"jujur, siapa aja yang bocorin?!" tanya raynand sekali lagi "kalau sampai hitungan ke 3 gaada yang jujur, saya sebut nama!" ancam keenan menyambar "iya, kita ada nama beberapa orang yang kami dengar telah membocorkan kegiatan LDKS kemarin!" tambah arhan dengan santai

"SATUU!" raynand mulai menghitung, para peserta LDKS kemarin mulai saling memandang satu sama lain, suasana LDKS kemarin terasa lagi sekarang "DUA!!" hitung raynand lagi, para siswa/i menjadi panik "TIGA!!" raynand menghembuskan nafasnya kasar "arhan, bacain!" perintah raynand membuat sebagian besar orang di ruangan itu menahan nafasnya cemas

"michelle" kata arhan membacakan "rei-" perkataan arhan dipotong oleh seorang perempuan bertubuh mungil yang mengacungkan tangannya

"saya juga kak!" potong perempuan tersebut, ia berdiri, membuat semua orang di ruangan tersebut menatapnya, beberapa dari mereka terkagum kagum akan kejujuran dan keberanian gadis tersebut

Yap, gadis bertubuh mungil tersebut adalah devi "maju!" tegas raynand, devi melangkahkan kakinya ragu, ia hanya bisa pasrah akan hukuman yang akan diberikan padanya, michelle yang sudah berada di depan hanya diam saja, menatap devi yang tersenyum menatapnya "siapa lagi?!" tanya raynand, kali ini suaranya lebih tinggi daripada sebelumnya, tapi hasilnya nihil, tidak ada yang maju

"devi!" panggil raynand "iya?" jawab devi, ia menatap raynand sambil menelan ludahnya "apa yang kamu bocorkan?" tanya raynand, sama sekali tidak menatap kearah devi "hmm, saya bilang ke temen saya tentang kita yang kalau makan harus cepat" jawab devi, menundukkan kepalanya perlahan saat ia mendapati raynand sedang menatapnya tajam

"kamu tau kan kalau tidak boleh ada satupun orang diluar osis yang mengetahui hal ini?!" kata raynand dingin "maaf kak, saya tidak bermaksud membocorkan hal ini, namun saat sedang mengobrol dengan teman saya, saya keceplosan, sekali lagi saya minta maaf" kata devi

"kami tidak akan menghukummu, tapi ingat jangan mengulangi hal ini lagi" sahut keenan, ada kelegaan dalam hati devi, namun ekspresinya menunjukkan ekspresi bingung "kenapa kalian tidak menghukum saya?" tanya devi bingung

"kami menghargai kejujuran dan keberanianmu, karena yang lain masih saja berbohong, mungkin LDKS kamerin tidak sukses" jawab keenan tersenyum manis, perkataannya barusan membuat murid murid yang lain merasa iri dan hendak mengangkat tangan mereka agar tidak dihukum, namun mereka sadar ini sudah terlambat, mereka pun hanya bisa diam dan menyesal karena sudah berbohong

Perlahan, beberapa murid mengangkat tangan mereka, sampai hampir semua orang di ruangan tersebut mengangkat tangan mereka "ngapain kalian mengangkat tangan kalian hah?!" tanya arhan ketus sambil menatap tajam semua orang yan mengangkat tangan mereka "kalian baru mau jujur hah?!" tambah arhan marah

"HAH?! BUAT APA KALIAN CAPE CAPE LDKS KEMARIN KALAU KALIAN TIDAK MENERAPKANNYA?! KALIAN MAU LDKS LAGI? ATAU KALIAN MAU KAMI CORET DARI DAFTAR PENGURUS OSIS?!" arhan meninggikan suaranya, membuat satu persatu murid mulai menurunkan tangan mereka

Semua orang yang sebelumnya mengangkat tangan mereka langsung menurunkan tangan mereka saat raynand kembali membuka mulutnya "kalian harusnya tau, kami berharap banyak hal dari kalian, kedisiplinan, tanggung jawab, kejujuran, sikap yang baik, saling menghormati, kekompakan, komitmen, dan kesolidaritasan, harusnya hal tersebut, setidaknya 1 atau 2 mulai tumbuh dalam diri kalian saat kegiatan LDKS

"tapi ternyata hanya beberapa orang yang mau jujur akan hal ini, kami bisa saja mencoret nama kalian dari osis saat ini juga, mau nama kalian dicoret?" tanya raynand dingin menatap puluhan orang didepannya tajam

"jawab saya, bisakah kalian menerapkan yang sudah kalian lakukan di LDKS?" tanya raynand "jawab!" tegas raynand, tatapannya yang tajam mampu membuat banyak orang di ruangan tersebut diam, mereka seolah tidak dapat menggerakan lidah mereka saat ditatap seperti itu oleh senior mereka

"JAWABB!!" tegas raynand "siap kami bisa!" jawab devi seorang diri "siap kami bisa!" sahut yang lainnya "satu orang berani jawab, baru kalian bisa jawab?!" kesal raynand, tiba tiba rangga menghampiri raynand dan membisikkannya sesuatu, raynand menghembuskan nafasnya kasar

"mungkin kalian semua menganggap kami selalu bertindak seenaknya, sok karena kami adalah senior, galak, dan selalu menghukum kalian tanpa berpikir dua kali, namun nyataya kami melakukan hal tersebut karena kami ingin kalian menjadi sosok yang lebih baik, agar kalian bisa melakukan semua tanggung jawab kalian di osis dengan baik, karena menjadi osis bukanlah suatu hal yang mudah, banyak hal yang harus kalian lakukan, dan itu tidak akan mudah,

"dan kalian juga harus tau, kami ingin kalian dapat meneruskan tugas kami dengan baik, kami berharap banyak terhadap kalian, makanya kami bertindak seperti ini

"jadi, kami meminta maaf karena sudah sering memarahi, membentak, dan menghukum kalian, maaf" kata raynand panjang lebar masih dengan ekspresi datarnya, seisi ruangan menjadi hening setelahnya, mereka tidak pernah menyangka raynand dapat mengatakan hal seperti itu, apalagi kata 'maaf', mereka sangat jarang mendengar kata tersebut keluar dari mulut senior mereka tersebut

Setelah semua murid dibubarkan, devi menetap disitu bersama dengan rangga, keenan, arhan, raynand, devano, dan beberapa senior lainnya

"devi, lu bisa ga jadi penanggung jawab osis 10 untuk saat ini?" tanya arhan "bisa kok kak" jawab devi "benerann??" tanya keenan memastikan, devi menganggukan kepalanya

FOLLOW :
clarissaaalika_ (ig)

makasi udah baca sampe part ini, keep voment yaa!!

DevianaRead this story for FREE!