1. Yoona

991 123 3
                                                  

Pulau Jeju – Januari, 2006


"Yoona! Lihat bangunan itu, bukankah sangat indah?"

Yoona mendongakkan kepalanya untuk mengikuti arah yang di tunjuk oleh Dasom. Ia mengangguk setuju. "Benar. Museum boneka beruang yang tadi kita kunjungi juga bagus. Aku ingin sekali memiliki salah satu bonekanya."

Dasom berdecak. "Itu adalah museum, tentu saja kau tidak boleh memilikinya meskipun hanya salah satu."

"Aku hanya bercanda, Kim Dasom. Ayo kita kembali. Dimana Yiahn dan Jiwon?"

"Mereka sudah masuk ke dalam bus." jawab Dasom dengan wajah polos.

Yoona memucat. "Kau bercanda? Kita akan tertinggal! Ayo!"

*

Yoona meregangkan otot tubuhnya sembari mengerang panjang. "Perjalanan yang panjang dan menyenangkan ini sudah berakhir."

"Sepertinya cepat sekali. Padahal kita berangkat tiga hari yang lalu." ujar Dasom dengan mulut penuh keripik kentang. Yiahn dan Jiwon yang duduk di depan mereka sontak membalikkan badan ke arah mereka.

Jiwon mengangguk. "Aku juga sangat menyayangkannya. Jeju benar-benar tempat yang indah. Aku akan kembali lagi bersama suamiku nanti ke sini!"

"Aku tidak yakin kau akan memilih pulau Jeju untuk melakukan bulan madu." Yiahn mengulurkan tangan lalu mengambil beberapa keripik kentang milik Dasom dan memakannya. "Eum, ini enak sekali!"

"Mungkin aku akan memilih ke Paris."

"Masalahnya kau sudah memiliki calon suami atau belum? Kekasih pun kau tidak memilikinya."

"Kalian jahat." sungut Jiwon, namun ikut bersama Yiahn mengunyah keripik kentang Dasom.

Yoona melirik ke arah jendela bus. Pemandangan di luar menunjukkan keadaan pulau Jeju yang hijau dan biru oleh pepohonan dan laut. Begitu indah dan luar biasa. Yoona menyandarkan kepalanya pada kaca jendela. Ketika ia menoleh ke arah kursi di seberang kursinya, ia melihat seorang laki-laki bertelinga panjang yang sedang bercanda bersama teman sebangkunya.

Laki-laki itu sedang melontarkan lelucon yang bagi Yoona tidak lucu sama sekali, namun teman-temannya tertawa terbahak-bahak mendengarkan perkataannya. Yoona mengerutkan dahinya. Lagipula ia tidak ingat kalau ia satu kelas dengan laki-laki itu.

"Itu Park Chanyeol dari kelas 2-A." sahut Yiahn ketika Yoona bertanya siapa laki-laki itu. "Sebagian dari murid kelas 2-A memang berada di sini bersama kita, karena murid kelas kita yang sebagian lagi di bus yang sama dengan sisa murid dari kelas 2-A."

"Kenapa rumit sekali? Kenapa setiap kelas tidak satu bus saja?"

Yiahn mengangkat bahu. "Peraturannya seperti itu. Mungkin para guru menginginkan kita untuk berbaur dengan kelas lain."

Yoona menolehkan kepalanya ke jendela. Ia menangkap sosok laki-laki itu dari bayangan kaca jendela. Tiba-tiba laki-laki itu menoleh ke arahnya dan menatapnya dari bayangan itu. Sontak Yoona langsung mengalihkan pandangannya untuk menghindari tatapan laki-laki itu. []

[Mini Series] Love In My Memory ✔Where stories live. Discover now