--LDKS (3)

16 5 0

MALAM terakhir LDKS diisi dengan api unggun. Awalnya caraka akan dilaksanakan malam ini namun, banyak yang menginginkan agar malam terakhir diisi dengan api unggun saja jadi, ada beberapa jadwal yang dirombak ulang

Dalam kegiatan ini, senior, junior, alumni, dan pelatih duduk di satu tempat yang sama, hal ini dilakukan agar tercipta suasana kekeluargaan antara senior, junior, alumni, serta pelatih

"malem kemaren kacau tuh" sindir reika sambil menatap devi sinis, hal tersebut lantas membuat devi menoleh

"tau ngancurin aja tuh orang, mampus aja dia di sekolah sama sella" sahut alzi, mereka berdua menatap devi tajam, devi yang merasa dirinya tidak bersalah pun berjalan mendekat kearah alzi dan reika

"sorry nih, tapi emang aku yang ngancurin ya? Setau aku, aku yang paling banyak jawab, aku yang kasih ide, bukan aku nyalahin kalian, namun aku ngerasa apa yang kalian barusan katakan itu salah!

"Kenapa kalian suka banget ngomong tentang apa yang gak bener? Kalian bangga akan hal itu? Bagi aku itu memalukan, karena pada dasarnya kalian jelas jelas tau yang benar seperti apa tapi kalian malah berbicara hal yang tidak benar

"Hal itu membuat kalian seolah olah menjadi orang yang jahat dan maaf, bodoh!" kesal devi

"wahh, keren juga ni bocah" alzi menepuk tangannya "gausah banyak bacot lu! cabe aja bangga!" tawa reika dan alzi pecah, membuat hampir semua orang menatap kearah mereka, tapi mereka tidak sadar

"gini nih ya, aku bukannya nyolot, banyak bacot atau apapun itu, tapi aku benerin apa yang menurutku salah, daritadi kalian terus ngomongin hal yang gabener, kalian juga selalu nge-bully adik kelas, padahal gak semua masalah bisa diselesain dengan cara seperti itu,

"kalau memang orang itu salah, lebih baik kalian kasi tau dengan cara yang benar, sedangkan kalau orang itu gapunya salah sama kalian, jangan ganggu kehidupan orang itu!" kata devi, reika dan alzi hanya menganggap ucapan devi adalah angin lalu, mereka hanya menertawakan devi

"ssstt, diem, bocah gausah banyak ngomong, masih kecil, blom bisa apa apa lu! AHAHAHA" tawa reika dan alzi bersamaan

Saat alzi dan reika sedang asik mengejek devi, rangga berjalan menghampiri mereka bertiga, yang sekarang sudah menjadi pusat perhatian "katanya sih keluarga, MANA BUKTINYA?! Masih ngejek orang laen, MANA COCOK KALIAN JADI ANAK OSIS!! JANGAN HAREP YANG KAYAK GINI BISA JADI ANAK OSIS!!

"Siswa alzi, siswi reika, MAU KALIAN DITAMBAH LDKS-NYA?!! KALIAN HARUS BELAJAR HARGAIN ORANG!" marah rangga, ia benar benar tidak suka jika seseorang mengejek orang lain tanpa alasan yang jelas, rangga langsung kembali ketempat dimana senior berkumpul, devi hanya berdiam ditempatnya, ia menghembuskan nafasnya kasar

stay strong dev batin rangga, ia menatap devi yang sekarang sedang bersama dengan joven dan clarissa sambil tersenyum

-Deviana-

Hari ketiga LDKS diwarnai dengan banyak permainan yang memerlukan kerjasama dan konsentrasi yang besar

Setelah selesai menyelesaikan berbagai permainan, semua siswa serta siswi pergi membersihkan diri mereka, setelah itu mereka membersihkan area area yang pernah mereka gunakan selama kegiatan LDKS berlangsung, lalu setelah itu mereka melaksanakan upacara penutupan LDKS angakatan ke X

Upacara penutupan LDKS pun telah selesai dilaksanakan, sertifikat dan tanda pengenal pengurus OSIS pun juga sudah diberikan, ada perasaan bahagia yang membuncah di hati masing masing murid

Saat LDKS sudah resmi diselesaikan, senior senior yang selama 3 hari ini sudah membentak bentak junior mereka pun langsung kembali ke sifat asli mereka, rangga langsung menghampirir devi

"devi!" rangga menepuk pundak devi yang sedang berjalan mencari joven dan clarissa "seni-, eh kak rangga!" devi tersenyum bahagia, rangga mengacak acak rambut devi gemas "oh ya, sumpah ya, pas gue tau kelompok caraka lu sama temen temennya sella gue takut lu diapaapa-in anjirr" kata rangga

"eh taunya beneran lu dibentak bentak sama mereka, apalagi yang pas malem kemaren itu, gue udah kesel banget parah, gue pengen banget bacok tu dua orang" tambah rangga melanjutkan "hahaha, aku gapapa kok" jawab devi tersenyum

-Deviana-

"devi, duduk sebelah gue yuk! Jangan sama rangga terus, gue juga mau deket sama lu" alana melambaikan tangannya kearah devi yang baru masuk ke dalam bus bersama rangga "oh, oke" devi menolehkan kepalanya mencari alana, lalu ia menghampiri alana

"al, lu duduk sama devi noh" kata arhan, raynand yang sudah duduk hanya menatap arhan tajam "lu kan udah kalah taruhann al, yo men!" sahut keenan, anak osis, raynand berdiri dan berjalan menghampiri tempat duduk devi yang sudah diisi dengan alana disebelah devi "misi" ketus raynand

"apa?"

"misi"

"kenapa?"

"pindah"

"apaan sih?" bingung alana "lu pindah" balas raynand malas "ohh, makanya ngomong tuh yang jelas napa sih, ngomong aja pelit banget dah" omel alana, ia langsung berdiri, devi hendak berdiri juga namun raynand menatapnya tajam "duduk!" tegas raynand, devi menurut dan duduk di sebelah raynand

Selama perjalanan, raynand tidur, devi menoleh, ia menyadari raut wajah raynand yang terlihat begitu lelah, karena bosan, tanpa devi sadari, tiba tiba ia bersenandung pelan

"sungguh percuma saja, ku mencintainya tapi tak dicintai, gerak tubuhnya seolah berkata, tak cinta padaku dan tak suka padaku, aku pun mulai berpikir, ku sakit hati dan mulai ku merasa, cukup tau tanam dalam diri, tak usah ku dekatimu lagi, ku tak ma-"

Cukup tau - Rizky Febian

suara merdu devi yang pelan tersebut nyatanya dapat terdengar oleh raynand, perlahan raynand membuka matanya, ia merasa terganggu dengan suara devi, walau ia akui suara devi bagus

"diem" kata raynand singkat, padat, dan jelas, devi berhenti bernanyi dan menatap raynand "kenapa?" tanya raynand yang menyadari bahwa devi hanya menatapnya tanpa mengucapkan sepatah kata pun "aku bosen, jadi aku nyanyi" jawab devi, masih tetap menatap raynand "gue gananya, tapi lu mesti tau, gue gamau duduk sama orang yang berisik!" kesal raynand

"kan kak raynand yang duduk disebelah aku, padahal kak raynand tau kalo aku bosen pasti aku bisa nyanyi nyanyi sendiri dan itu bakal jadi berisik, terus kenapa kak raynand malah negor aku sekarang?" tanya devi "tau ah, taruhan sialan emang!" raynand menutup matanya kembali dengan wajahnya yang terlihat kesal

Setelahnya, devi tidur sedangkan raynand, ia tidak bisa tidur, ia hanya diam sambil menggerutu kesal karena ia telah merasa begitu lelah jamun ia sama sekali tidak bisa tidur

FOLLOW :
clarissaaalika_ (ig)

tengkiu yang udah baca sampe part ini, keep voment ya!! Makasii gais!

DevianaRead this story for FREE!