terlepas saat aku menabrak Seonbae tadi. Mengapa tiba-tiba bisa begitu?"

"Benarkah?"

"Apa mungkin getaran yang di timbulkan oleh Seonbae tadi menyebar hingga ke tali braku?"

"Dasar bodoh. Masih saja bercanda."

"Ha ha ha ha!"

Chanyeol tersedak dan tertawa geli. Jongin yang melihat itu langsung mengernyit.

"Mengapa kau tertawa sendiri seperti itu, bodoh?"

"Apakah kalian tidak mendengarnya?"

"Mendengar apa?" tanya Sehun.

Chanyeol menggelengkan kepalanya. "Tidak, tidak apa-apa." ia kembali melirik ke arah gadis tadi yang kini sudah menghilang dari penglihatannya. Chanyeol mengulum senyum lebar.

*

Chanyeol tidak tahu kalau ia berada di dalam satu bus yang sama dengan gadis itu. Hal itu entah kenapa membuatnya semakin bersemangat. Chanyeol mencoba untuk ikut melontarkan lelucon seperti Jongin kepada teman satu kelasnya yang lain. Apalagi gadis itu juga senang bercanda. Chanyeol ingin melihat senyumnya lagi.

Namun anehnya gadis itu tidak tertawa di saat teman-temannya tertawa terbahak-bahak. Bahkan teman-teman gadis itu terlihat tertawa geli mendengar leluconnya, atau setidaknya tersenyum. Gadis itu hanya terdiam dengan dahi yang berkerut.

Chanyeol terdiam. Apa mungkin gadis itu menganggapnya aneh?

"Hei," Chanyeol menyikut lengan Sehun yang duduk disampingnya. "Apa leluconku buruk?"

Sehun mengernyit. "Kau tidak melihat mulut Baekhyun yang terbuka lebar hingga kemasukkan nyamuk saking lucunya lelucon yang kau lontarkan? Kau bahkan membuat supir Ajeossi hampir menabrak tiang listrik tadi."

"Benar juga." Chanyeol meringis pelan. Ia menoleh ke arah gadis itu yang duduk disamping jendela bus sama sepertinya. Chanyeol sedikit terkejut saat menyadari bahwa gadis itu sedang menatapnya melalui bayangan kaca jendela. Tapi kemudian gadis itu langsung mengalihkan pandangannya setelah mata mereka bertemu selama beberapa detik.

Chanyeol tersenyum kecil. []

[Mini Series] Love In My Memory ✔Where stories live. Discover now