Bab 8

3.8K 391 82
                                                  

Jangan lupa Vote dan Comment yaa...
Hope you enjoy this chapter...
.
.
.
..........................................

...........................................

Pagi ini kediaman keluarga Syailendra terlihat lebih sibuk dari biasanya. Seorang wanita setengah baya tengah sibuk menata sanggul di kepalanya. Hari ini keluarga mereka diundang untuk menghadiri pernikahan putra salah seorang pengusaha ternama di Ibu Kota. Atau lebih tepatnya sahabat putri mereka dengan pengusaha muda bernama Angga.

"Fi, Mama sudah cantik belum pakai sanggul begini?" Tanya Kinan sembari memegang sanggul modern di kepalanya.

"Mama ikh. Yang anaknya mau nikah itu kan Tante Lyna, bukan Mama. Kenapa dandanan Mama yang heboh sih?" Fifi sedikit kesal melihat penampilan Kinan yang sudah seperti ibu dari pengantin.

"Ya nggak masalah dong. Mana tahu bisa dapat mantu anak pengusaha kaya di situ," kekeh Kinan yang berhasil membuat suami dan anak-anaknya menggelengkan kepala.

"Mama jangan tetlalu heboh, ah. Papa tidak enak dengan keluarga Suryatama," ucap Dirga memperingatkan istrinya agak tidak berpenampilan terlalu berlebihan.

"Ikh, Papa mah gitu atuh. Mama mau tampil cantik dan ketemu calon mantu," Kinan sedikit memberengut sebal dan menghentakkan sepatu berkahnya ke lantai.

"Mama korban drama Korea, makanya jadi alay begitu," ketus Raka sembari menggeleng pelan melihat tingkah sang mama.

"Biarin!" Ucap Kinan yang berhasil membuat Fifi tergelak.

"Parah sih nyokap gue gayanya swag habis. Korban drakor akut, yang emaknya sok imut gitu," kekeh Fifi membuat Kinan melayangkan jitakan di kepalanya.

Jadilah keluarga itu berdebat sepagian ini hanya karena membahas penampilan Kinan. Pernikahan Sendy dan Angga digelar tertutup di kediaman Chandra Suryatama. Dan keluarga mereka menjadi salah satu tamu undangan di sana. Jika yang lainnya merasa senang bisa datang ke acara ini, tidaj dengan Raka yang sejak lama tidak begitu aku dengan Bastian.

"Mas jangan terus musuhan sama Tian, dong," pesan Kinan pada putra sulungnya yang saat ini tengah mengemudikan mobil menuju kediaman Suryatama.

"Mas biasa saja, kok, Ma," ucap Raka sembari melirik Kinan dari spion.

"Sebenarnya kenapa sih Mas dan Kobas bisa musuhan? Nggak masuk akal banget kalau ngelihat tingkahnya Kobas yang santai," tanya Fifi penasaran dengan sejarah permusuhan sengit antara kakak dan kekasihnya.

"Biasa egonya Raka yang nggak mau dikalahkan," bukan Kinan yang menjawab, tapi Dirga yang menjawab pertanyaan Fifi.

"Pa," protes Raka tidak terima dengan ucapan sang papa.

SAH!!! Sampai Akhirnya JodohTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang