PMWMIB.01

2.8K 104 30
                                                  

Happy Reading 😘

Pagi indah di barengi dengan hujan rintik, tak melunturkan semangat para siswa siswi untuk menimba ilmu sebanyak mungkin. Di tahun terakhir kelas dua belas membuat mereka harus berkutat dengan jajaran angka dan huruf.

Tapi tidak dengan trio Bajaj, Rio, Daniel dan Bastian. Mereka menikmati pemandangan indah dari siswi yang terkena hujan. Seragam yang mereka kenakan menampakan bra akibat terkena air.

"Kecil mok." Celetuk Bastian.

"Ho oh, ga enak di pandang. " Timpal Daniel yang sedang mengunyah grobak tahu, maksudnya tahunya.

"Gede di BH doang. " Kali ini Rio mengomentari.

Plak

Plak

Plak

Satu pukulan keras dari belakang membuatnya menoleh dan siap untuk menghajar siapapun yang sudah berani menyentuh kepala mereka.

"Mau mati hah!! " Sungut Bastian.

Saat tahu siapa yang mengeplak kepala mereka, mereka pun terdiam mati kutu.

"Nyonya besar. " Daniel menelan utuh bulat-bulat cimol yang ia bawa.

"Kalian yang pengen mati? Bukannya belajar malah ngitungin ukuran beha orang. Mau gue keluarin dari sekolah ini? " Tatiana menaruh kedua tangannya di dada.

"Apa liat-liat? Mau liat ukuran tete gue? " Tantang Tatiana.

Trio bajaj pun kompak menggelengkan kepalanya.

"Selamat pagi. " Sapa Wella yang baru datang dengan baju basah kuyup.

Sontak trio bajaj menoleh dan langsung tertuju pada dada Wella.

Bastian menoleh kiri dan kanan teman-temannya yang sedang memperhatikan baju kuyup Wella.
Rasa tidak suka karena mereka memperhatikan Wella dengan intens.
Bastian pun membuka jaket yang ia kenakan dan menghampiri Wella. Bastian menaruh jaketnya di tubuh Wella yang basah dan berbisik.
"Punya lo ga enak di liat, makannya gue tutupin. Jangan salah paham. " Setelah mengucapkan itu, Bastian berlalu meninggalkan teman-temannya.

"Woooo.." Histeris Rio dan Daniel bersamaan.

Tidak lama, datang Samuel. Sama seperti yang di lakukan Bastian. Sam pun melampirkan jaketnya pada tubuh Tatiana. Dan berlalu begitu saja tanpa mengucapkan sepatah katapun.

"Tancep bro.. " Teriak Rio pada Samuel.

Samuel tidak menjawab, ia malah mengacungkan jari tengahnya tanpa menoleh.

"Duh.. Dedek emesh takut telat masuk kelas. " Daniel dan Rio hendak pergi menghindari amukan tatiana. Namun Tatiana tahu mereka ingin meloloskan diri darinya segera ia menjiwir kuping Rio dan Daniel bersamaan.

"Mau kemana hah." Tatiana menarik kuping Rio dan Daniel sambil berjalan ke kelas di ikuti dengan Wella menyusul dari belakang dengan jantung berdetak tidak karuan.

******

"Guys, nanti dateng ke party ultah gue ya. Nih undangannya. " Wella memberi kartu undangan acara ulang tahunnya kepada Rio, Samuel dan Daniel, tapi tidak dengan Bastian.

Bastian pun mengerucutkan bibirnya kesal karena Wella tidak memberikan undangan padanya.

"Lo ga ngasih ke gue? " Tanya Bastian pada Wella dengan nada kesal.

"Ga gue kasih juga pasti dateng kan? Mubazir undangan. " Jawab Wella dengan enteng.

Bastian kesal, ia pun merebut satu undangan dari tangan Wella.
"Buat formalitas. Lo juga mengharapkan gue dateng kan? " Kata Bastian dengan pedenya.

PRECIOUS MOMENT WITH MY IDIOT BOYFRIEND [BASTIAN]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang