Urusan tunggu menunggu.

55 2 0
                                          

Kalau saja ada mata jurusan menunggu, aku akan menjadi murid yang tekun juga teladan dan mendapat IPK sempurna 4.0. Aku tak akan pernah mau menyalahkan waktu ataupun kamu. Karena diawal ketika aku putuskan untuk berani menunggu, aku sudah tau hal-hal apa saja yang mungkin akan terjadi di perjalananku menunggu. Aku harus menjadi tahan banting terhadap waktu.

Tidak ada menunggu yang menyenangkan,kecuali menunggu kado ulang taun ke-6,dulu. Dari yang sudah-sudah,menunggu hanyalah bagaimana kita bisa menahan segala rupa rasa nyeri. Bagaimanapun,hanya orang-orang yang kuat yang berani menunggu. Dan dalam hal ini,aku akan katakan bahwa diriku cukup kuat untuk berani menunggu cukup lama.

Sejujurnya,aku sudah benar-benar usai jika harus diminta menunggu lagi. Tapi setiap akan ku usaikan,ada saja sesuatu yang membuatku untuk tetap bertahan. Entah waktu,atau kamu. Setiap kali selangkah lagi menuju usai,rasanya hanya sedikit lagi waktu yang harus kutunggu, maka aku kembali menunggu. Setiap kali selangkah lagi menuju usai,rasanya jarak kita hanya tinggal sedekat nadi,maka aku kembali menunggu.

Ada banyak yang belum aku sampaikan padamu. Maka biarkan aku menunggu,tak tahu berapa lama lagi atau bagaimana lagi.

GaduhTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang