03

5 0 0

PART 3

Aku menatap bingung bangunan di depanku. "Ini dimana?" Tanyaku pada Rio yang mulai melepas helmnya

Rio tersenyum sekilas, lalu berkata "Rumah aku"

Dahiku mengernyit bingung. Oke, ini Rumah Rio. Terus? Gak mungkin kan aku lesnya di rumah dia.

"Mulai sekarang kamu belajar sama aku nya di sini. Di rumah aku." Ucap Rio seolah bisa membaca pikiranku.

Aku membelalak kaget. Belajar di rumah Rio??? Astaga! selama jadi cewek dia aja aku gak pernah tuh diajak ke rumahnya. Eh sekarang pas udah jadi mantan baru diajak, walaupun cuman untuk belajar bareng.

"Tap-- tapi.."

"Udah gada tapi-tapian. Ayo masuk." Rio segera menarikku masuk ke dalam rumahnya.

Aku mendengus menatap punggung tegap Rio yang masih semangat 45 menarik tanganku.

"Nah. Kamu tunggu disini, aku mau ganti baju dulu." Rio mendorong paksa tubuhku hingga aku terduduk di salah satu sofa yang ada di ruang tamu.

Baru beberapa langkah Rio kembali membalikkan badannya ke arahku

"Jangan kemana-kemana!" Rio menatap lekat kearahku dengan jari telunjuk yang mengarah tepat ke wajahku.

Aku hanya mengangguk patuh.

Aku menatap ke segala penjuru rumah mewah milik keluarga Ferdinand ini.

'Gila. Ini rumah apa istana? Besar kurang besar.' Aku mendecak kagum melihat isi rumah Rio.

'Berapa uang ya yang habis buat bangun rumah yang gedenya subhanallah gini.' Cukup, gue udah mulai ngelantur.

"Itu si Rio ganti baju apa luluran sih? Lama amat." Aku menggembungkan pipiku sebal dan menyandarkan punggungku ke sandara kursi.

Tak lama aku mendengar suara langkah kaki. Aku menegakkan badanku saat sadar bahwa langkah kaki tersebut bukan berasal dari dalam rumah melainkan dari arah pintu masuk.

"Eh. Ada tamu ternyata." Aku menoleh kearah seorang wanita yang sudah cukup berumur yang berdiri tak jauh dari tempatku duduk.

"Siang tante." Aku segera bangkit dari dudukku. Tersenyum canggung serta membungkukan sedikit badanku.

Kalian tahu siapa wanita tersebut?

Mama Rio.

...

"Temennya Rio ya?" Tanya tante Elsa yang merupakan mamanya Rio.

"Iya tante" aku tersenyum kikuk menjawab pertanyaanya.

'Kagak mungkinkan gue jawab saya mantan Rio tan.' Punya nyali seberapa sih gue.

"Loh. Mama udah pulang?" Aku dan tante Elsa menoleh saat mendengar suara Rio dari arah tangga.

Tante Elsa hanya tersenyum menjawab pertanyaan anaknya.

"Ehmm, kenalin ma Aleyna tem--"

"Mama udah tau. Aleyna yang dulu sering kamu ceritain kan?" Aku membelalak kaget menatap tante Elsa.

Ini maksudnya apa?

"Mama apaan sih." Rio mendesis kecil lalu menggaruk tengkuknya yang kuyakini tidak gatal sama sekali

Tante Elsa hanya tertawa kecil melihat tingkah anaknya yang malu malu meong.

"Yaudah mama tinggal dulu. Tante duluan ya Aleyna." tante Elsa tersenyum sebentar lalu pergi meninggalkan ku dan Rio dalam kecanggungan.

"Emmm, ki-kita jadi belajar nya?" Tanyaku gugup

"Eh? Jadi kok. Ayo! Kita belajar di kamar aku aja ya." Belum sempat aku menjawab, Rio sudah menarik tanganku.

' Eh, tunggu... Dimana? KAMAR?! '


You Still My Number OneBaca cerita ini secara GRATIS!