--nasi uduk

26 4 2

SEUSAI menyelesaikan kegiatan belajar mengajarnya pada hari ini, devi langsung keluar dari kelasnya, saat dirinya sampai di parkiran, ia melihat rangga yang sedang tersenyum kearahnya sambil melambaikan tangannya

"dev, balik bareng siapa?" tanya rangga begitu devi sampai di depannya "awalnya sama abang aku cuman dia tiba tiba ada urusan mendadak" jawab devi "gue anterin ya? Sekalian makan, laper guee, temenin ayang lu inii ya" kata rangga memelas

"ayang ayang pala lu peyang" canda devi, ia refleks memukul pelan lengan rangga, membuat keduanya tertawa bersamaan "ya maap, yuk ah cabss" rangga menarik lengan devi lembut "iya iya" pasrah devi

"naik" kata rangga saat dirinya sudah naik ke atas motor ninjanya "eumm, motornya tinggi banget ka" cengir devi, membuat rangga gemas akannya

"makanya minum susu dekk" ejek rangga, kemudian ia memiringkan motornya sedikit dan melepas tas devi paksa, lalu ia memberikan tas tersebut ke tangan devi "buat apa?" bingung devi "buat nutupin rok lu" jawab rangga, devi mengangguk paham, lalu ia naik keatas motor rangga

Rangga memberhentikan motornya di depan warung bertuliskan 'nasi uduk mang ucok', devi mengerutkan dahinya, merasa asing dengan warung yang kini ada didepannya

"nape lu? Gapernah kesini ya? Beuhh dede, nasi uduk sini enak banget duhh, udah yuk masuk, laper gue" kata rangga, devi mengangguk, lalu mereka berdua melangkahkan kaki mereka masuk kedalam warung tersebut

Setelah makan, devi keluar terlebih dahulu untuk menunggu rangga yang sedang membayar makanan mereka tadi, awalnya devi ingin membayar, namun rangga bersikeras ingin membayar makanannya dan devi jadi, devi tidak bisa menolak

"dev, udah nih, yuk" panggil rangga membuyarkan lamunan devi "eh ka" devi menatap rangga yang sekarang sedang ada disampingnya, rangga menolehkan kepalanya dan menaikkan satu alisnya

"eumm, boleh kesitu bentar ga? Aku mau beli kue, lagi kepengen nihh soalnya kuenya enak banget loh" devi mengangkat jempolnya sambil tersenyum manis "yaudah yuk" devi dan rangga berjalan ke toko kue yang tadi ditunjuk oleh devi

"kak, gamau beli?" tanya devi saat ia sudah ada di kasir, rangga menggelengkan kepalanya "lu sering beli kue disini?" tanya rangga setelah devi dan dirinya keluar dari toko tersebut

"ngga sering sering amat sih, cuman aku biasanya beli kalo lagi kepengen aja" jawab devi, setelah itu mereka melesat pergi mengggunakan motor ninja merah milik rangga

"kaa, berhenti bentar dehh" devi menepuk nepuk bahu rangga membuat rangga memberhentikan motornya dipinggir jalan, ia menolehkan kepalanya menatap devi lalu ia mengangkat satu alisnya bertanya

"itu, aku mau kesana" devi menunjuk tempat dimana terdapat seorang anak kecil yang sedang bernyanyi mengharapkan orang yang lewat memberinya sedikit sumbangan

"ka? ayoo!!" ajak devi semangat, ia menarik lengan rangga dan berjalan dengan semangat ke tempat tersebut, hal tersebut membuat rangga tersenyum kecil, ini sudah kesekian kalinya ia melihat devi melakukan hal baik seperti ini

"dek" panggil devi membuat anak kecil didepannya menolehkan kepalanya, saat anak itu menatap tepat di manik mata devi, devi dapat melihat bahwa di mata anak itu tersirat kesedihan yang mendalam

devi mengelus lembut kepala anak tersebut sambil tersenyum menyalurkan semangat dan kehangatan untuk anak tersebut, rangga yang berdiri di belakang devi hanya bisa merasa kagum karena devi memiliki hati sebaik ini

"dek, ini kaka ada kue, buat kamu ya, dimakan okee?" devi berjongkok menyamakan tingginya dengan anak tersebut, anak itu mengangguk paham, devi melihat mata anak tersebut berkaca kaca, devi melebarkan senyumnya merasa iba

ia tau bahwa anak didepannya ini sedang merindukan sosok orangtuanya, devi menarik anak itu kedalam pelukannya sesaat setelah cairan kristal bening keluar dari matanya, devi mengelus punggung anak itu penuh kasih sayang, lalu tak lama, ia melepas pelukan itu

"makasi kak" kata anak itu sambil tersenyum, devi menganggukan kepalanya "iyaa, jangan lupa dimakan, kaka balik dulu yaa, byee!" devi melambaikan tangannya dibalas lambaian juga oleh anak itu

setelahnya devi menarik rangga kembali ke motor rangga, namun rangga menghentikkan langkahnya dan mengajak devi duduk di salah satu kursi yang ada di tempat tersebut

"lu bukannya lagi kepengen kue itu?" tanya rangga heran, devi tersenyum dengan sangat manis membuat hati rangga menghangat

"aku kan bisa beli lagi lain kali, kalo dia, belum tentu dia bisa beli sendiri, dan juga dia lagi kelaperan, sekali kali kan kita harus nyumbangin barang kita ke orang yang lebih membutuhkan" jawab devi, rangga hanya bisa menatap devi takjub, setelahnya mereka berdua terdiam untuk waktu yang cukup lama

Deviana velicia navriel alexa, do you want to know something? Today, you make me fall for you again, for the thousand times, batin rangga sambil menatap devi dengan senyumnya

"kaa?" panggil devi, rangga masih diam saja, tidak menyahut "kaa?" panggil devi lagi, kali ini dengan suara yang lebih besar "eh, iya?" rangga sadar dari lamunannya "yuk balik" ajak devi, rangga menurut, rangga pun mengantar devi ke rumahnya

"makasi kak, udah nganterin" devi melambaikan tangannya saat ia sudah turun dari motor rangga "iya dek" rangga menganggukan kepalanyaa sambil melambaikan tangannya juga

"ih apasi, masa manggil aku pake 'dek'?" canda devi "lu kan masih kecil, liat aja tinggi lu cuman ampe bibir guee" ledek rangga

"ka rangga!! Aku tau aku pendek, tapi gausah diledek juga kalii!" kesal devi mengerucutkan bibirnya, membuat siapa saja yang melihatnya akan merasa gemas

"itu nyadar" goda rangga lagi "ihh! Pulang sana, gausah pake masuk ke dalem rumahku!" devi mendorong tubuh tinggi rangga, namun usahanya sia sia karena rangga membalikkan tubuhnya lagi

"emangnya gue bilang mau masuk ke rumah lu dulu?" skakmat. devi terjebak akan kata katanya sendiri "gatau ah terserah ka rangga aja!!" malu devi, membuat tawa rangga meledak, ia merasa senang dapat menggoda orang yang ia sukai seperti ini

ia merasa lebih baik seperti ini daripada ia menyatakan perasaannya kepada devi dan itu malah membuat tali persahabatan mereka merenggang

"dev" panggil rangga setelah tawanya mereda "apa?" devi masih kesal akan rangga yang daritadi meledeknya "yaelah, ngambek dianya, gue kan bercanda doang deviana velicia navriel alexaaaa" rangga mengacak acak rambut devi gemas

"ih, rambut aku jadi berantakan nihh" devi merapihkan rambutnya lagi "gapapa, masih cantik kok, gue nya juga masih sayang" rangga menatap devi sambil tersenyum

"kak rangga!!" devi salting, membuat rangga kembali tertawa akan reaksi devi yang selalu berakhir menggemaskan jika digoda

"devi" panggil rangga lagi "iyaa?" tanya devi mencoba sabar akan sikap lelaki didepannya ini, rangga mendekatkan mulutnya kesamping telinga devi

"tetep jadi diri lu sendiri ya, gue suka soalnya, gue juga sayang" bisik rangga lembut, tepat disamping telinga devi, hal tersebut membuat wajah devi memanas

"kak rangga ngomong apaan sih??" devi tambah salting "hahaha, yaudah, gue duluan ya, jangan lupa minum susu dev, kalo gak minum ntar gue malah makin suka loh, gara gara enak buat dipeluk, lu mau sering sering gue peluk?" goda rangga lagi

"KAKKK!!" pipi devi benar benar memerah sekarang, coba pikir, mana ada perempuan yang tidak meleleh jika diperlakukan seperti itu oleh seorang lelaki yang tampan dan juga baik seperti rangga

"hahaha, gue duluan, byee!!" rangga mengenakan helm-nya dan pergi dari kediaman devi setelah devi melambaikan tangannya

FOLLOW :
clarissaaalika_ (ig)

tengkiuu udah tetep baca ampe part 'nasi uduk' ini ya hahaha, keep voment yaa!!

DevianaRead this story for FREE!