Seorang cewek dengan switer birunya, sedang duduk di kursi cafe yang cukup ramai pengunjungnya. Ia sedang menunggu seseorang yang akhir-akhir ini berubah sikapnya.
Akhirnya yang di tunggu-tunggu sudah datang.
Seorang cowok dengan Hoodie birunya, memasuki cafe itu dan mengedarkan pandangannya, saat matanya menangkap seorang cewek yang akhir-akhir ini selalu menghantui pikirannya. Ia segera menghampirinya.
Cowok itu menduduki kursi didepan cewek itu.
"Lo mau ngomong apa? Cepetan gak usah lama. Gue masih punya urusan"ucap cowok itu dingin.
Cewek itu merasa sedih mendapat sikap dingin dari orang yang sangat ia rindukan.
"Sebenarnya lo itu kenapa sih ar?" Tanya cewek itu sambil memandang cowok didepannya.
"Lo cuma mau tanyain itu doang ke gue? Buang-buang waktu gue tau gak" tukas cowok itu sambil berdiri dari duduknya dan segera meninggalkan cafe.
Cewek itu tak tinggal diam, ia segera mengejar cowok itu dan menahan pergelangan tangannya.
"Ar, gue gak tau salah gue apa. Hingga lo ngejauhin gue kaya gini" ujar cewek itu dengan air mata yang sedikit-sedikit mulai menetes.
Cowok itu tidak menanggapi ucapan cewek yang memegang pergelangan tangannya, bahkan ia tidak menoleh untuk melihat air mata yang sudah mengalir dipipi cewek itu.
Cowok itu menarik tangannya dan segera pergi dari tempat itu.
Cewek itu masih menangis menatap kepergian cowok yang sangat dirindukannya.
••••
~ARLA~
YOU ARE READING
ARLA
Teen FictionCowok Playboy yang berani meluk gue di saat pertama kali ketemu. Bahkan gue gak kenal sama dia. Tapi entah kenapa akhir-akhir ini dia selalu ada di pikiran gue. -Shela Ardilla- Cewek galak yang kalo dipeluk sekali aja langsung amuk-amukan kayak sing...
