CHAPTER 10 : PROMISE

511 45 0
                                                  

Tengah malam, tidur Hanbin sedikit terusik karena gerakan kecil dari Jinhwan yang masih berada dalam pelukannya. Jinhwan terbangun, dia mengerjapkan matanya beberapa kali,mencoba mengingat dimana dia berada sekarang ketika tiba-tiba wajahnya memerah mengingat kejadian semalam. Dia dan Hanbin melakukannya untuk pertama kali...Jinhwan membenamkan wajahnya ke dada kekasihnya itu,menutupi wajah cantiknya ketika dia sadar Hanbin sedang menatapnya.

"Kau sudah bangun?" Tanya Hanbin sambil memainkan jemarinya di punggung telanjang Jinhwan.

"Kembalilah tidur..ini masih tengah malam" Hanbin melanjutkan.

Jinhwan menggeliat pelan merasakan sensasi geli di punggungnya membuat tubuh keduanya kembali saling bergesekan dan saling menyentuh karena berpelukan erat. Hanbin menggeram merasakan nafsunya bangkit lagi, tubuhnya bereaksi serasa tersengat aliran listrik. Begitu juga Jinhwan yang melenguh lirih karena gesekan tubuh polos mereka berdua.

Hanbin meraih wajah Jinhwan lalu mencium lembut bibirnya, turun ke leher lalu ke dada Jinhwan, kearah kedua payudara gadis itu yang sekarang bagaikan candu bagi Hanbin. Dia berhenti disana dan bermain dengan kedua benda bulat nan kenyal itu, menjilati dan menghisap putingnya sepeti bayi yang sedang menyusu.

"Apa kau lelah? Jika iya, aku akan menghentikannya dan kita lanjutkan tidur kita" Hanbin menatap wajah kekasihnya yang sudah memerah karena permainan Hanbin di area sensitifnya. Jinhwan meraih wajah Hanbin menariknya mendekat ke wajahnya. Jinhwan melumat bibir Hanbin, dia juga sedang terangsang sekarang. Hanbin tersenyum di sela-sela ciumannya lalu berkata dengan suara paraunya, "Kuanggap ini jawaban iya darimu" yang dijawab dengan anggukan malu-malu Jinhwan.

Sekali lagi bahkan dua kali lagi mereka melakukannya, menyatukan kedua tubuh mereka yang saling mendamba, saling menyentuh dan memberikan kenikmatan seakan tak ada hari esok. Malam ini benar-benar menjadi milik Hanbin dan Jinhwan.

.

.

.

.

"YAA..KIM JINHWAN..dari mana kau semalam? Kau tidur di mana, gadis nakal?" Yunhyeong mencecar Jinhwan dengan pertanyaan setibanya gadis itu di apartemen mereka. Jinhwan memang meminta Hanbin mengantarnya pulang dulu untuk mengganti bajunya, setelah itu baru ke kantor.

"Yunhyeong-ie..maafkan aku tapi aku sudah terlambat..akan kuceritakan nanti, aku janji, hmm?" Jinhwan terburu-buru keluar tanpa mempedulikan protes sahabatnya itu.

"YAA..!!"

"Aku berangkat dulu..saranghaee!" seru Jinhwan dari kejauhan.

Gadis itu bersikeras menolak tawaran Hanbin untuk berangkat bersama ke gedung YG walaupun Jinhwan sudah terlambat. Gadis itu takut mereka akan ketahuan berangkat bersama dan menimbulkan skandal yang tidak perlu. Hanbin sudah berusaha membujuk dengan mengatakan dia akan membuat alasan bahwa dia bertemu Jinhwan di tengah jalan lalu mengajak gadis itu berangkat bersama jika ada orang yang memergoki mereka berangkat bersama. Namun Jinhwan tetap menolak, terlalu beresiko, katanya. Dan tentu saja Jinhwan sangat terlambat masuk kerja, tapi untungnya Dara Timjang-nim sedang tidak ada di ruangannya, entah kemana. Jinhwan segera duduk di mejanya dan mendapati memo dengan tulisan tangan timjang-nimnya, memberinya beberapa tugas untuk sepanjang hari itu. Jinhwan segera mengirim pesan pada Dara, meminta maaf karena sangat terlambat hari ini dan akan segera menyelesaikan tugas-tugas yang Dara berikan.

TING!

Sebuah pesan masuk ke ponsel Jinhwan dari Hanbin. Dia segera membukanya dengan senyuman lebar dan rona merah di wajahnya.

"Kau sudah sampai kantor, Nuna? Kenapa tidak mengabariku?"

"Maaf, Hanbin-ah, aku baru saja sampai dan Timjang-nim langsung memberiku tugas yang menumpuk.."

BINHWAN -LOVE OF MY LIFE-🔚Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang