--berantem

23 3 0

TEPAT saat bel pulang berbunyi, devi langsung jalan duluan kearah parkiran meninggalkan teman temannya setelah ia selesai memasukkan buku bukunya kedalam tasnya

"weh, gue duluan ya" kata devi kelada teman temannya yang masih membereskan buku buku mereka "iya, ati ati" jawab rani dan jocelyn bersamaan

Devi melangkahkan kakinya ke arah parkiran, saat sedang menunggu abangnya menjemput, tiba tiba ia melihat seorang lelaki sedang menatapnya tajam, yup, lelaki itu adalah raynand

Tanpa devi sadari, kakinya berjalan kearah raynand dengan sendirinya, ia hanya bisa menyesali apa yang telah ia lakukan, ia tidak mungkin balik ketempatnya sebelumnya, karena raynand tidak henti hentinya menatap devi daritadi, devi menundukkan kepalanya menyesal

Saat devi sudah berada di depan raynand, tidak ada diantara keduanya yang mau membuka mulut mereka, devi pun membalikkan badannya hendak pergi dari hdapan raynand

"ngapain?" tanya raynand dingin, devi spontan membalikkan badannya "hai" devi mengangkat tangannya kaku, sungguh ini adalah hal terbodoh yang pernah devi lakukan di depan raynand

"ngapain?" ulang raynand masih dengan muka datarnya, devi ingin menjawab namun entah kenapa lidahnya terasa kelu "mana?" tanya raynand membuat devi mengernyitkan dahinya bingung

"apanya mana?"

"devano"

"kenapa ka devano?"

"lu"

"aku kenapa?" bingung devi karena raynand yang benar benar pelit ngomong "date" jawab raynand "hah?" tanya devi "devano mana? lu sama dia nge-date kan? Lu ngapain disini?" tanya raynand, kali ini ia bertanya dengan jelas

"ohh, makanya ka raynand kalo ngomong tuh jangan pelit pelit, kan aku jadinya gangerti, lagian juga kan ngomong gapake pulsa!" kata devi jengkel

"bego" balas raynand "hah? Ka raynand ini loh, baru juga aku bilangin kalo ngomong tuh yang jelas!" devi mengerucutkan bibirnya kesal

"lu nya aja yang bego" jawab raynand tersenyum jail, devi menatap raynand terkejut, bukan karena perkataan raynand, namun karena yang raynand baru saja tersenyum, walaupun tersenyum jail

"wahh, ka raynand barusan senyumm!! Sering sering senyum gitu dongg ka!!" devi menunjuk wajah raynand dengan telunjuknya sambil tersenyum bahagia, raynand menggelengkan kepalanya pelan lalu naik ke atas motor ninjanya "naik" kata raynand "buat?" devi menatap raynand bingung

"napa? lu mo pergi sama devano? Orangnya disitu tuh, yang lagi sama cewe" raynand menunjuk devano yang sedang bersama seorang perempuan dengan dagunya, devi menolehkan kepalanya mencari sosok yang raynand maksud, setelahnya devi mengalihkan pandangannya ke raynand lagi

"nggak gitu ka, aku sama ka devano ngga ada date hari ini, aku sama ka devano gada apa apa, tadi ka devano ngomongnya ngawur" kata devi menjelaskan

"lu bohong gitu sama gue tadi?" tanya raynand mengangkat sebelah alisnya "bu-bukan gitu ka, kan ka devano yang ngomong gitu, bukan aku" jawab devi "oh" raynand menganggukan kepalanya

"udah naek lu" perintah raynand "gausah ka, abang aku mau jemput" jawab devi menolak "naek!" tegas raynand memaksa "ta-tapi ka-"

"WOI DEVI!!" tiba tiba seorang perempuan yang tadi sedang bersama dengan devano datang dan menjambak rambut berwarna hitam kecoklatan panjang milik devi

"auhh sakit ka" devi meringis kesakitan, ia mengingat dengan jelas perempuan yang menjambaknya, ya, perempuan itu adalah rachel, perempuan yang telah membuat masa masa MOS dan kelas X devi menjadi masa masa paling menyedihkan dan menyeramkan bagi devi

DevianaRead this story for FREE!